Pola Persebaran Penyakit Kelebihan Berat Badan dan Gizi Buruk pada Negara Berpenghasilan Rendah-Menengah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Pidjar com

Banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah saat ini menghadapi beban ganda dari penyakit, salah satunya yang disebabkan oleh status gizi. Gizi buruk dan kelebihan berat badan  merupakan dua kondisi status gizi yang berkebalikan yang sudah terbukti mengganggu kesehatan seseorang. Beban ganda dari gizi buruk dan kelebihan berat badan  terjadi ketika sebagian masyarakat mengalami kekurangan gizi dan sebagian masyarakat lainnya mengalami kelebihan berat badan  pada waktu yang bersamaan.

Penelitian ini merupakan kolaborasi internasional yang menunjukkan perkiraan geospasial dari prevalensi gizi buruk dan kelebihan berat badan  pada anak di bawah 5 tahun di 105 negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMICs) dari tahun 2000 hingga 2017. Kejadian gizi buruk menurun secara keseluruhan di seluruh LMIC antara tahun 2000 dan 2017, dari 8,4% (62,3 (55,1-70,8) juta) menjadi 6,4% (58,3 (47,6-70,7) juta), tetapi diperkirakan akan tetap di atas Target Nutrisi Global yang dicanangkan oleh WHO sebesar <5% di lebih dari setengah LMIC pada tahun 2025. Prevalensi kelebihan berat badan meningkat dari 5,2% (30 (22,8-38,5) juta) pada tahun 2000 menjadi 6,0% (55,5) (44,8-67,9) juta) pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun pada tahun 2017. Area-area yang paling terpengaruh oleh beban ganda gizi buruk dan kelebihan berat badan  berada di Indonesia, Thailand, Cina tenggara, Botswana, Kamerun, dan Nigeria tengah. 

Penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mengalami beban ganda yang disebabkan oleh gizi buruk dan kelebihan berat badan , dimana seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang belum merata, kasus gizi buruk masih tetap terjadi pada sebagian masyarakat sementara kasus kelebihan berat badan  mulai muncul pada sebagian masyarakat lainnya. Hal ini merupakan tantangan tersendiri yang harus dipertimbangkan oleh pembuat kebijakan dan pelaksana supaya kesehatan masyarakat secara umum dapat ditingkatkan. Taksiran yang dihasilkan dari penelitian ini dapat memberikan perspektif baru untuk peneliti, pembuat kebijakan dan lembaga kesehatan masyarakat dalam upaya mereka untuk mengatasi permasalahan global pada anak di negara berpenghasilan rendah dan menengah ini.

Penulis: Ninuk Hariyani, drg., M.Kes., MPH., PhD.

https://www.nature.com/articles/s41591-020-0807-6

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Kinyoki DK, Ross JM, Lazzar-Atwood A et.al. Mapping local patterns of childhood overweight and wasting in low- and middle-income countries between 2000 and 2017. Nature Medicine, 2020. 26; p. 750–759. DOI: 10.1038/s41591-020-0807-6

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu