Kegunaan Vitamin E sebagai Anti Oksidan Pencegah Penurunan Kadar Testosteron pada Pasien Kemoterapi Cisplatin

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Beragam manfaat Vitamin E. (Sumber: Tokopedia)

Pada tahun 2012, dilaporkan 14,1 juta kasus kanker baru dan 8,2 juta kasus kematian yang disebabkan oleh kanker di seluruh dunia. Di negara berkembang, 57% dari kasus kanker merupakan kasus baru dengan angka kematian 65%. Karsinoma testis menempati tempat keempat tertinggi pada kasus kanker dewasa di Amerika Serikat.

Cisplatin merupakan salah satu kemoterapi penting terutama pada kanker testis, kanker buli, kanker leher rahim, dan kanker nasofaring. Namun demikian cisplatin juga memiliki efek negatif pada organ testis normal. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa cisplatin dapat mengganggu proses pembentukan sperma dan fungsi hormon. Mekanisme cisplatin menurut Kilarkaje yaitu meningkatkan radikal bebas yang meyebabkan kerusakan sel di testis sehingga dapat menurunkan kadar testosteron.   

Vitamin E diketahui sebagai salah satu anti oksiidan yang baik. Sebuah penelitian oleh Traber dan Steven menyebutkan bahwa vitamin E dapat mencegah pembentukan radikal bebas. Dengan data-data diatas diharapkan vitamin E dapat mencegah kerusakan sperma dan sel testis melalui mekanisme pencegahan pembentukan radikal bebas.

Kami melakukan riset eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui kadar testosteron pada hewan coba tikus jenis Sprague Dawley setelah diberikan cisplatin dan vitamin E. Pada penelitian ini kami mendapatkan beberapa kesimpulan. Terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) kadar testosteron yang lebih rendah pada tikus yang mendapat terapi cisplatin dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan terapi cisplatin. Kemudian, tikus yang mendapatkan anti oksidan vitamin E dan cisplatin, memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi dibandingkan dengan tikus yang tidak mendapatkan anti oksidan vitamin E (p=0,003 dan p=0,001).

Hasil analisa kami, cisplatin sebagai salah satu obat yang telah banyak digunakan dalam dunia kedokteran memiliki efek terhadap penurunan kadar hormon testosteron. Hal ini sesuai dengan penelitian yang sebelumnya ada bahwa cisplatin dapat menyebabkan kerusakan testis melalui mekanisme peningkatan radikal bebas. Kerusakan pada testis yang terjadi antara lain apoptosis sel germinal, disfungsi sel leydig dan penurunan fungsi steroidogenic. Hasil yang kami dapatkan pada riset ini  sama dengan hasil riset yang pernah dilakukan oleh Aydiner dkk yaitu pada pemberian cisplatin 5 mg/kgBB dapat menurunkan kadar testosteron setelah 3 hari pemberian cisplatin.  

Peningkatan kadar testosteron kami temukan pada tikus yang mendapatkan vitamin E. Vitamin E bekerja sebagai pemutus rantai radikal peroxyl dan menghambat propagasi dari radikal bebas di membran sel dan lipoprotein plasma. Pada riset kali ini, kami menemukan bahwa peningkatan kadar testosteron terjadi pada kelompok tikus yang mendapatkan vitamin E 50mg/kgBB dan 200 mg/kgBB secara oral dalam 7 hari serta dilakukan pemberian cisplatin 5 mg/kgBB pada akhir minggu ketiga. Pada akhir minggu ke-7, kami mengambil sampel darah dari jantung hewan coba tersebut dan kemudian dilakukan pengecekan kadar testosteron dengan metode ELISA.

Pada penelitian ini, kami menggunakan dosis yang sama seperti penelitian sebelumnya oleh Gevrek dan Erdemir, dimana penelitian mereka menunjukkan bahwa vitamin E memberiikan proteksi terhadap radikal bebas pada testis dan sperma tanpa ada efek samping yang ditimbulkan. Walaupun demikian, pemberian dosis vitamin E yang lebih tinggi (200 mg/kgBB dengan 50 mg/kgBB) tidak menunjukkan peningkatan kadar testosteron yang signifikan (p=0,702). Dalam penelitian Yamauchi dan Azakawa, disebutkan juga bahwa dosis vitamin E yang terlalu tinggi dapat membntuk lipid hydroperoxyde yang akan berikatan dengan radikal bebas dan menyebabkan kerusakan membran sel.

Vitamin E memiliki efek yang baik terhadap kadar testosteron, meskipun demikian penelitian ini belum menggambarkan secara aktual kondisi pasien yang mendapatkan terapi cisplatin. Hal tersebut terjadi karena penelitian ini hanya menilai kadar testosteron setelah diberikan terapi, namun tidak menilai kadar testosteron sebelum terapi. Kemudian, kami hanya memberikan dosis tunggal cisplatin padahal cisplatin biasanya diberikan dengan dosis yang berbeda-beda.

Hasil penelitian ini menggambarkan kepada kita dua hal penting. Pertama, yaitu penggunaan kemoterapi cisplatin dapat menurunkan kadar testosteron. Kedua, penggunaan anti oksidan vitamin E dapat mengurangi efek samping penurunan kadar testosteron dari penggunaan terapi cisplatin.

Penulis: Lukman Hakim

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

http://juri.urologi.or.id/juri/article/view/545

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu