Cerita Mahasiswi UNAIR Rayakan Lebaran di Taiwan saat Pandemi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS – Indonesia terkenal dengan mayoritas penduduknya yang merupakan seorang muslim. Hari Raya Idul Fitri atau biasa disebut lebaran tentunya menjadi momen yang sangat ditunggu–tunggu. Tradisi Lebaran menjadi sesuatu yang selalu dirindukan mulai dari takbiran, berkumpul bersama keluarga, hingga berbagai menu makanan yang selalu tersaji di meja makan seperti opor ayam, ketupat, hingga rendang.

Momen Lebaran tahun ini dirasakan berbeda oleh Nudiya Syaif Millah. Mahasiswi Universitas Airlangga (UNAIR) yang saat ini tengah menjalani program double degree di Asia University, Taiwan. Program tersebut merupakan program yang dimiliki oleh Fakultas Vokasi (FV) UNAIR. Oleh karenanya, Nudiya tidak bisa merasakan momen Idul Fitri di Indonesia seperti yang biasa dirasakannya.

Di samping rasa suka cita menyambut Lebaran, saat ini dunia tengah digemparkan oleh pandemi Covid-19 tak terkecuali Taiwan. Saat dihubungi oleh tim UNAIR News pada Senin (25/5/2020), Nudiya menceritakan bagaimana kondisi di sana saat ini. Ia menceritakan bahwa saat ini di Taiwan tidak ada lagi tambahan kasus positif baru. Kendati demikian, pemerintah setempat mewanti-wanti masyarakat untuk selalu waspada dan menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah.
“Alhamdulillah, sudah zero case. Pemerintah sudah mewanti-wanti untuk tetap waspada dan selalu menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah,” tuturnya.

Selain itu, Nudiya mengapresiasi kinerja pemerintah Taiwan dalam menangani pandemi ini. “Pemerintah benar-benar ketat dan luar biasa dalam menangani Covid-19 ini. Terlihat dari jumlah kasus yang benar-benar sedikit,” ucapnya.

Meski keberadaan masyarakat muslim yang merupakan minoritas di Taiwan, akan tetapi ia masih bisa merasakan suasana Lebaran di sana bersama mahasiswa lainnya. Mencari kue khas lebaran bahkan memasak makanan yang mengingatkan akan suasana Lebaran di Indonesia merupakan cara ampuh baginya untuk mengobati rindu.
“Belilah makanan yang memang mengingatkan dan meningkatkan vibes Lebaran seperti biskuit atau kue Lebaran yang jadi ciri khas lebaran di Indonesia atau bisa masak sendiri masakan khas Indonesia,” paparnya.

Bersilaturahmi dengan mahasiswa asal Indonesia lain dan makan bersama jadi agenda utama Nudiya saat lebaran di negeri orang. “Kegiatannya makan bersama, tapi sebelumnya kita (Mahasiswa asal Indonesia, Red) pastinya meluangkan waktu untuk memasak bersama. Setelahnya yang tidak kalah penting yaitu silaturahmi dengan mahasiswa Indonesia lainnya,” pungkasnya. (*)

Penulis : Icha Nur Imami Puspita
Editor : Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

Feri Fenoria Rifai

Feri Fenoria Rifai

Leave Replay

Close Menu