Karakteristik Ketenagaan Berhubungan dengan Hasil Maternal yang Parah di Rumah Sakit Tersier di Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh tribunnews com

Kematian maternal di Indonesia berada pada kondisi yang mengkhawatirkan. Lebih dari 90% kematian maternal terjadi di negara berkembang. Di antara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia menduduki peringkat keempat dengan angka kematian ibu tertinggi. Terdapat 305 kematian per 100.000 kelahiran hidup di Indonesia pada tahun1991 sampai 2015. Ironisnya, sekitar 41,9% kematian ibu terjadi di rumah sakit umum dan 16,1% di rumah sakit swasta, sementara 29% kematian ibu terjadi di rumah. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa hanya setengah dari wanita Indonesia yang memilih fasilitas kesehatan sebagai tempat bersalin.

Salah satu elemen penting dalam menunjang penurunan angka kematian maternal adalah ketenagaan. SDM di sini diartikan sebagai tenaga penunjang yang dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan layanan bersalin. Ketersediaan tenaga kerja dapat diukur dengan melihat rasio SDM dengan pasien, tingkat turnover, pendidikan, pengalaman, dan kepuasan kerja. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia masih mengalami kekurangan banyak tenaga kerja di berbagai fasilitas kesehatan masyarakat. Duton pada tahun 2017 melaporkan bahwa perawat menjadi salah satu tenaga kerja yang berkontribusi dalam pelayanan kesehatan. Peningkatan 10% jumlah perawat dengan gelar sarjana diyakini dapat menurunkan mortalitas sebasar 7% di rumah sakit. Sedangkan, kurangnya tenaga kebidanan secara signifikan juga dihubungkan dengan penerimaan kembali pasien dalam waktu 28 hari. Namun, hanya sedikit penelitian yang membahas keterkaitan antara ketenagaan dan hasil kesehatan maternal pada fasilitas kesehatan. Mengingat tingginya prevalensi dan proporsi kematian ibu yang terjadi di rumah sakit, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antarakarakteristik tenaga kerja bersalin (keperawatan dan kebidanan) dan hasil kesehatan maternal di rumah sakit tersier.

Penelitian yang kami lakukan menggunakan desain cross-sectional retrospektif. Penelitian dilakukan di sebelas unit bersalin di enam rumah sakit tersier wilayah Jawa. Data yang digunakan yaitu rekam medis elektronik dan data personel yang terintegrasi dengan sistem informasi rumah sakit yang terdiri dari 8.266 data.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa karakteristik ketenagaan secara signifikan berkaitan dengan hasil kesehatan ibu. Rasio perawat dengan jumlah kelahiran serta rasio bidan dengan kelahiran keduanya berhubungan dengan hasil kesehatan maternal yang parah dalam arah yang berlawanan. Hal ini dapat dijelaskan bahwa adanya rasio perawat terhadap kelahiran yang lebih tinggi di unit bersalin dapat mengurangi risiko hasil ibu yang parah. Namun, peluangseorang wanita yang menderita akibat kondisi maternal yang parah akan meningkatketika mereka dirawat di unit dengan rasio bidan yang lebih tinggi dengan kelahiran.

Temuan ini mengindikasikan pentingnya SDM dalam meningkatkan kesehatan maternal di fasilitas kesehatan tersier melalui promosi perawatan. Hal ini juga bisa menjadi acuan interpretasi rumah sakit dalam menetapkan rasio satu pasien per salah satuperawat atau bidan di fasilitas kesehatan tersier.

Penulis: Ferry Efendi

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

http://kont.zsf.jcu.cz/artkey/knt-202001-0007_kvalita-zdravotnickeho-personalu-a-vztah-mezi-ni-a-komplikacemi-pri-porodu-v-indoneskych-terciarnich-nemocnicic.php

Makhfudli, M., Efendi, F., Kurniati, A., Pradanie, R., & Sebayang, S. K. (2020). Staffing characteristics and their associations with the severe maternal outcomes at Indonesian tertiary hospitals. Kontakt, 22(1), 40–46.

DOI: 10.32725/kont.2020.007

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu