Mengupas Refomasi Kebijakan Publik Indonesia dari Masa ke Masa

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

UNAIR NEWS – Program Studi Administrasi Negara (AN) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar seri kelas internasional yang mendiskusikan reformasi birokrasi serta kebijakan publik Indonesia dari masa ke masa pada Selasa (19/5/2020). Acara yang diisi oleh Profesor School of Bussiness UNSZ Canberra Prof. Mark Turner tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai prodi di UNAIR.


Dalam kuliahnya, Prof. Turner berpendapat bahwa terdapat beberapa tujuan penting perumusan kebijakan publik di era kontemporer. Beberapa di antaranya adalah kompetisi global, pembangunan berkelanjutan, mendukung demokratisasi, melawan pelemahan terhadap sistem administrasi, pembentukan good governance, serta mewujudkan kepuasan rakyat.


Karena itu, kini banyak negara yang mulai mereformasi kebijakan publiknya mengikuti perkembangan zaman. Menurut Prof. Turner, reformasi dapat diwujudkan dalam restrukturisasi kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan performa dan partisipasi publik, hingga e-governance.


“Indonesia adalah negara besar dengan lebih dari 250 juta penduduk. Negara ini butuh birokrasi yang besar. Dan yang paling penting tentunya reformasi birokrasi berkelanjutan bagi pengembangan nasional,” kata Prof. Turner yang juga seorang Adjunct Professor di prodi AN UNAIR.


Menurutnya, terdapat empat tipe kebijakan publik ideal bagi Indonesia dari masa ke masa. Pertama adalah model patronage yang berasal dari era pra-kolonial Jawa. Model ini membangun hubungan secara vertikal di mana terdapat pertukaran resources antara patrons dan clients. Pada era Orde Baru sistem patrimonial kembali muncul saat negara diperlakukan sebagai perpanjangan properti dari pemimpin. Model ini masih banyak terlihat di Indonesia, akan tetapi bukan lagi model dominan.


Model kedua adalah old public administration yang dibangun Soeharto berdasar sistem hierarki kantor, pembagian kerja formal, penunjukan berdasar prestasi, serta progress karir. Model ini menjadi dominan saat kemudian dikombinasikan dengan model patronage. Ketiga adalah new public management di mana aplikasinya berdasar prinsip pasar serta sektor privat. Model yang tengah berkembang ini selalu berfokus pada hasil dan performa. Model terakhir adalah new public service yang bertumpu pada prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas, kreativitas, improvisasi, profesionalitas, saluran distribusi alternative, serta pencarian solusi yang tepat bagi segala situasi.


“Indonesia mengalami tiga kali reformasi kebijakan publik. Pada tahun 1998 hingga 2003 melalui perubahan sporadis, tahun 2002 hingga 2010 yang berbentuk targeted reforms, serta tahun 2010 hingga reformasi birokrasi di masa SBY hingga Jokowi.” katanya.


Selain Prof. Turner, seri kuliah internasional yang diadakan melalui zoom tersebut juga menghadirkan berbagai pembicara lain seperti dosen Universitas Indonesia Kanti Pertiwi, Septalia Prananingtyas selaku perwakilan BAPPENAS, Kepala Prodi AN UNAIR Sulikah Asmorowati, serta Profesor AN UNAIR Prof. Jusuf Irianto. Acara tersebut digelar selama tiga hari mulai Senin (18/5/2020) hingga Rabu (20/5/2020).(*)


Penulis: Intang Arifia
Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu