Peran Media Sosial dan Digitalisasi Partisipasi Politik pada Generasi Muda

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Robit.id

Digitalisasi  di  era  modern  telah  memberikan  peluang  bagi generasi muda  untuk  berpartisipasi  dalam bidang informasi dan  sosial  ini. Penggunaan  media  sosial  yang  terkonsentrasi telah  berkontribusi  pada  faktor  menakjubkan  di  antara  para pemilih di mana media sosial telah mengubah preferensi kaum muda  terhadap  hak  untuk  memilih.Penelitian  ini  bertujuan untuk  menyelidiki  kontribusi  dan  preferensi generasimuda terhadap   partisipasi   politik   dalam   diskusi   kontemporer di Indonesia.

Penelitian  ini  adalah  penelitian kuantitatif  dengan menggunakan teknik purposive random sampling untuk memberikan peluang yang sama bagi setiap responden. Mode pengumpulan data dalam  penelitian ini  menggunakan survei online. Mayoritas responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa universitas. Data  dikumpulkan  pada  April  2019 untuk menyelidikiminat generasi mudadalam pemilihan umum di  Indonesia. Penelitian  ini  menemukan  bahwa  media sosial  dan  situs  jejaring  sosial  (Social Networking Sites  atau SNS)  telah  menyediakan platform yang unik untuk mendiskusikan masalah politik dan   ‘mengambil   terpisah’ dalam  diskusi  politik.

Orang  memilih  untuk  berpartisipasi  dalam  politik  karena  berbagai  alasan.  Ini  adalah  cara terbaik  bagi  warga  negara  untuk  berpartisipasi  dalam  partisipasi  politik  untuk  membuat perubahan signifikan dalam masyarakat. Semakin orang-orang terlibat dalam politik di tingkat nasional,   kemungkinan   semakin   lebih   memahami   situasi   politik   di   negara   mereka   dan mengkritik   kesalahan   pemerintah.Oleh   karena   itu,   warga   dapat   mengatasinya   dengan menemukansolusi  untuk  masalah  mereka  jika  mereka  dapat  memahami  politik.  Namun,  jika warga  negara  khususnya  memiliki  pemahaman  politik,  maka  mereka  dapat  menjadi  bagian dari  tindakan  politik  atau  kegiatan  demokrasi,  maka  pemerintah  dapat  mewujudkan  tingkat kepuasan  masyarakat  di  antara  warga  negara. 

Partisipasi  politik  di  negara  mana  pun  akan mengarah  pada  penguatan  sistem  politik.  Jika  setiap  warga  negara dapat  berpartisipasi, maka akan  menjadi  sangat  sulit  bagi  pemerintah  untuk  mengabaikan permasalahan  warga  negara. Dengan  demikian,  peningkatan  keterlibatan dalam  kegiatan  politik  harus  memahami  masalah sosial-politik. Generasi  muda adalah  aktor  kunci  dalam  sebagian  besar  proses  perubahan  ekonomi  dan sosial.  Mereka  memiliki  konsepsi generasimuda  mereka  sendiri,  sejauh  dapat  dipelajari  dari beberapa  penelitian  tentang  fenomena  ini  yang  tampaknya  menghubungkan  transisi  dari generasi mudadengan kemampuan untuk menilai, mana yang salah dan mana yang benar, dan transisi dari generasimuda ke arah hak politik.

Konsep Youth- Inn

Setiap  tahun  pada  tanggal  28  Oktober  orang-orang  Indonesia  merayakan  ‘Hari  Sumpah Pemuda’. Mengingatkanpentingnya   kaum   muda   untuk   sikap   nasional   di   mana   mereka menghargaikontribusi generasi muda dalam kemerdekaan Indonesia. Menurut statistik, sekitar 64 juta populasi adalah generasi muda. Partisipasi  yang  berharga  dari generasi  muda  dalam masalah-masalah politik  telah  berkontribusi  pada  sejumlah  peristiwa politik,  demo,  dan  program bersejarah  lainnya,  yang  telah  mendukung  posisi  mereka  dan keinginan  yang  kuat  atas  kebutuhan mereka  dalam  struktur  politik.  Konsep Youth-Innjuga mendukung argumen penelitian ini dimana meningkatnya generasi muda untuk berpartisipasi dalam kampanye, protes, kampanye pemilihan umum dan banyak lagi.

Penelitian  ini  menggunakan  metode  penelitian  kuantitatif,  dan  kuesioner disiapkan  untuk mengumpulkan  data.  Data  dikumpulkan  pada  bulan  April  2019.  Penelitian  ini  dilakukan  di Indonesia.  Mode  pengumpulan  data  adalah  survei online,  yang  dilakukan  melalui Google Forms. Mayoritas responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa universitas. Penelitian ini juga mengalokasikan kerangka waktu untuk mengetahui fakta aktual dari situasi tersebut.

Sejarah  telah  membuktikan  bahwa  generasi  muda  telah  berhasil,  tetapi  tantangan  terus datang,  dari dalam dan  luar  negeri. Generasi  muda harus  belajar  dari  sejarah  untuk  memiliki identitas  dan  memiliki  fondasi  yang  kuat,  dan  untuk  mengetahui  di  mana  perubahan  harus diperjuangkan.  Penelitian  ini  menemukan  bahwa generasi di  Indonesia  termotivasi  untuk berpartisipasi dalam masalah politik, partisipasi mereka telah meningkatkan efikasi politik, dan dengan demikian perpecahan politik menjadi perhatian. Juga ditemukan bahwa variabel sosio-demografis  memengaruhi  individu  untuk  memilih  partai  atau  kandidat  tertentu.  Penelitian  ini  menyimpulkan  bahwa generasi  muda adalah  indikator  utama  perubahan dalam  masyarakat,  dan  di  masyarakat  Indonesia,  jumlah generasi  muda sangat  tinggi.  Ini adalah    kesempatan    emas    bagi    pemerintah    untuk    melibatkan generasi    muda dalam permasalahan yang dihadapi untuk mempertahankan kebijakan yang kuat di media sosial dan generasi muda.

Penulis: Muhammad Saud

Informasi detail tentang penelitian ini dapat dilihat di:

https://society.fisip.ubb.ac.id/index.php/society/article/view/160/127

Muhammad Saud, Rachmah Ida, Ansar Abbas, Asia Ashfaq, Araz Ramazan Ahmad. 2020. Media Sosial dan Digitalisasi Partisipasi Politik pada Generasi Muda: Perspektif Indonesia. Journal Society DOI : https://doi.org/10.33019/society.v8i1.160

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu