Metode Buzz Group Tingkatkan Efikasi Diri Pemberian ASI Eksklusif pada Wanita Hamil

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi pemberian ASI eksklusif. (Sumber: Alodokter)

Menyusui merupakan kegiatan pemberian makan bagi bayi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan ibu dan bayi. Di negara maju dan berkembang, banyak penelitian memberikan bukti kuat bahwa menyusui mengurangi insiden dan atau keparahan berbagai penyakit pada bayi dan ibu. Bayi harus disusui secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal.

ASI Eksklusif adalah pemberian ASI (Air Susu Ibu) saja selama enam bulan pertama tanpa minuman atau makanan tambahan lain. Setelah 6 bulan, pemberian ASI dengan makanan pendamping ASI, lalu ASI dilanjutkan sampai dengan dua tahun atau lebih. Hambatan terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah kepercayaan dan persepsi praktik pemberian ASI eksklusif, efikasi diri ibu yang tidak memadai dan pengetahuan serta pemahaman ibu tentang ASI eksklusif.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.33 tahun 2012 tentang pemberian ASI eksklusif, yaitu target pemberian ASI eksklusif untuk bayi berusia 0-6 bulan adalah 80%. Hasil survei yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Indonesia pada tahun 2015 diperoleh bahwa cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia untuk bayi 0-6 bulan adalah 55,7% dengan peningkatan 3,4% dari tahun sebelumnya yang 52,3%. Meski ada peningkatan, tetapi tetap saja tidak mencapai target.

Salah satu faktor penyebab pemberian ASI ekslusif yang gagal adalah efikasi diri pada ibu menyusui yang kurang baik. Efikasi diri menyusui adalah kepercayaan kemampuan seorang ibu dalam menyusui bayinya. Efikasi diri dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk faktor personal-sosial seperti usia ibu, tingkat pendidikan, pelatihan, jumlah kehamilan, pekerjaan, pendapatan keluarga dan pengalaman menyusui sebelumnya.

Efikasi diri dalam menyususi juga dipengaruhi empat faktor utama yaitu: (a) pencapaian kinerja (misalnya, pengalaman menyusui sebelumnya), (b) pengalaman perwakilan (menonton wanita lain menyusui, konseling sebaya), (c) persuasi verbal (misalnya: dorongan dari orang yang berpengaruh seperti teman, keluarga, dan konsultan laktasi), dan (d) pengaruh keadaan fisiologis dan / atau afektif seseorang (misalnya, rasa sakit, kelelahan, kecemasan, stres).

Wanita hamil perlu mendapatkan intervensi sebelum melahirkan untuk meningkatkan Efikasi diri dalam pemberian ASI eksklusif. Metode buzz group dianggap sebagai cara yang tepat untuk meningkatkan efikasi diri karena metode ini tidak pernah digunakan selama kelas ibu hamil, dan dianggap sebagai pembaruan cara pengajaran materi. Metode buzz group meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri siswa dalam memecahkan masalah pada pembelajaran sekolah sehingga metode ini diharapkan pada wanita hamil sehingga mereka dapat memberikan ASI eksklusif setelah melahirkan.

Metode ini telah diaplikasikan di Puskesmas Pucang Sewu pada Ibu hamil. Sejumlah 38 ibu hamil mengikuti kegiatan metode ini. Sebelum kegiatan dilakukan, para ibu hamil diukur tentang efikasi diri meyusui dengan kuesioner.  Metode buzz group yaitu adalah grup besar yang dibagi menjadi beberapa grup kecil, terdiri dari 4-5 orang oleh fasilitator. Kelompok dadakan yang tidak lebih dari lima orang akan membuat semua anggota kelompok terlibat aktif dalam diskusi. Pertemuan pertama, fasilitator mengatur tempat sedemikian rupa sehingga peserta dapat berhadapan dan bertukar ide dengan mudah. Kelompok kecil pada buzz group menentukan ketua, sekretaris. Semua anggota kelompok kecil berdiskusi mengenai ASI eksklusif, masalah yang dihadapi, pengalaman menyusui, cara menyelesaikan masalah, faktor yang mendukung dalam menyusui  dan lain-lain.

Pertemuan berikutnya kelompok kecil berkumpul lalu kembali ke kelompok besar untuk menyampaikan ide-ide yang muncul dalam kelompok kecil. Di akhir sesi, fasilitator meminta setiap kelompok untuk berpartisipasi aktif dalam menyampaikan hasil diskusi. Tujuan dari metode buzz group adalah agar peserta dapat memperoleh informasi dengan mendiskusikan kelompok-kelompok untuk menyelesaikan masalah dengan bertukar pendapat, sehingga pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan dapat diwujudkan.

Manfaat dari buzz group adalah memotivasi individu yang pemalu untuk mengekspresikan pemikiran mereka, menciptakan suasana yang menyenangkan, menghemat waktu, memungkinkan pembagian tugas kepemimpinan, menyediakan berbagai kegiatan belajar, dan dapat digunakan dengan metode lain.

Hasil aplikasi kegiatan tersebut menunjukkan metode buzz group  dapat meningkatkan efikasi diri ibu hamil tentang pemberian ASI eksklusif ditunjukkan dengan kuesioner efikasi diri menyususi setelah kegiatan. Metode ini meliputi empat sumber efikasi diri yaitu: pengalaman langsung, pengalaman tidak langsung, verbal persuasi, dan kondisi emosional. Modifikasi metode buzz  group meningkatkan efikasi diri menyusui dalam cakupan ibu hamil di Surabaya khususnya Puskesmas Pucang Sewu.

Hasil belajar yang diperoleh dalam metode buzz group adalah wanita hamil yang membandingkan persepsi yang mungkin berbeda tentang pemberian ASI eksklusif, membandingkan informasi yang diperoleh masing-masing responden sehingga responden dapat saling meningkatkan pemahaman, persepsi, informasi, interpretasi sehingga kesalahan dapat dihindari. Empat faktor yang mempengaruhi self-efficacy seseorang adalah pengalaman langsung, pengalaman tidak langsung, persuasi verbal dan kondisi emosional [13].

Metode buzz group yang disediakan mencakup faktor-faktor ini, sehingga peningkatan efikasi diri ibu pada kelompok perlakuan. Pengalaman sukses atau pengalaman langsung dapat meningkatkan kepercayaan diri dan keinginan kuat pada wanita hamil. Rasa pencapaian dapat meningkatkan kegigihan wanita hamil selama proses tersebut, sehingga dapat mengurangi kegagalan. Ibu yang memiliki pengalaman menyusui langsung cenderung lebih percaya diri untuk terus menyusui [23]. Pengalaman menyusui disampaikan dalam metode buzz group dalam kelompok kecil sehingga anggota lain dapat bertukar pendapat. (*)

Penulis: Lailatun Ni’mah, Retnayu Pradanie, Febyana Dwi Cahyanti 

Artikel lengkapnya dapat diakses melalui laman berikut ini:

https://www.psychosocial.com/article/PR270883/19234/

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu