Korelasi Antara Jurusan Perpustakaan dan Ilmu Informasi UNAIR pada Artikel Scopus sebagai Syarat Baru Perguruan Tinggi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi belajar di perpustakaan. (Sumber: Tirto.ID)

Universitas negeri di Indonesia ditekankan untuk meningkatkan jumlah publikasi mereka setiap tahun. Hal ini dilakukan agar peringkat universitas negeri di Indonesia bisa naik secara internasional. Pemerintah menetapkan auturan bagi pendidikan tinggi, baik negri maupun swasta untuk mempublikasikan artikel ilmiah mereka pada jurnal internasional terindeks Scopus.

Scopus merupakan web penilai jurnal secara global yang dikelola oleh perusahaan bernama Elsevier. Selain itu, bagi para dosen yang ingin mengajukan kenaikan pangkat atau jenjang karier di universitas, mereka harus memenuhi kumulatif publikasi tiap tahun. Ha ini dilakukan agar kualitas pendidikan tinggi di Indonesia bisa diukur, sehingga tidak terkesan berajalan ditempat. Dengan memperbanyak publikasi, universitas juga mempunyai banyak sumber literasi bagi para akademisi lain, khususnya mahasiswa yang masih dalam masa perkembangan.

Universitas airlangga (UNAIR) sebagai universitas negeri tentunya juga menjalankan aturan serupa mengenai publikasi. Ilmu perpustakaan sebagai jurusan dimana para mahasiswanya dididik untuk menjadi pemandu pencari informasi tentunya juga diwajibkan untuk memperbanyak jumlah artikel ilmiah mereka. Perpustakaan sebagai jantung informasi bagi perguruan tinggi tentunya harus dikelola oleh orang yang terus mengembangkan skill mereka pula.

Hal menarik yang perlu dicermati pada jurusan ilmu perpustakaan yakni jurusan ini juga mencakup ilmu informasi pula sebagai mata ajar kurikulum mereka. Ilmu informasi lebih terkait pada pengelolaan data sains serta manajemen data pada tekbologi cloud, sedangkan jurusan perpustakaan lebih menekankan pada pelayanan pada pemustaka dan manajemen fasilitas perpustakaan. Hal ini dilakukan untuk memperkaya perpustakaan, dimana era digital mengubah poal hidup akademisi dan tren permintaan akan informasi yang dibutuhkan oleh mereka.

Korelasi antara Jurusan Perpustakaan dan Ilmu Informasi lewat Scopus

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena penelitian ini berbasis studi kepustakaan dan tidak menggunakan responden sebagai objek penelitian. Data dikumpulkan melalui teknik data mining lewat website Scopus dan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Data primer pada penelitian ini meliputi artikel tentang “perpustakaan” yang dipublikasikan oleh UNAIR dengan mengacu pada sitasi, kata kunci, target jurnal, dan topik.

Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa mayoritas penelitian akademisi ilmu informasi dan perpustaan lebih didominasi oleh topik tentang ilmu informasi dibandingkan layanan pustakawan. Hal ini dikarenakan dalam era serba digital seperti sekarang, manajemen E-library dirasa lebih perlu ditonjolkan untuk diteliti lebih lanjut agar bisa mengatasi persoalan sekitar pengelolaan budget yang terbatas, manajemen ruangan untuk penambahan koleksi, serta masalah pemenuhan kebutuhan informasi para mahasiswa yang semakin beragam.

Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa artikel para akademisi tentang manajemen perpustakaan lebih banyak berkaitan tentang penambahan repository berbasis digital dibandingkan pengelolaan sarana. Artikel ilmiah tetang pelayanan perpustakaan masih ada yang berhubungan dengan kualitas pelayanan dan standar pelayanan perustakaan nasional, namun masih tetap berhubungan dengan pengelolaan ilmu informasi sebagai acuan literasi.

Jika dilihat dari segi topik, penelitian ini menunjukkan bahwa ilmu informasi berhubungan dengan masyarakat digital dan pelayanan perpustakaan. Hal ini dikarenakan setiap perpustakaan sekarang telah mengadopsi sistem digitalisasi koleksi mereka dan memfasilitasi pemustaka yang ingin berkomunikasi dengan humas perpustakaan lewat chanel media sosial. Dengan menggunakan media sosial, pemustaka bisa lebih terbuka dalam mengemukakan pendapat mereka seputar pelayanan pustakawan atau tren permintaan informasi yang diperlukan.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa lewat standar manajemen perpustakaan berbasis digital, UNAIR bisa meningkatkan kualitas pendidikan mereka lewat pemenuhan kebutuhan informasi bagik bagi para mahasiswa mauun dosen agar bisa meningkatkan peringkat mereka dimata global. Semiakin maju suatu perpustakaan khususnya dalam pengelolaan berbass digital, semakin berkembang pula pola piker akademisi, sehingga akan makin banyak pula menghasilakn penelitian berkualitas.

Ilmu informasi berkaitan erat dengan perpustakaan, walaupun kedua jurusan itu berbeda. Berdasarkan kriteria sitasi, artikel yang ditulis oleh UNAIR  didominasi dengan ilmu informasi yang digunakan di perpustakaan. Hanya beberapa artikel yang merupakan subjek perpustakaan murni. Dapat dikatakan bahwa ilmu informasi dan perpustakaan selalu terkait dalam artikel yang ditulis oleh akademisi Universitas Airlangga yang direkam oleh Scopus. Selain itu, peningkatan mutu perpustakaan juga berpengaruh terhadap peringkat UNAIR agar diakui ditingkat global.  Semaikin tinggi pengelolaan koleksi perpustakaan, terutama pengellaan koleksi digital, semakin baik pula kualitas akademisinya.

Penulis: I Made Narsa

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://www.ijicc.net/images/vol12/iss12/121292_Nugroho_2020_E_R.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu