Tim KKN UNAIR Alasmalang Ajak Pemuda Lestarikan Batik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Kegiatan membatik tim KKN UNAIR Alasmalang dengan pemuda setempat. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Indonesia memiliki hasil kebudayaan yang kaya dan beragam, yang menjadi bagian dari identitas bangsa dan sekaligus komoditi yang menunjang perekonomian bangsa. Diantara hasil kebudayaan dengan kualifikasi demikian adalah sekelompokkarya seni yang disebut seni kriya, yaknikarya seni rupa yang dibuat denganmengandalkan keterampilan tanganuntuk memenuhi fungsi pakai dan fungsikeindahan. Di antara produk seni kriyaIndonesia yang sudah diakui duniaadalah Batik.

Batik merupakan kebudayaan Indonesia yang wajib dilestarikan dan terus dikembangkan. Berdasarkan hal tersebut KKN 62 UNAIR di desa Alasmalang mengadakan pelatihan membatik untuk generasi muda, khususnya siswa SMA / SMK yang sedang dalam masa libur sekolah.

Wulan Ruhiyyih Khanum, sebagai penanggung jawab program “KKN Cinta Batik” menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memupuk rasa cinta budaya pada generasi muda. Kegiatan tersebut juga merupakan inovasi dari program kegiatan KKN yang selama ini hanya mengajarkan materi sekolah saja, kini diubah menjadi kegiatan produktif yang memiliki output.

“Program KKN Cinta Batik ini kami agendakan karena kami ingin perubahan dalam kegiatan KKN, yangn selama ini mengajarkan materi sekolah saja, kami ingin KKN kami ini memiliki output diakhir kegiatannya,” terang mahasiswi yang kerap disapa Rukha tersebut.

Program membatik itu menyasar siswi SMA / SMK yang sedang libur sekolah. Alasan dipilihnya siswi yang menjadi sasaran adalah ketelitian dan keuletannya. Program KKN Cinta Batik mulai dilaksanakan pada minggu pertama dimulainya KKN dan terus dijalankan hingga kini.

“Program membatik ini sengaja menyasar remaja putri karena menurut saya lebih jeli dan telaten, sedangkan untuk remaja putra sudah ada program lain yang kita siapkan,” tambahnya.

Program membatik ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatannya dimulai dengan pengenalan bagaimana tata cara menggambar pola pada kain mori. Dikarenakan masih awal dan dalam tahap belajar maka menggambarnya menggunakan contoh yang dicetak pada kertas.

Setelah menggambar pola pada kain, maka langkah selanjutnya yakni mencanting, mewarna, dan kemudian melapisinya menggunakan water glass. Setelah proses water glass selesai, batik siap dikeringkan dan kemudian masuk pada tahap nglorod. Hingga kini, program KKN Cinta Batik telah sampai pada tahap pengeringan setelah proses nglorod.

Rencananya, setelah batik kering akan disulap menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual. Produk tersebut antara lain meliputi tas, masker, maupun taplak meja. Untuk mengubah batik menjadi produk tersebut, kelompok KKN Alasmalang akan memperdayakan penjahit sekitar agar memiliki dampak secara ekonomi.

“Sekarang sudah proses pengeringan setelah nglorod, sedikit lama karena Alasmalang sering hujan, setelah kering kami akan memperdayakan penjahit yang sepi orderan karena pandemi untuk mengubah batik kami menjadi produk inovatif, jadi selain memperdayakan pemuda, ekonomi penjahit juga membaik,” pungkas Rukha.(*)

Penulis: Dian Pratama

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu