IKA FK UNAIR Angkatan 2013 Sukses Salurkan Donasi ke Seluruh Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Donasi alat pelindung diri dari alumni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga angkatan 2013 telah tiba di Papua beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Padatnya rutinitas sebagai dokter internship tak membuat Inggrid Asali menutup mata dengan penyebaran COVID-19 yang berdampak pada jatuhnya korban jiwa. Termasuk dari kalangan tenaga medis. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan, ketika stok alat pelindung diri (APD) yang biasa digunakan tenaga medis mulai lenyap di pasaran.

Dari penelusurannya, Inggrid kemudian mengetahui bahwa hilangnya stok APD terjadi karena barang-barang tersebut dikirim ke sejumlah negara yang membutuhkan seperti Malaysia dan Singapura. Namun, sebagian lagi diduga telah ditimbun oleh para pengepul yang ingin mengeruk keuntungan besar, sehingga harganya melambung tinggi di pasaran.

Prihatin melihat kondisi yang ada, keluarga Inggrid di Kota Ambon akhirnya berinisiatif mengirimkan donasi berupa uang senilai 20 juta untuk dibelanjakan masker. Setelah menerima donasi itu, perempuan asal Maluku ini bergegas membeli beberapa jenis masker, lalu membagikannya kepada rekan-rekannya sesama tenaga medis secara gratis.

“Saya tawarkan lewat grup WhatsApp. Siapa yang butuh? Ternyata responnya banyak sekali. Terutama dari rekan-rekan tenaga medis di daerah yang semakin kesulitan dalam memperoleh masker. Mereka terpaksa memakai masker kain yang dicuci ulang. Bahkan, ada juga yang menggunakan popok bayi,” ungkap alumnus SMA Negeri 1 Ambon tersebut.

Ketika stok masker miliknya semakin menipis, sementara kebutuhan tenaga medis terus bertambah, timbul ide untuk melakukan penggalangan dana. Sadar jika dirinya tidak bisa bergerak sendiri, Inggrid pun mengajak teman-temannya dari alumni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga 2013 agar turut serta dalam kegiatan sosial yang diprakarsainya.

“Kami memutuskan untuk bertindak daripada duduk diam dan menanti bantuan. Sebagai tenaga medis, kami paling tahu kebutuhan apa saja dari rekan-rekan sejawat di lapangan,” tegas perempuan yang kini sedang menjalani internship di Rumah Sakit Ibnu Sina, Gresik.

Upaya Inggrid bersama sejumlah temannya ini rupanya disambut hangat oleh berbagai pihak. Banyak yang akhirnya bersimpati, kemudian mengirimkan donasi, baik berupa uang maupun perlengkapan medis lainnya seperti sepatu boots, masker, hazmat, serta vitamin.

Tim penggalangan dana alumni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga angkatan 2013 usai mengemas sejumlah alat pelindung diri (APD) untuk disalurkan kepada sejawat dokter di seluruh Indonesia. (Foto: Istimewa)

Salah seorang teman Inggrid yang ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana, Alvin Saputra, mengatakan bahwa kegiatan ini dimulai sejak 18 Maret lalu. Saat itu, permintaan APD yang masuk tidak banyak. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah tenaga medis, puskesmas, serta rumah sakit yang membutuhkan bantuan ternyata semakin bertambah.

Alvin menuturkan, awalnya, kinerja mereka belum tertata seperti sekarang. Sebab, jumlah anggota tim penggalangan dana terbatas. “Karena ingin meresmikan kegiatan ini, kami mulai membuat alur donasi. Jadi, untuk tenaga medis yang membutuhkan APD harus menghubungi hotline yang telah disediakan, selanjutnya baru kami proses,” sambungnya.

“Sebenarnya, kami hanya berniat menyalurkan donasi ke rekan-rekan yang berlokasi di Jawa Timur. Karena kalau keluar, memerlukan ongkos kirim. Lalu, kami mulai dibantu oleh beberapa jasa kargo yang bersedia memberikan delivery gratis, sehingga donasi dapat menjangkau seluruh Indonesia. Terakhir, kami berhasil mengirim ke Papua,” beber Alvin.

Keberhasilan alumni FK UNAIR angkatan 2013 dalam menyalurkan donasi ke ratusan puskesmas maupun rumah sakit di seluruh Indonesia, tidak lepas dari kolaborasi mereka bersama berbagai pihak. Mulai kalangan dokter, sosialita, hingga sejumlah brand terkenal.

“Kami mulai merasakan bantuan yang amat besar setelah Inggrid menghubungi beberapa dokter kecantikan di Surabaya, yaitu dr. Aji Bayu Chandra, dr. Erwin Sugito, serta dr. Nize Liliana. Mereka tidak hanya membantu secara materi, melainkan juga ikut menggerakkan para klien-nya untuk ikut berdonasi dan membantu packing APD setiap hari,” terang Alvin.

Dia memberi contoh, ada klien yang memiliki usaha wedding organizer, pabrik sepatu boots, pabrik kardus, desainer, brand kecantikan, penyedia jasa kargo sampai make-up artist, turut berpartisipasi dalam memberikan donasi sesuai kapasitasnya masing-masing.

“Rasanya senang sekaligus lega karena kami dapat membantu rekan sejawat, tetapi juga prihatin ketika mengetahui ada oknum-oknum yang melakukan tindakan bodoh, seperti menimbun APD, kemudian menjualnya kembali dengan harga tidak masuk akal,” ujarnya.

Sebagai tenaga medis, Alvin juga menghimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah adanya korban jiwa di kemudian hari. “Sementara itu, untuk pemerintah tolong tegas dengan persoalan menjelang lebaran dan mudik,” tandasnya. (*)

Penulis: Nabila Amelia

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu