Mindfulness dan Experential Learning dapat Mendukung Adaptasi dan Resiliensi Keluarga dalam Merawat Pasien Kanker

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi pasien kanker. (Sumber: alodokter)

Penyakit Kanker memiliki dampak berat yang tidak hanya dirasakan pasien tetapi juga keluarga yang merawatnya. Menibulkan stres, cemas berlebihan, takut kehilangan, dan reaksi psikologis lainnya seperti penolakan, kemarahan,dan depresi. Apabila tidak segera diatasi dapat menimbulkan kegagalan adaptasi sampai tidak mampu membangun semangat hidup kembali (resiliensi) setelah sakit. Tulisan ini berusaha menyajikan hasil intervensi keperawatan Mindfullness untuk menurukan stres dan Experential Learning dalam mendukung adaptasi dan resiliensi keluarga yang merawat pasien kanker.

Kami meneliti pada 3 basis data elektronik (Scopus, PubMed dan Cochrane) yang diterbitkan antara 2013 dan 2018 dengan kata kunci; (1) Mindfulness based stress reduction, (2) experiential learning, (3) coping mechanism, (4) resilience, dan (5) Cancer. Kami mendapatkan 3.223 artikel, setelah melalui berbagai seleksi dan kriteria, kami dapatkan 15 artikel yang digunakan untuk menelaah secara sistematis artikel ini.  Metode penelitian yang dipilih untuk ditinjau dalam telaah sistematis ini adalah yang menggunakan desain (1) non-randomized pre-test / post-tet design, (2) randomized controlled trial study (3) cross sectional dan (4) experimental study. Total keseluruhan melibatkan 1991 responden dengan kriteria usia dewasa (18 tahun atau lebih) memberikan asuhan langsung (care giver) pada pasien dengan kanker.

Keluarga yang salah satu anggota keluarganya mengalami kanker, memiliki beban berat dalam merawat pasien kanker. Hasil berbagai penelitian menunjukkan  bahwa lebih dari sepertiga pasangan dengan kanker kerongkongan yang menjalani perawatan menunjukkan tingkat stres sedang (15%) atau tinggi (19%) tiga tahun setelah perawatan (Mohammad, Haji)., Et al., 2015). Hendrix, CC., Et al (2015) mengatakan bahwa dengan protokol Cognitif Terapi menunjukkan peningkatan efikasi diri jangka pendek dalam mengelola gejala pada pasien kanker dan kesiapan pendampingan dalam merawat pasien menjadi lebih tinggi, tetapi tidak demikian dalam kondisi kesejahteraan pasien. Sebagian besar pengaruh dan kondisi teman yang sama menderita kanker, mereka juga mengalami beban berat apalagi untuk, oleh karena itu perlu dikembangkan terapi kognitif untuk teman sebaya yang dapat digunakan sebagai pengalaman dalam mengatasi berbagai kesulitan.

Mindfulness merupakan teknik yang digunakan untuk membantu memusatkan perhatian pada keadaan saat ini tanpa menghakimi atau menilai berbagai pemikiran dan reaksi emosional yang berkaitan dengan situasi atau stimulus. Mindfulness membuat seseorang secara sadar menyadari situasi yang sedang dialami, menerima dan memberi perhatian pada situasi dengan baik. Intervensi berbasis Mindfullness, terbukti dapat meningkatkan fungsi psikologis, perilaku kognitif dan metode pengalaman belajar yang mencerminkan pengalaman yang mereka miliki, mampu membentuk pengetahuan kognitif sehingga mampu lebih beradaptasi dan tetap semangat walaupun merawat pasien kanker dalam waktu lama. Semakin sadar seseorang, semakin bagus dalam memberikan penilaian terhadap stres, individu yang sadar cenderung memilih strategi pendekatan mengatasi masalah dengan adaptif.

Beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan dengan kemiripan sebagai terapi kognitif yang juga menggunakan pengalaman sebagai media untuk memberikan dukungan kepada sesama pengasuh keluarga diharapkan dapat memaksimalkan intervensi dan metode dalam mengurangi reaksi psikologis sehingga kesejahteraan meningkat dan mengurangi beban keluarga dalam pasien dengan kanker. Pembelajaran eksperimental juga merupakan metode kognitif yang menggunakan pengalaman sebagai katalis dalam menyelesaikan masalah. Seseorang dapat belajar dari setiap orang yang berpengalaman sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan memecahkan masalah. Metode experiential learning adalah upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan dengan mengintegrasikan pengalaman yang telah dimiliki dengan pengetahuan baru, karena proses pembelajaran terbaik adalah pengalaman dan mendapatkan informasi. Dalam semua studi yang diperoleh, hasil yang dinilai adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi beban pengasuh keluarga pada pasien dengan kanker.

Penulis: Ah Yusuf

Hasil lengkap dapat dilihat pada link berikut ini

https://www.psychosocial.com/article/PR201261/12063/

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu