Perbedaan Kadar P-Selectin Darah Tepi Antara Univalvular dengan Multivalvular

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Dokter Sehat

P-selectine memiliki peran dalam interaksi antara sel darah dan endotelium.  Bentuk terlarut molekul ini dapat digunakan sebagai prediktor kejadian penyakit kardiovaskuler yang berat. P-selectine juga berperan dalam interaksi proses inflamasi sel dengan endotelium yang mengaktivasi platelet. Proses ini dapat menimbulkan trombosis, kemudian dapat berkembang menjadi penyakit jantung rematik. Kadar P-selectine meningkat secara signifikan pada pasien mitral stenosis sedang hingga berat dengan atrial fibrilasi. Saat ini belum ada data mengenai kadar P-selectine pada penyakit jantung reumatik multivalvular. Oleh karena itu, peneliti ingin menganalisis perbedaan kadar P-selectine di darah tepi pada pasien penyakit jantung rematik univalvular dengan multivalvular.

Peneliti melakukan studi analitik observasional menggunakan desain cross-sectional di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan penyakit jantung rematik univalvular dan multivalvular yang datang ke poli jantung dan pasien rawat inap di ruang camelia Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah laki-laki atau perempuan, usia 15-56 tahun, memiliki penyakit rheumatic heart disease, dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian penelitian dengan menandatangani informed consent.

Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalahpasien penyakit jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, obesitas, memiliki kadar kolesterol LDL tinggi, perokok aktif, usia lanjut, hamil, memilki riwayat endokarditis infektif atau demam rheuma akut, pernah dilakukan  prosedur penggantian katub mitral atau prosedur Percutaneous Transvenous Mitral Commisurotomy (PTMC).Variabel perancu adalah adanya aterosklerosis, penyakit autoimun, alergi, dan keganasan. Penilaian kadar P-selectine dilakukan secara kuantitatif menggunakan tekhnik sandwich immunoassay dengan satuan ng/mL. Penilaian katub menggunakan pemeriksaan ekhokardiografi  berdasarkan kriteria World Heart Federation.

Studi ini melibatkan 37 pasien penyakit jantung rematik dan 22 orang sehat sebagai kontrol. Sebagian besar pasien adalah wanita (78,38%). Sebagian besar memiliki episode ritme atrial fibrilasi (81,08%) dan menjukkan pembesaran jantung (kardiomegali). Pasien dengan Penyakit jantung rematik univalvular (mitral stenosis) sebanyak 48,65% dan multivalvular sebanyak 51,35%. Pada pasien yang mengalami mitral stenosis sebagian besar (70,37%) berada pada tingkat sedang dan berat. Hal ini dapat disebabkan beberapa faktor, pertama, penelitian dilakukan di rumah sakit tipe A sebagai rujukan sebagain besar wilayah Indonesia Timur. Kedua, Persebaran tenaga medis yang kurang merata dapat menyebabkan penangan yang di bawah standar sehingga pasien belum mendapatkan tatalaksana yang optimal. Ketiga, keterlambatan penanganan medis karena kurang nya pengetahuan dan akses terhadap fasilitas kesehatan yang belum memadai.

Kadar P-selectine dalam darah tepi pasien penyakit jantung rematik multivalvular menunjukkan hasil yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan penyakit jantung rematik univalvular. Selain itu, Kadar P-selectine dalam darah tepi pasien penyakit jantung rematik multivalvular dan univalvular masing-masing memiliki nilai lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan orang sehat sebagai kontrol. Hasil penelitian ini sejalan dengan studi lain yang telah dilakukan pada hewan coba. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti meyakini bahwa pemeriksaan P-selectine pada darah tepi memiliki peran sebagai indikator inflamasi dan progresivitas kerusakan katub jantung pada pasien mitral stenosis yang disebabkan penyakit jantung rematik. Selain itu, pemeriksaan ini dapat bermanfaat sebagai evaluasi terapi yang telah diberikan.

Penulis : Dr. dr. Achmad Lefi, SpJP(K)
Link terkait tulisan di atas: https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/441/1/012171

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu