Prodi PSDM UNAIR Gelar Webinar Sekaligus Galang Donasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prodi Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (S2 PSDM) Universitas Airlangga kembali menggelar webinar sekaligus menggalang donasi untuk pencegahan virus corona yang akan diserahkan kepada Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Prodi Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (S2 PSDM) bersama Himpunan Mahasiswa Sekolah Pascasarjana (HIMASEPA), Universitas Airlangga, kembali menggelar program International Webinar HR 24/7 pada Kamis (10/7). Topik yang dipilih dalam webinar edisi keempat ini adalah Beyond HR: A Decision Science Applied to Talent.

“Kami (penyelenggara program, red) memilih topik ini karena mengamati bahwa dunia industri akan semakin dinamis. Oleh karena itu, individu perlu mengenali potensi diri dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, sehingga ke depan dapat terus berinovasi serta mengembangkan diri sesuai jalan hidup mereka,” kata Rizki Priyoko selaku ketua program.

Salah satu bidang keilmuan yang diperlukan dalam dunia industri adalah ilmu psikologi. Sebab, ilmu psikologi berfungsi untuk menentukan pengelolaan sumber daya manusia secara tepat serta meningkatkan performa perusahaan selama menjalankan kegiatannya.

Perihal penerapan ilmu psikologi dalam dunia industri tersebut dipaparkan oleh Lakshmi Peethambaran, pakar human resources (HR) asal India, pada sesi pertama. “Ilmu psikologi memiliki peran yang cukup penting bagi perusahaan, antara lain, untuk membantu proses perekrutan, pemberian pelatihan, hingga penilaian kinerja para pegawai (SDM),” ujarnya.

Tidak hanya itu, melalui penerapan ilmu psikologi, perusahaan diharapkan dapat lebih memperhatikan kesehatan maupun psikologis pegawai saat kondisi krisis. Seperti halnya pada masa pandemi virus corona yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Pentingnya ilmu psikologi juga disampaikan oleh pembicara lainnya, yakni Elvita Bellani yang merupakan alumnus Prodi Psikologi dari Universitas Padjajaran (UNPAD). Menurut Elvita, seorang pegawai, harus mampu berpikir secara rasional agar terhindar dari bias yang mungkin akan timbul ketika menjalani pekerjaan atau dalam kehidupan sehari-hari.

“Seorang pegawai atau individu harus memiliki dasar pemikiran serta kemampuan untuk mengambil keputusan dengan tepat, sehingga meminimalisir terjadinya bias dan fallacy dalam menyerap suatu informasi,” tutur perempuan yang kini berkarir sebagai dosen mata kuliah psikologi berpikir, psikologi, ekonomi, capita selecta, dan psikologi konsumen di Universitas Hasanuddin (UNHAS) itu.

Selain berpikir secara rasional, pegawai juga harus mampu menjalin komunikasi yang baik dengan orang lain. Hal tersebut dijelaskan oleh pembicara berikutnya, Fanny Dhaniswara.

“Untuk menjalin komunikasi dengan baik, kita harus mengenali serta menyesuaikan diri terhadap karakter orang lain yang menjadi lawan bicara kita. Karena setiap orang memiliki karakter yang unik,” terang chief instructional designer di perusahaan The Consultant itu.

Kemampuan lain yang harus dimiliki para pegawai adalah penguasan di bidang digital. Hal tersebut diperlukan agar mereka dapat bersaing di era perkembangan teknologi seperti saat ini. Demikian yang diungkapkan Lwitiko Gladson Mwaikuju, pembicara asal Tanzania.

“Kini, beberapa sektor, seperti perekonomian mulai menekankan penggunaan perangkat maupun fasilitas elektronik. Oleh karena itu, penting bagi para pegawai untuk menguasai bidang digital, sehingga mereka mampu melakukan komunikasi berbasis digital hingga mencapai produktifitas kerja,” imbuh peneliti yang juga pengajar bahasa Inggris tersebut.

Pelaksanaan International Webinar HR 24/7 edisi keempat pun mendapat apresiasi dari Direktur Pascasarjana UNAIR, yakni Prof. Dr. Sri Iswati, SE., M.Si. Ia berpendapat bahwa webinar ini merupakan wadah bagi partisipan yang ingin berkomunikasi dengan pakar HR maupun pengajar untuk bertukar pendapat mengenai pemanfaatan kemajuan teknologi.

“Penyelenggaraan International Webinar HR 24/7 merupakan contoh interaksi sosial yang dapat dilakukan selama pandemi, meski terbatas jarak. Selain itu, penyelenggara juga berhasil menghimpun donasi sebesar 10 juta dari 300 partisipan yang akan diberikan kepada Rumah Sakit UNAIR (RSUA) untuk kebutuhan alat pelindung diri (APD),” bebernya.

Dalam webinar tersebut, turut hadir pula Gatot Soebroto selaku perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. Ia menyampaikan pesan bahwa pandemi virus corona merupakan persoalan yang harus dihadapi secara bersama.

“Penanganan pandemi tidak hanya dilakukan tenaga kesehatan atau pemerintah, tetapi juga memerlukan kerja sama dari semua kalangan. Dengan adanya webinar seperti ini, diharapkan para praktisi dan tenaga ahli dapat membantu memberikan solusi serta ikut membantu mensosialisasikan protokol hidup sehat kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nabila Amelia

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu