UNAIR Tindak Lanjuti Keluhan Daffa Dzaki Soal Perubahan Hasil Rapid Test

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Tim tenaga kesehatan saat memberikan pelayanan rapid test kepada para peserta UTBK 2020. (Foto: Alifian Sukma)

UNAIR NEWS – Dalam pelaksanaan UTBK hari ke-3 pada Selasa (7/7/2020) di UNAIR beredar keluhan peserta atas nama Daffa Dzaki di media sosial. Dalam pernyataan di akun instagram, Daffa menyatakan dirinya menerima perubahan surat rapid test dari panitia, tepatnya seusai ia diperiksa di lokasi rapid test di lobby Magister Management Sekolah Pascasarjana.

Menanggapi hal tersebut, Ketua panitia UTBK Pusat Universitas Airlangga Prof. Junaidi Khotib S.Si, Apt., M.Kes., Ph.D membenarkan bahwa Daffa Dzaki tercatat sebagai peserta UTBK dengan Nomor Peserta 120-381-11-0690 yang terjadwal mengikuti ujian pada pukul 14.00 di FH Laboratorium Komputer I Kampus B UNAIR.  Pada Selasa, 7 Juli 2020 pukul 08.20, Daffa melakukan uji rapid test di Kampus B UNAIR sebagai persyaratan untuk mengikuti UTBK. Setelah 15 menit, Daffa menerima hasil non-reaktif bertandatangan dr. Masrudrotul Ilmiah selaku dokter PLK UNAIR. Kemudian Daffa meninggalkan lokasi karena yang bersangkutan ujian pada sesi siang tepat pukul 14.00.

Namun, pada pukul 09.00, petugas test menemukan perkembangan yang berubah, dimana reaksi tes (karena terus dimonitor) yang bersangkutan berubah menjadi reaktif. Panitia pun menghubungi dan melacak kontak yang bersangkutan, tetapi belum tersambung. 

“Jadi normalnya hasil rapid test bisa keluar dalam waktu 10-15 menit. Sama halnya dengan rapid test yang dilakukan oleh Daffa, hasilnya keluar dalam waktu 10-15 menit. Namun panitia juga tidak menyangka bahwa 30 menit setelahnya hasil rapid tes itu berubah menjadi reaktif,” kata Prof Junaedi.

Pada pukul 13.00, Daffa kembali lagi ke Kampus B UNAIR untuk mengikuti UTBK dan menunjukkan hasil uji rapid test yang ia peroleh tadi pagi kepada pengawas ujian. Kemudian salah seorang pengawas ujian meminta yang bersangkutan untuk ke ruang rapid test dan bertemu dengan dr. Masrudrotul Ilmiah dengan memberi tahu dan mengganti surat yang tadinya non reaktif menjadi reaktif. Daffa kemudian diminta untuk tidak mengikuti ujian dan istirahat pulang kembali ke rumah dengan melakukan isolasi mandiri.

Prof Junaidi mengatakan bahwa segala bentuk keputusan panitia dilakukan berdasarkan prosedur protokol pencegahan Covid-19 dan aturan yang dikeluarkan oleh LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi). Perubahan status rapid test Daffa murni berdasarkan hasil tes di lapangan, di lobby MM Sekolah Pascasarjana.

Sejak Daffa mengunggah storynya di instagram, panitia mencoba untuk menghubungi pihak Daffa melalui telepon. Kemudian keesokan harinya pada Rabu pagi Prof Junaidi mengambil tindakan dengan menghubungi pihak orang tua dan bertemu untuk diberikan penjelasan terkait hasil tes.

Orang tua mendatangi UNAIR dan bertemu dengan panitia di ACC untuk menanyakan kejelasan permasalahan dan telah tersampaikan semua informasi kepada ayahnya.

“Prinsipnya panitia dan keluarga sangat mendukung agar saudara Daffa bisa mengikuti ujian UTBK tahap kedua,” ungkap Prof Junaidi.

Dalam pertemuan itu, pihak UNAIR menjelaskan bahwa tujuan menunda ujian itu untuk melindungi yang bersangkutan agar dalam kondisi sehat saat melaksanakan ujian. Serta memberikan penjelasan tentang  reschedule jadwal UTBK Daffa ke tahap II berdasarkan ketentuan dan aturan UTBK 2020. Orang tua Daffa berterimakasih dan menyepakati perihal kesertaan Daffa untuk ujian pada tahap 2.

“Panitia UTBK UNAIR benar-benar merusaha melayanai peserta UTBK secara maksimal sesuai ketentuan LTPMT. Juga memenuhi surat edaran Walikota Surabaya tentang ketentuan rapid test. UNAIR menyelanggarakan tes rapid tersebut tanpa berbayar/ gratis kepada peserta yang kesulitan,” tutur Ketua Panitia UTBK UNAIR itu.

Sementara itu, Dr. Suko Widodo, M.Si., selaku ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) mengimbau kepada para peserta untuk datang mengikuti jadwal UTBK yang telah ditetapkan. UNAIR memberikan fasilitas rapid test gratis kepada peserta yang membutuhkan.

“Jangan sampai peserta tidak datang mengikuti ujian karena terkendala rapid tes,” ungkapnya.

Selain itu, Dr. Suko berharap agar semua pihak tidak membuat kegaduhan dan bisa memberikan ketenangan serta dukungan kepada anak-anak yang akan menjadi penerus generasi bangsa selanjutnya. “Kita harus memberikan semangat dan dukungan belajar kepada pada anak-anak ini, merekalah yang akan mengisi masa depan Indonesia kelak,” imbau Dr. Suko.

Perlu diketahui, bagi peserta yang merasa kesulitan dan kebingungan dalam mengakses informasi seputar UTBK, peserta dapat menghubungi hotline UTBK UNAIR. Panitia akan berusaha maksimal dalam memberikan pelayanannya kepada para peserta UTBK.

Penulis: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu