Potensi Substitusi Tepung Maggot dalam Formulasi Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan Lele Afrika

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ikan lele Afrika. (Sumber: Tribun Bogor)

Ikan lele (Clarias sp.) adalah salah satu komodtas penting perikanan, khususnya dalam budidaya air tawar. Ikan lele mendominasi budidaya air tawar dan menempati peringkat tiga setelah ikan mas dan ikan nila. Budidaya ikan lele meningkat secara signifikan pada 2015 berkisar 719.619 ton, 764,797 ton ditahun 2016, dan meningkat hingga 1.771.867 ton pada 2017.

Pakan adalah aspek penting pada proses budidaya yang mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Pakan menghabiskan sebagian besar biaya budidaya sekitar 60-70% dari biaya produksi yang harus dibayar oleh pembudidaya. Salah satu cara untuk meningkatkan laju pertumbuhan ikan lele dalam memenuhi permintaan pelanggan adalah dengan menerapkan budidaya menggunakan metode pemberian pakan buatan.

Sayangnya, satu hal yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan lele adalah bahwa pakan komersial sangat mahal karena kenaikan bahan baku protein utama. Tepung maggot adalah bahan baku yang mengandung nutrisi tinggi dengan harga lebih murah. Ini memiliki banyak keuntungan untuk menggunakan tepung maggot sebagai bahan baku pakan buatan yang mudah ditemukan di belahan dunia manapun, mengurangi limbah organik, tidak memerlukan teknologi tinggi untuk mendapatkannya.

Maggot bisa dibudidayakan dengan menggunakan media yang mengandung bahan organik. Dengan demikian dapat mengurangi pencemaran limbah organic. Maggot mengandung 30-40% protein. Konsentrasi protein yang tinggi menjadikan bahan ini sebagai salah satu alternative bagi pakan buatan. Selain itu, maggot memiliki anti-mikroba dan esensi jamur, itu akan meningkatkan kelangsungan hidup ikan jika mereka memakannya, ikan akan dilindungi dari segala penyakit yang disebabkan oleh jamur dan mikroba.

Substitusi tepung ikan dengan menggunakan tepung maggot 10% sebagai pakan buatan dalam budidaya ikan lele menunjukkan laju pertumbuhan tertinggi. Hal ini sebagai jawaban dari bahan pakan buatan yang mampu memenuhi kebutuhan pertumbuhan pada ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata laju pertumbuhan spesifik benih ikan lele dengan subtitusi manggot berkisar antara 3,0650-3,4425%.

Tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo selama 30 hari pembudidayaan menujukkan hasil bahwa tidak ditemukan kematian pada ikan. Hal ini nunjukkan bahwa formulasi tepung maggot sebagai subtitusi pakan buatan terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo menunjukkan hasil 100%. (*)

Penulis: Agustono, M. Lamid

Artikel lengkapnya dapat diakses melalui link berikut ini:

https://www.researchgate.net/publication/339485476_The_maggot_flour_substitution_potency_Hermetia_illucens_in_artificial_feed_formulation_on_growth_and_survival_rates_of_African_catfish_Clarias_gariepinus

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu