Residu Karbofuran Dapat Menyebabkan Kerusakan Ginjal Anak Mencit Masa Laktasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi laktasi. (Sumber: popmama.com)

Karbofuran (C12H15NO3; 2,3-dihydro-2,2-dimethyl-7ben-zofuranol methyl carbamate) yang memiliki nama dagang furadan merupakan insektisida berspektrum luas yang biasa dipakai untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Karbofuran juga dipakai sebagai nematisida dan acarisida. Penelitian residu karbofuran pada buah melon di Grobogan Jawa Tengah menunjukkan residu karbofuran yang melebihi ambang batas yang ditetapkan yaitu > 0,09 ppm. Residu karbofuran pada sampel daging sapi di Blora tahun 2005 mencapai 169,17 ppb (0,17 mg/kg) melebihi nilai BMR (Batas Maksimum Residu) daging sapi sebesar 50 ppb (0,05 mg/kg).

Masa laktasi menyebabkan ibu-ibu lebih rentan terhadap senyawa kimia tertentu dibandingkan dengan ibu-ibu yang tidak menyusui. Jaringan lipid dalam tubuh mamalia mampu mengakumulasi kontaminan lipofilik termasuk metabolit insektisida. Hal ini menyebabkan perpindahan metabolit insektisida dari induk ke anak menuju keturunannya selama masa laktasi sehingga menghasilkan transfer kontaminan transgenerasional. Kontaminasi metabolit insektisida dalam air susu induk yang tinggi karena aliran darah menuju payudara lebih cepat dibandingkan jumlah air susu yang disekresi.

Kerusakan sel oleh paparan karbofuran dikaitkan dengan pembentukan reactive oxygen species (ROS)atau radikal bebasdalam tubuh. Konsentrasi ROS yang tinggi berbahaya bagi makhluk hidup. Radikal bebas yang dibentuk oleh senyawa toksik dalam tubuh menyebabkan cedera sel. Keracunan karbofuran mengakibatkan penurunan sistem pernafasan mitokondria yang mengarah pada peningkatan radikal bebas melalui peroksidasi lipid sehingga terjadi stres oksidatif berlanjut menjadi kerusakan jaringan.

Residu karbofuran menjadi perhatian penting mengingat bahwa karbofuran dapat masuk ke dalam tubuh seseorang lewat makanan yang tercemar. Seorang perempuan bisa terpapar karbofuran dari lingkungan sekitar yang berdampak pada bayi yang disusui termasuk berasal dari makanan. Hal  tersebut bisa saja menyebabkan kerusakan pada ginjal bayi yang sedang menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya infiltrasi sel radang, degenerasi tubulus, dan nekrosis tubulus ginjal anak mencit yang mendapat air susu dari induk yang terpapar karbofuran selama periode laktasi.

Ginjal menjadi target rentan stres oksidatif. Hal ini disebabkan ginjal memiliki PUFA (poly unsaturated fatty acids) yang banyak. Radikal bebas bereaksi dengan PUFA sehingga terjadi peroksidasi lipid. Peroksidasi lipid adalah proses suatu oksidan berperan sebagai radikal bebas bereaksi dengan lemak yang mengandung ikatan rangkap karbon. Peroksidasi lipid merangsang terjadinya kerusakan jaringan. Gambaran histopatologi kerusakan ginjal yang bisa diamati antara lain infiltrasi sel radang, degenerasi tubulus, dan nekrosis tubulus. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan derajat infiltrasi sel radang, degenerasi tubulus, dan nekrosis tubulus ginjal anak mencit seiring dengan peningkatan dosis karbofuran yang diberikan kepada induk selama masa laktasi.

Penulis : Epy Muhammad Luqman

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan di

http://www.ijpronline.com/ViewArticleDetail.aspx?ID=16565

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu