Penggunaan Kontras Tidak Berpengaruh pada Proliferasi Adipose Mesenchymal Stem Cell (AMSC)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh halodoc

Sindrom jantung koroner (SKA) merupakan salah satu penyumbang tertinggi angka kematian dan kecacatan di dunia. Pasca kejadian SKA, terjadi keterbatasan fungsi ventrikel jantung dalam memompakan darah. Apabila penurunan fungsi ventrikel ini terus mengalami perburukan, jantung akan jatuh dalam kondisi gagal jantung tahap akhir dan transplantasi jantung menjadi satu-satunya pilihan terapi. Tetapi, pilihan tersebut sangat terbatas karena hanya sedikit donor jantung dan komplikasi yang terkait sangatlah kompleks. Maka dari itu, strategi pengobatan terbaru jelas dibutuhkan sebagai alternatif terapi. Selama beberapa dekade terakhir, masih terus diupayakan untuk mencari stem cell yang mampu untuk meregenerasi miokardium dan memperbaiki fungsi jantung.

Beberapa penelitian terbaru menunjukkan peranan penggunaan jaringan adiposa subkutan atau adipocyte-derived mesenchymal stem cell (AMSCs) sebagai sumber stem cells dimana AMSCs memiliki potensi untuk berdiferensiasi menjadi beberapa jenis sel dan jaringan termasuk pembentukan sel jantung baru ke daerah otot jantung yang mengalami kerusakan. Beberapa transplantasi stem cell telah dikembangkan saat ini. Teknik tersebut antara lain dengan menggunakan operatif maupun non operatif. Dengan teknik operatif dilakukan bedah jantung terbuka kemudian stem cell yang telah disiapkan dimasukkan secara langsung pada daerah miokardium yang dituju. Teknik yang lain yaitu dengan pemberian stem cell secara infus langsung intravena maupun dengan injeksi langsung intrakoroner dengan bantuan kateterisasi jantung. Pada teknik pemberian intrakoroner dilakukan angiografi koroner dan kemudian stem cell yang disiapkan diberikan menuju area miokardium yang dituju.

Teknik pemberian stem cells dengan angiografi koroner menggunakan kontras untuk pelaksanaannya. Pemberian kontras ini di satu sisi juga dapat meningkatkan risiko terhadap viabilitas stem cell. Oleh karena itu kami melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui efek penambahan efek kontras media iodixanol pada viabilitas AMSCs.

Sampel AMSCs dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan yaitu, kelompok kontrol yang tidak diberi kontras media dan kelompok perlakuan yang diberi kontras media iodixanol. Setelah itu kelompok perlakuan dibagi lagi menjadi 7 kelompok yang secara berurutan mendapatkan dosis kontras media iodixanol dari tinggi ke rendah: 1mg/ml, 500 μg/ml, 250 μg/ml, 125 μg/ml, 62.5 μg/ml, 31.25 μg/ml, 15.625 μg/ml .

Berdasarkan hasil yang didapatkan dari MTT Assay pada pemberian kontras dengan dosis paling tinggi yaitu 1 mg/mL viabilitas AMSC sebesar 104.424% dan pada dosis paling rendah yaitu 15.625 μg/ml viabilitasnya sebesar 94.003%. Hal ini bermakna pemberian kontras media dosis tinggi akan meningkatkan viabilitas dan pemberian kontras media dosis rendah akan menurunkan viabilitas AMSCs tersebut. Peningkatan dan penurunan viabilitas ini secara statistic bermakna, tetapi dari hasil penelitian kami ini juga menunjukkan peningkatan dan penurunan viabilitas ini tidak menunjukan efek toksik terhadap sel.

Penulis : I Gde Rurus Suryawan

Detail tulisan artikel ilmiah populer ini dapat dilihat di:

https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/441/1/012174/pdf

G R Soekarno, I G R Suryawan, A Andrianto, W M Valentidenta. 2020. Contrast does not Affect Adipose Mesenchymal Stem Cell (AMSC) Proliferation. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 441

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu