Selamat Jalan Sang Pahlawan Kesehatan, dr Miftah Fawzy Sarengat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Alm. dr. Miftah Fawzy Sarengat (kiri) bersama rekan sesama dokter saat bertugas. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Penghormatan terakhir baru saja usai diberikan kepada sosok yang telah berpulang dalam pengabdiannya melawan Covid-19, dr. Miftah Fawzy Sarengat. Segenap keluarga besar Universitas Airlangga turut (UNAIR) berduka melepas kepergian dr. Miftah yang menghembuskan nafas terakhir pada Rabu (10/6/2020).

Sebagai bentuk penghargaan, jenazah dibawa dari area RSUD Dr Soetomo menuju Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR untuk pelaksanaan upacara penghormatan. Seolah tidak dapat menutupi rasa duka dan terima kasih, barisan kolega dan orang-orang terdekat berjajar sepanjang jalan memberikan penghormatan terakhir.

dr. Miftah sendiri merupakan dokter yang tengah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Penyakit dalam di FK UNAIR dan tengah aktif bekerja di RSUD Dr. Soetomo. Kepergiannya menimbulkan duka mendalam karena mahasiswa FK UNAIR angkatan 2015 tersebut tinggal selangkah lagi untuk lulus menjadi dokter spesialis penyakit dalam. Namun takdir berkata lain, dokter muda yang setiap harinya berjibaku dengan pasien Covid-19 tersebut harus berpulang dalam tugas.

“Seminggu terakhir almarhum dirawat di ICU karena hasil swab positif Covid-19. Tapi meski kita sudah memberikan usaha yang terbaik, almarhum akhirnya berpulang pada pagi tadi sekitar jam setengah tujuh,” ungkap Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp. U(K) selaku Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR.

Wafatnya dr. Miftah sendiri tidak hanya disebabkan oleh Covid-19, melainkan juga penyakit bawaan lain yakni komorbid obesitas. Selain itu menurut hasil CT scan dada, diketahui bahwa dokter kelahiran 1 Mei 1986 tersebut juga menderita pneumonia.

“Kami mengenang beliau sebagai sosok dokter yang rajin, aktif, dan selalu ikhlas dalam mengemban tugas. Penghormatan dan doa yang kami gelar di halaman FK UNAIR diharapkan juga menjadi pengingat besarnya pengorbanan seorang dokter. Maka dari itu saya turut mengingatkan kepada seluruh tenaga kesehatan untuk tetap kuat dan menjaga kesehatan di masa sulit ini,” kata Prof. Soetojo.

Upacara penghormatan yang dilaksanakan di depan Gedung FK UNAIR sendiri dihadiri oleh beberapa perwakilan baik dari fakultas, rektorat, rumah sakit, maupun kerabat terdekat. Selama pelaksaan, semua pihak menerapkan protokol physical distancing serta menggunakan masker dan face shield.

Selamat jalan dr. Miftah, terima kasih telah berjuang.

Penulis: Intang Arifia

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu