Kenali Peran Farmasi dalam Industri Alat Kesehatan dan Kosmetik

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SUASANA diskusi Alumni Berbagai Farmasi UNAIR yang digelar via daring. (Foto: Istimewa)
SUASANA diskusi Alumni Berbagai Farmasi UNAIR yang digelar via daring. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sektor farmasi selalu berkembang dari waktu ke waktu. Apalagi pada masa pandemi saat ini, sektor farmasi semakin menunjukkan perannya dalam industri alat kesehatan (alkes). Dalam Diskusi Alumni Berbagi Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR) pada Minggu (21/6/2020), Apt. Rezki Meidayanti, S.Farm., mengungkapkan bagaimana peran farmasi dan industri alkes berjalan.

Pertama, industri alkes merupakan industri yang memiliki cakupan begitu luas, proses distribusi yang beragam, serta faktor teknologi yang berpengaruh besar pada kualitas, mutu, keamanan, hingga harga. Pasal kedua yang perlu diperhatikan adalah supply chain mulai manufaktur, distributor, hingga tenaga kesehatan atau rumah sakit sebagai customer.

Dalam supply chain tersebut perlu diingat bahwa setiap prosesnya harus sesuai dengan standar, tersertifikasi, serta memperhatikan kualitas. Karena alat-alat kesehatan berperan vital dalam kegiatan medis dan berkaitan erat dengan keselamatan nyawa manusia.

“Akibatnya bisa berbahaya jika alat kesehatan tidak ditangani pihak yang kompeten. Dalam beberapa kasus bahkan dapat menimbulkan kematian karena alat yang digunakan pasien mengalami malfungsi,” ungkap Rezki selaku principal regulatory dan government affairs PT. Boston Scientific Indonesia.

Masalahnya di tingkat nasional sendiri, kemandirian alkes belum mampu dicapai karena 90 persen bahan baku maupun produknya masih diimpor dari negara lain. Selain itu, skema pembiayaan dan kebijakan JKN belum mengakomodasi peran alkes serta kenyataan bahwa adanya mindset yang menganggap alkes sama dengan obat.

“Hal itu secara tidak langsung menghambat kemajuan dan investasi alkes. Maka dari itu, para apoteker kini harusnya hadir sebagai pihak yang punya kapasitas untuk mengembangkan dan memperbaiki industri alkes nasional. Apoteker di sini tidak hanya bertugas mengakomodasi, akan tetapi juga melakukan penelitian dan usaha produksi mandiri bagi persediaan nasional,” tuturnya.

Sementara itu, pentingnya peran farmasi dan apoteker juga dapat dilihat dan digali pada sektor kosmetik. Menurut Apt. Anindya Restiana Putri, S.Farm, sektor kosmetik di Indonesia kini memiliki peluang bisnis yang begitu menarik. Mengingat, tren pemakaiannya sebagai lifestyle yang semakin meningkat, pesatnya perkembangan industri kosmetik nasional, serta kesadaran akan merek lokal yang semakin tinggi.

Melalui kondisi tersebut, apoteker secara garis besar mengambil peran sebagai pengawal kualitas serta keamanan kosmetik yang beredar di masyarakat mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga penggunaannya di masyarakat. “Hal penting lain adalah bagaimana cara promosi dan pemasaran agar industri kosmetik nasional semakin dikenal. Strateginya dapat dilihat pada enam poin,” tutur sales supervisor PT. Kemiko Indonesia tersebut.

Enam strategi tersebut adalah membangun kepercayaan dengan customer, fokus tujuan untuk membantu, pemasaran yang simple, mengetahui siapa target customer, mendengar dan belajar lebih, serta broad minded.

Melalui acara Alumni Berbagi yang dihadiri 160 peserta dari berbagai kalangan tersebut, Farmasi UNAIR berharap diskusi tersebut mampu meningkatkan kompetensi lulusannya. Dengan memahami peran apoteker dalam industri alat kesehatan dan kosmetik, ke depan para lulusan farmasi UNAIR dapat melihat peluang dan memahami besarnya peran apoteker dalam berbagai sektor industri kesehatan dan kecantikan nasional. (*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu