Berdayakan Istri Nelayan dengan Produk Inovasi Olahan Hasil Laut

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Foto bersama di Pesisir Bulak pada pukul 11-12 siang setelah nelayan pulang dari melaut dengan hasil aneka ragam kerang. (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS – Program pengabdian masyarakat kembali diselenggarakan oleh tim dari Universitas Airlangga (UNAIR). Kali ini, Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) dilaksanakan dengan mengembangkan inovasi produk olahan hasil laut.

Mengangkat proposal yang bertajuk “PPPUD Inovasi Olahan Hasil Laut Berbasis Wisata Kuliner di Pesisir Bulak Surabaya (Kampoeng Olahan Hasil Laut)”, pengabdian tersebut dilaksanakan pada Sabtu (4/7/20) di Rumah Produksi, Kecamatan Bulak, Surabaya. 

Diketuai oleh Prof. Dr. Wurlina (kedokteran Hewan), dengan anggota Dr. Kadek Racmawati (Kedokteran Hewan), Suzanita Utama,PhD, (Kedokteran Hewan), dan Dr. Gunanti Mahasri (Fakultas Perikanan). Kegiatan itu juga melibatkan beberapa mahasiswa dari S1 dan S2 serta bekerjasama dengan kelompok istri nelayan di kecamatan Bulak, yakni  “NELAYAN Q” dan UMKM “BUNDA”  yang diketuai oleh ibu Siti Chotimah.

Prof. Wurlina selaku ketua dalam kegiatan itu mengungkapkan, bahwa Kecamatan Bulak Surabaya merupakan lokasi yang tepat dalam pengabdian kali ini. Dengan alasan, dekat pasar ikan Bulak, dekat jembatan Suroboyo, dekat Jembatan Suramadu, dan dekat dengan pantai Ria Kenjeran.

“Dibutuhkan oleh-oleh khas Surabaya, dan saya ingin mewujudkan kampoeng olahan hasil laut,” ungkapnya.

Dalam program tersebut, Prof. Wurlina dan timnya melaksanakan berbagai macam kegiatan, seperti membuat inovasi olahan hasil laut mulai dari ikan asap, udang, cumi, kerang dan kepiting tanpa bahan pengawet. Membuat berbagai olahan kerang, mulai dari stik kerang, sambel kerang, pangsit, rengginang kerang ala Bulak, dan lainnya.

“Kami juga mengerjakan berbagai macam cemilan dan masakan dengan bahan baku kerang. Serta kami juga menerima pesanan kue atau nasi kotak berbahan baku kerang,” jelasnya.

Selain kerang, mereka juga membuat olahan dari Ikan asap, mulai stik ikan asap, rengginang ikan asap ala Bulak, juga berbagai cemilan sampai masakan dengan bahan baku ikan asap. Menjadi unggulannya, yakni sambel ikan asap (sambel kobong) dengan ciri khas pedas dan enak.   

“Kami juga membagikan buku “Inovasi Olahan Hasil laut dan Bahaya Tambahan Bahan Kimia” kepada peserta,” ujarnya. 

Meski kegiatan dilaksanakan pada masa transisi pandemi covid 19, pengabdian masyarakat tersebut tetap mengindahkan protokol kesehatan. Diikuti oleh sekitar 30 orang anggota kelompok istri nelayan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap.

Pertemuan pendidikan dan pelatihan “Inovasi Olahan Hasil Laut dan Bahaya Tambahan Bahan Kimia” dilaksankan per 5 orang dengan jangka waktu sekitar 1 jam. Dengan mengindahkan protokoll kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

“Cara pertemuan yaitu secara bertahap 5 orang, yaitu jam 10, jam 11, dan seterusnya,” terangnya.

Penulis : Ulfah Mu’amarotul Hikma

Editor : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu