Menilik Perendaman Ekstrak Air Daun Kelor Terhadap Kerusakan Telur Argulus Japonicus

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Merdeka.com

Penyakit ikan merupakan salah satu kendala dalam bisnis budidaya karena wabah penyakit yang dapat menyebabkan kematian ikan. Penyakit ini adalah hasil dari ketidakseimbangan antara inang, patogen, dan lingkungan. Salah satu patogen yang paling umum pada ikan famili Cyprinidae adalah parasit. Parasit adalah organisme yang hidup pada atau dalam organisme lain (inang), yang mendapatkan sebagian atau semua bagian dari nutrisi organisme dan menyebabkan tingkat kerusakan organisme yang tinggi. Parasit A. japonicus ditemukan di seluruh dunia dan menginfeksi budidaya air tawar.

Kecenderungan A. japonicus adalah pada sirip ekor, permukaan tubuh, sirip dada, sirip perut bawah, sirip punggung, operculum dan kepala. A. japanicus menjadi parasit dengan mengisap darah inang, menyebabkan kerusakan pada kulit inang melalui Maxillule dan preoral stylet. Luka yang disebabkan oleh A. japonicus pada tubuh ikan mengakibatkan cedera yang menyebabkan infeksi sekunder. Infeksi sekunder pada ikan yang telah melukai kulit dan permukaan tubuh dapat menyebabkan kematian yang tinggi. A. japonicus adalah ektoparasit yang mudah direproduksi dengan siklus hidup langsung yang membutuhkan inang untuk berkembang dari larva menjadi dewasa. A. japonicus berkembang biak dengan bertelur sekitar 20-250 telur. Kontrol populasi A. japonicus harus dilakukan untuk mencegah ikan dari terinfeksi.

Daun M. oleifera adalah bahan alami yang mengandung senyawa fitokimia. Senyawa fitokimia yang berfungsi sebagai insektisida termasuk saponin, tanin, flavonoid, alkaloid, terpenoid, steroid, sterol, fenol, polifenol, dan minyak atsiri. Kandungan bahan aktif dalam tanaman seperti flavonoid, saponin, alkaloid, dan tanin bersifat toksik secara farmakologis. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bahan aktif daun M. oleifera terhadap kerusakan telur A. japonicus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efek perendaman daun M. oleifera dengan konsentrasi berbeda terhadap kerusakan telur A. japonicus dan menentukan konsentrasi optimal daun M. oleifera yang dapat merusak telur A. japonicus hingga 100%. Penelitian ini diharapkan dapat mencegah infeksi parasit A. japonicus dalam budidaya ikan hias air tawar di Indonesia.

Penelitian ini menggunakan empat perlakuan ekstrak air, yaitu 0% (A), 4% (B), 6% (C), dan 8% (D) dengan lima kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlakuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kerusakan telur A. japonicus (P <0,05). Kerusakan telur A. japonicus terendah ditemukan pada perlakuan A, sedangkan yang tertinggi adalah pada perlakuan D. Ekstrak air daun M. oleifera dapat dimanfaatkan sebagai insektisida alami untuk mengganggu fase telur A. japonicus dengan konsentrasi 8% dalam ekstrak air.

Penulis : Dr Kismiyati

Informasi lebih detail dari penelitian ini dapat ditemukan pada jurnal ilmiah pada link berikut ini:

https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/441/1/012131

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu