Determinan Persalinan Pertama pada Ibu Berusia Remaja di Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh popmama com

Melahirkan bayi di usia remaja ternyata masih menjadi masalah kesehatan global saat ini. Setidaknya tercatat 16 juta kasus persalinan di usia remaja di bawah 19 tahun. Termasuk di Indonesia, Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2017 mencatat 36 dari 1000 bayi yang dilahirkan adalah dari Ibu yang berusia antara 15 sampai 19 tahun. Hal ini menunjukkan banyaknya remaja yang telah menjadi Ibu sebelum mencapai usia dewasa. Lebih jauh, laporan SDKI tersebut menyatakan bahwa 7% remaja di Indonesia telah dan atau menunggu proses persalinannya yang pertama kali. Meskipun usia pernikahan di Indonesia erat kaitannya dengan kultur budaya setempat dan kepercayaan masyarakat lokal, banyak penelitian yang menemukan tingginya resiko kematian ibu dan anak, berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan kegagalan anak tumbuh dan berkembang sangat erat berkaitan dengan kehamilan dan persalinan ibu di usia yang belum mencapai dewasa.

Faktor-faktor yang sering dilaporkan sebagai kontributor persalinan di usia remaja di antaranya adalah rendahnya tingkat pendidikan, kemiskinan, akses informasi yang tidak merata, dan tinggal di daerah yang terpencil. Meskipun pemerintah di Indonesia telah menetapkan usia minimum pernikahan bagi perempuan (16 tahun) harus disertai dengan persetujuan orang tua, nyatanya tingginya angka persalinan perempuan berusia remaja justru menginformasikan perlunya untuk meninjau ulang kebijakan tersebut. Hal inilah yang mendukung perlunya bukti ilmiah sebagai dasar yang dapat merekomendasikan pentingnya peninjauan kembali terhadap kebijakan pemerintah tentang usia pernikahan yang aman. Karenanya, penelitian ini kami lakukan dan befokus untuk menggali pemahaman yang lebih jauh tentang kontributor persalinan ibu yang berusia kurang dari 19 tahun di Indonesia.

Kami menggali kembali data SDKI yang dirilis atas kerjasama Badan Pusat Statistik dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dan Kementerian Kesehatan pada 2017 untuk mengungkap kondisi demografi Ibu yang melahirkan pertama kali di usia remaja di Indonesia, termasuk di antaranya tingkat pendidikan, indeks perekonomian keluarga, tempat tinggal, dan akses terhadap media informasi. Hasil penggalian kami menunjukkan bahwa proporsi terbesar pada Ibu yang melahirkan di usia remaja adalah kelompok dengan tingkat pendidikan yang rendah (lulusan SD, 5.275 orang), berasal dari keluarga miskin (2.465 orang), tinggal di daerah tertinggal (6.225 orang) dan tidak memiliki akses terhadap media informasi (seperti majalah ataupun koran, 7.552 orang; radio, 6.816 orang; televisi, 8.388 orang, atau pun internet, 7,831 orang).

Lebih jauh, temuan-temuan ini mengindikasikan adanya hubungan yang sangat erat, bahwa tingkat pendidikan yang rendah menjadi kontributor tingginya jumlah ibu melahirkan di usia remaja yang menjadi penyebab tingginya resiko kesehatan dan kematian ibu dan bayi di Indonesia. Secara tidak langsung, kami juga mengungkap adanya indikasi rendahnya tingkat pendidikan Ibu terhadap lemahnya posisi perempuan untuk memberikan kontribusinya dalam proses pengambilan keputusan di rumah tangga. Begitu juga tingkat kemiskinan yang memberikan dampak terhadap pernikahan usia dini dan rendahnya akses ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kemiskinan juga dikorelasikan dengan pernikahan dini sebagai usaha untuk menurunkan beban keluarga dan keluar dari tekanan ekonomi. Di sisi lain, persalinan ibu berusia remaja juga berkaitan dengan lokasi terpencil dan akses terhadap informasi yang kurang. Beberapa penelitian lain yang telah terdahulu mengungkap hal ini sebagai dampak rendahnya pemahaman tentang perilaku seksual yang aman bagi remaja dan rendahnya perencanaan kehamilan yang aman.

Simpulan kami pada penelitian ini bermuara pada pendidikan, kemiskinan, tempat tinggal, dan akses informasi sebagai kontributor yang perlu dibenahi untuk meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan Ibu dan anak. Meskipun, masih banyak hal lain yang perlu diperbaiki, kesetaraan hak atas kontributor-kontributor yang kami teliti perlu ditingkatkan untuk perempuan di Indonesia.

Penulis: Kusnul Chotimah, Dewi Elizadiani Suza, Ferry Efendi, Setho Hadisuyatmana, Erni Astutik, Ika Adelia Susanti

Informasi lebih lengkap tentang riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

http://www.sysrevpharm.org/?mno=108622

Kusnul Chotimah, Dewi Elizadiani Suza, Ferry Efendi, Setho Hadisuyatmana, Erni Astutik, Ika Adelia Susanti. Determinants of Adolescent First Births in Indonesia. SRP. 2020; 11(5): 241-245. doi:10.31838/srp.2020.5.36

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu