Status Gizi Lebih dan Gaya Hidup Tidak Sehat Pengaruhi Kejadian Menarche Dini pada Anak SD

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi menarche dini. (Sumber: Orami Parenting)

Kejadian menarche dini saat ini semakin meningkat dialami anak usia sekolah dasar. Perubahan kondisi sosial dan ekonomi pada saat ini menyebabkan penurunan usia menarche ke usia yang lebih muda (menarche dini). Dampak dari Menarche dini bisa menjadi pemicu timbulnya sel kanker pada payudara disebabkan adanya stimulus estrogen terhadap pembelahan sel epitel atau karena estrogen dan metabolitnya secara langsung bertindak sebagai mutagen.

Selain itu, anak yang mengalami menarche dini juga mempunyai resiko lebih tingi untuk mengalami menopause dini saat nanti sudah dewasa. Dengan terjadi menopause dini hal ini akan meningkatkan seseorang mengalami kelainan jantung dan juga tulang.

Usia remaja merupakan usia dimana seseorang akan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Seorang remaja wanita akan mengalami beberapa perubahan fisik dan juga timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder. Menarche atau menstruasi pertama kali merupakan tanda awal seorang remaja perempuan memasuki masa reproduksi, biasanya menarche akan dialami remaja putri pada usia 12 tahun. Menarche bisa datang lebih cepat sebelum usia 12 tahun karena beberapa hal. Menarche dini disebabkan oleh faktor genetik, status gizi, dan gaya hidup.

Asupan gizi merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi pembentukan hormon, dengan asupan gizi yang lebih dapat mempercepat pembentukan hormon – hormon yang mempengaruhi datangnya menarche lebih awal.

Berdasarkan penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa pada tahun 2017 di SDN Kertajaya 4 dan SDN Kertajaya 9 Surabaya didapatkan 31 dari 232 anak atau sebanyak 13,4% telah mengalami menarche dini dengan rentang usia 9 – 11 tahun. Hasil wawancara secara acak pada 18 anak didapatkan 17 anak suka mengonsumsi makanan siap saji dan makanan ringan/snack.

Data riskesdas tahun (2018) terjadi peningkatan pada remaja yang mengalami obesitas dimulai tahun 2007 sebesar 18.8%, 2013 sebesar 26.6% dan tahun 2018 meningkat menjadi 31%. Di Jawa Timur prevalensi obesitas pada remaja  masih cukup tinggisekitar 30%.

Menarche atau menstruasi pertama kali yang dialami remaja putri disebabkan adanya Adipocyte-derived hormone Leptin yang berasal dari lemak tubuh. Peningkatan kadar leptin dalam darah dapat menyebabkan peningkatan kadar LH (Luteizing Hormone). Peningkatan LH berhubungan dengan peningkatan estradiol dan awal menarche.

Perubahan gaya hidup pada remaja juga penting untuk diperhatikan. Gaya hidup merupakan kebiasaan sehari – hari yang dilakukan remaja putri yang berkaitan dengan olahraga, konsumsi soft drink, dan makanan fast food. Konsumsi soft drink yang mengandung pemanis buatan cenderung meningkatkan LH, sehingga hal ini yang menyebabkan seorang remaja putri akan lebih cepat mengalami menarche atau yang sering disebut dengan menarche dini.

Makanan fast food banyak mengandung pemanis buatan, lemak,dan zat aditif yang bisa meningkatkan risiko lebih tinggi mengalami menarchelebih awal. Mayoritas remaja suka mengonsumsi makanan ringan/ (snack) dengan frekuensi lebih sering. Kebanyakan snack yang dikonsumsi mengandung tinggi garam dan kalori dimana kandungan garam dan kalori yang terlalu tinggi dalam tubuh kurang baik bagi kesehatan remaja, karena bisa memicu penyebab obesitas

Menarche dini lebih banyak dialami oleh remaja putri yang mempunyai gizi lebih atau mengalami kegemukan yang artinya semakin tinggi status gizinya atau semakin mengalami penambahan berat badan maka semakin rendah usia munculnya menarche dengan kata lain seorang remaja putri akan lebih cepat mengalami menstruasi awal dengan usianya yang lebih muda.

Remaja yang mengalami menarche dini mayoritas mempunyai gaya hidup yang tidak sehat dimana sering mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak, pemanis buatan, kadar garam tinggi dan juga makanan cepat saji. Hal ini menyebabkan semakin tidak sehat gaya hidupnya maka remaja putri akan memiliki resiko lebih tinggi mengalami menarche dini. .Hal ini disebabkan karena makanan yang  mengandung lemak, terutama yang berasal dari hewani akan mengakibatkan pengingkatan kadar estrogen. Oleh karena itu perlu diperhatikan bagi remaja putri untuk tetap menjaga gaya hidup dan status nutrisi yang baik untuk mencegah terjadinya menarche dini. (*)

Oleh: Iqlima Dwi Kurnia

Informasi detil dari tulisan ini dapat dilihat pada tulisan kami di:  Journal of Global Pharma Technology 12(1), pp. 479-483

https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85083402179&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=kurnia&st2=iqlima+dwi&nlo=1&nlr=20&nls=count-f&sid=522197c2a4882d4aadeb0ec43a097101&sot=anl&sdt=aut&sl=39&s=AU-ID%28%22Kurnia%2c+Iqlima+Dwi%22+57204563439%29&relpos=1&citeCnt=0&searchTerm=

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu