Potensi Asam Amino Lisin dalam Pakan Komersial untuk Pertumbuhan, Kandungan Protein, dan Asam Lemak Daging Ikan Patin

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Daging ikan patin. (Sumber: Pemkab Buleleng)

Salah satu ikan air tawar yang potensial untuk dibudidayakan di Indonesia adalah ikan lele (Pangasius sp.). Pada 2012 produksi ikan lele di Indonesia meningkat hingga 651.000 ton. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi ikan lele adalah melalui input produksi berupa pemenuhan kebutuhan nutrisi pakan ikan. Kebutuhan nutrisi pakan ikan adalah faktor terpenting yang dapat digunakan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Kualitas pakan dikatakan rendah jika kandungan asam amino esensial juga rendah. Asam amino esensial tidak dapat dibentuk atau disintesis oleh tubuh ikan atau udang, sehingga harus tersedia dalam pakan. Penambahan suplemen untuk memberi makan adalah memacu pertumbuhan, meningkatkan protein ikan lele, mengurangi kadar lemak pada ikan, dan meningkatkan efisiensi produksi.

Salah satu suplemen yang bisa diberikan untuk pakan adalah lisin. Lisin adalah salah satu asam amino esensial. Lisin memiliki peran untuk membentuk karnitin, yang memiliki fungsi sebagai penggerak pertumbuhan, untuk melindungi terhadap keracunan amonia, dan untuk meningkatkan pertahanan tubuh terhadap perubahan suhu yang ekstrem. Penambahan lisin dalam pakan dapat meningkatkan sintesis protein dalam tubuh ikan, sehingga kandungan protein dalam daging ikan akan meningkat dan mempengaruhi proses pertumbuhan ikan dan kelangsungan hidup mereka juga. Lisin juga memiliki fungsi sebagai bahan dasar antibodi darah, untuk memperkuat sistem peredaran darah, dan untuk mempertahankan pertumbuhan sel-sel normal.

Oleh karena itu, penambahan lisin ke dalam pakan diharapkan dapat meningkatkan pembentukan karnitin yang memiliki peran dalam oksidasi asam lemak. Asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Komposisi asam lemak pada ikan air tawar berbeda dengan kandungan asam lemak pada ikan air asin. Efek asam lemak jenuh menyebabkan peningkatan LDL (Low-Density Lipoprotein) dan juga dapat menurunkan HDL (High-Density Lipoprotein). Kekurangan asam lemak tak jenuh akan menyebabkan gangguan pada kesehatan ikan termasuk berkurangnya fekunditas, kemampuan untuk membentuk embrio dan pertumbuhan abnorman. Penelitian ilmiah tentang penambahan lisin ke pakan lele komersial pada pertumbuhan, protein, dan asam lemak lele belum dilakukan, sehingga perlu terobosan ilmiah penambahan lisin dalam pakan komersial untuk mengevaluasi potensi pertumbuhan, kandungan protein, dan asam lemak dalam daging ikan lele (Pangasius sp.).

Kandungan lisin dapat meningkatkan efisiensi pakan dan mengurangi konsumsi pakan. Penambahan lisin dalam makanan cenderung meningkatkan kandungan protein, lemak, dan energi dalam pakan. Kandungan energi dalam umpan juga dapat menentukan efisiensi pakan yang tinggi atau rendah. Selain itu, penambahan lisin dalam pakan dapat meningkatkan daya cerna ileum (usus), sehingga nutrisi dapat diserap dengan cepat agar ikan cepat puas, laju pertumbuhan tinggi, dan membuat efisiensi pakan meningkat. Lisin yang telah diberikan untuk pakan juga dapat meningkatkan kecernaan asam amino lainnya, salah satunya adalah asam amino tirosin yang tidak esensial yang dapat mengatur nafsu makan ikan dan respons tubuh terhadap stres.

Asam Lemak Jenuh (SFA) dalam penelitian ini menunjukkan hasil positif dengan penurunan persentase pada setiap perlakuan yang diberikan. Penambahan lisin 3,2 % dalam pakan komersial dapat menurunkan tingkat SFA menjadi 3,59% lebih rendah dari perlakuan kontrol, hal ini disebabkan karena lisin yang mengandung karnitin yang mampu melakukan metabolisme dengan baik dengan asam lemak yang dapat digunakan sebagai energi.

Sementara itu, kandungan MUFA tanpa penambahan lisin menunjukkan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan perlakuan dengan penambahan lisin. Hal ini disebabkan  adanya perbedaan pada metabolisme ikan patin, sehingga penambahan asam amino esensial lisin tidak menunjukkan peningkatan MUFA daging ikan patin. Kandungan asam lemak dalam tubuh tergantung pada kemampuan ikan dalam menguraikan asam lemak esensial baik anabolik maupun katabolik secara alami.

Nilai asam lemak tak jenuh PUFA dalam penelitian ini menunjukkan hasil positif di mana peningkatan kandungan asam lemak tak jenuh PUFA pada pakan komersial ditambahkan dengan asam amino lisin sebesar 2,2%  dan 3,2%. Penambahan lisin dapat meningkatkan kandungan asam lemak tak jenuh PUFA karena lisin mampu menghasilkan karnitin yang merupakan kunci dalam metabolisme asam lemak dalam tubuh ikan patin. Sejalan dengan itu, asam lemak jenuh dapat dimetabolisme dan dibentuk menjadi energi untuk pertumbuhan ikan. Hal ini disebabkan asam amino esensial lisin sebagai prekursor karnitin yang ditambahkan pada pakan komersial dapat membantu metabolisme asam lemak.

Penulis: Agustono

Artikel lengkapnya dapat diakses melalui link berikut ini:

https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/441/1/012018/pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu