Probiotik Asli Indonesia Lactobacillus plantarum IS-10506 sebagai Profilaksis Penyakit Saluran Cerna

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi penyakit saluran cerna. (Sumber: Dokter Sehat)

Probiotik telah terbukti mempersingkat durasi diare pada anak-anak. Pemulihan dari diare terkait erat dengan perbaikan epitel usus yang rusak. Lactobacillus plantarum IS-10506 adalah salah satu probiotik asli Indonesia yang berasal dari dadih, susu fermentasi dari Sumatera. Probiotik ini berdasarkan penelitian sebelumnya telah terbukti menunjukkan efek regeneratif pada epitel usus yang diwakili oleh ekspresi berbagai protein seperti Galectin-4, Myosin-1a, Occludin dan ZO-1. Sebuah studi diperlukan untuk menunjukkan peran probiotik Lactobacillus plantarum IS-10506 terhadap regenerasi struktur epitel usus sehingga dilakukan penelitian ini untuk mencapai tujuan tersebut, dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM).

Penelitian terhadap hewan coba ini menggunakan 64 tikus putih galur sprague-Dawley (Rattus norvegicus), berusia 12 minggu dengan berat 100 – 120 gram yang kemudian dirandomisasi menjadi 4 kelompok, yaitu K1 (kelompok kontrol/ plasebo), K2 (kelompok Lipopolysaccharide (LPS) Escherichia coli O55:B5), K3 (kelompok LPS Escherichia coli O55:B5 + Lactobacillus plantarum IS-10506), dan K4 (kelompok Lactobacillus plantarum IS-10506 + LPS Escherichia coli O55:B5 + Lactobacillus plantarum IS-10506). Evaluasi struktur anatomi permukaan epitel usus (ileum) dengan menggunakan SEM dilakukan pada hari ke-3, 4, 6 dan 7 di masing-masing kelompok percobaan.

Pada hari ketiga percobaan, dua hari setelah pemberian LPS Escherichia coli O55:B5 pada semua kelompok kecuali kelompok K1, kerusakan vili dan epitel usus didapatkan pada semua kelompok yang diberikan LPS Escherichia coli O55:B5. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nikaido pada tahun 1996 yang menunjukkan bahwa pemberian LPS secara parenteral dapat menginduksi kerusakan pada mukosa usus. Kerusakan terparah terjadi pada kelompok K2 dan kerusakan teringan ditemukan pada kelompok K4. Penelitian sebelumnya dengan menggunakan heat-killed Lactobacillus plantarum L-137 juga melaporkan peningkatan vili dan epitel usus di semua segmen usus dibandingkan dengan kontrol, sehingga dapat mempertahankan fungsi usus dengan mencegah infeksi dan penyakit pada mukosa usus.

Pada hari keempat percobaan, sedikit perbaikan dalam struktur vili dan epitel usus diamati pada kelompok K2, tetapi strukturnya masih tidak beraturan. Perbaikan yang lebih baik diamati pada kelompok K3 dan perbaikan terbaik terjadi pada kelompok K4. Peningkatan perbaikan struktur vili dan epitel usus terjadi pada semua kelompok pada hari ketujuh percobaan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemberian probiotik dapat mempercepat perbaikan epitel usus. Sebuah studi pada ileum tikus putih galur Wistar juga menyebutkan bahwa probiotik (Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus helveticus) mempercepat perbaikan kerusakan mukosa usus yang tampak pada panjang vili, kedalaman dan ketebalan dinding usus. Studi lain juga melaporkan bahwa probiotik Lactobacillus casei MTCC 1423 mempercepat perbaikan (berkurangnya trofozoit dan peningkatan morfologi histologis dengan pewarnaan hematoksilin eosin) pada tikus Balb/c malnutrisi yang terinfeksi Giardia lamblia.

Sebagai kesimpulan dari penelitian ini, SEM menunjukkan bahwa semua kelompok mengalami regenerasi setelah terjadi kerusakan vili dan epitel usus dengan regenerasi tercepat diamati pada kelompok K4 yaitu kelompok yang mendapatkan preventif probiotik Lactobacillus plantarum IS-10506 selama 6 hari sebelum terpajan (LPS) Escherichia coli O55:B5 dan dilanjutkan dengan pemberian probiotik selama 7 hari pasca pajanan LPS. Temuan ini menunjukkan bahwa Lactobacillus plantarum IS-10506 memiliki potensi terapi yang efektif, terutama ketika digunakan sebagai profilaksis pada penyakit saluran cerna. (*)

Penulis: Alpha Fardah Athiyyah

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

http://chimie-biologie.ubm.ro/carpathian_journal/Papers_11(5)/CJFST11(5)2019_2.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu