Hubungan Karyawan dan Organisasi untuk Menggali Perilaku Inovatif yang Berkelanjutan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh atmacoach

Sumber daya manusia adalah modal utama untuk mempertahankan keunggulan kompetitif organisasi dan pengembangan berkelanjutan. Modal manusia adalah aset yang tidak dapat ditiru oleh kompetitor. Organisasi yang berhasil membuat karyawan well being menjadikan karyawan akan memberikan kinerja yang optimal untuk kesuksesan organisasi. Berkenaan dengan well being pada karyawan, seperti (keadilan organisasi, keterlibatan kerja karyawan, kepercayaan pada organisasi, perilaku inovatif) dapat menjadi komponen kunci dari kontribusi karyawan pada keberlanjutan organisasi. Perilaku inovatif adalah sumber daya utama untuk mempertahankan keunggulan kompetitif organisasi dan pengembangan berkelanjutan. Perilaku kerja yang inovatif terdiri dari tiga tugas perilaku yang berbeda: pembuatan gagasan, promosi gagasan, dan realisasi gagasan. Karena inovasi cenderung sangat bergantung pada perilaku karyawan dalam organisasi dan dipandang sebagai hal penting untuk keberhasilan dan kelangsungan hidup organisasi dalam masyarakat berbasis pengetahuan ini.

Keadilan prosedural didasarkan pada hubungan pertukaran sosial. Hubungan antara keadilan prosedural dan keterlibatan karyawan dapat dipandang sebagai perspektif teori pertukaran sosial. Karyawan yang diperlakukan secara adil akan bertukar dengan perilaku yang diharapkan organisasi.  Schaufeli, et al., (2000) menjelaskan bahwa karyawan yang memiliki keterlibatan dalam pekerjaan mereka akan lebih bersemangat, antusias, dan bahagia dalam melakukan pekerjaan mereka. Karyawan tersebut juga akan memiliki inisiatif dan dapat berkontribusi dalam meningkatkan inovasi untuk perusahaan mereka. Perlakuan yang baik yang diterima oleh karyawan akan dapat meningkatkan kepercayaan karyawan terhadap organisasi mereka. Tujuan dari studi ini adalah mengexplorasi perilaku kerja inovatif karyawan melalui keadilan prosedural organisasi, kepercayaan pada organisasi serta keterlibatan kerja, dari sisi karyawan untuk mendukung  organisasi berkelanjutan.

Sample dari studi ini adalah 120 karyawan di media telivisi di surabaya. pada divisi marketing, teknik, program, produksi & news. Sampel yang dipilih karena pekerjaan mereka berkaitan erat dengan perilaku inovatif. Hasil studi telah membuktikan bahwa organisasi yang telah melaksanakan procedural justice  dapat membangun  employee’s work  engagement dan trust pada organisasi. Hal ini membuktikan bahwa apabila organisasi care about employee’s well being  maka akan membuat karyawan lebih engagement dalam bekerja. Karyawan yang engagement akan berpengruh positif pada perilaku inovatif. Organisasi perlu memberikan perhatian terus-menerus untuk mempertahankan dan memperkuat perilaku kerja inovatif karyawan, yang secara positif dipengaruhi oleh upaya organisasi dengan terus mempertahankan dan meningkatkan procedural justice, sehingga karyawan akan engage pada pekerjaan dan trust pada organisasi serta karyawan beperilaku inovatif.

Penulis: Dr. Praptini Yulianti, SE, Msi

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami: Praptini Yulianti, Nidya Ayu Arina  (2020). The Relationship between Employees and Organizations  to Explore  the Innovative Behavior for Sustainable Organizations. International Journal of Psychosocial Rehabilitation, Vol. 24, Issue 7, 2020. pp 936-943. https://www.psychosocial.com/article/PR270090/14120/

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu