Pertumbuhan Benih Kerapu Hybrid Cantang dengan Frekuensi Pakan Berbeda

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Benih ikan kerapu. (Sumber: Tribunnews.com)

Kerapu merupakan salah satu ikan yang banyak diminati oleh masyarakat umum karena ikan kerapu memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan salah satu produk ikan yang diekspor. Hal ini menyebabkan permintaan ikan kerapu meningkat mencapai 1,11% pada tahun 2016. Tingginya permintaan ikan kerapu menyebabkan masyarakat mengembangkan usaha pembenihan ikan kerapu. Usaha pembenihan ikan kerapu hybrid cantang merupakan suatu langkah yang baik untuk menyediakan benih dengan kualitas yang baik.

Permasalahan yang sering timbul dalam pembenihan ikan kerapu yaitu pakan yang diberikan kurang sesuai dan kualitas air yang buruk menyebabkan mortalitas benih ikan kerapu sangat tinggi bahkan dapat mencapai 90%. Pemberian pakan yang sesuai dan efisiensi sangat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan ikan yang optimal. Salah satu manajemen pemberian pakan yang sering digunakan yaitu frekuensi pemberian pakan. Frekuensi pakan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, jenis dan nafsu makan ikan itu sendiri.

Manajemen pemberian pakan merupakan salah satu syarat keberhasilan proses budidaya. Pemberian pakan yang sesuai dan efisiensi sangat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan ikan yang optimal. Salah satu manajemen pemberian pakan yang sering digunakan yaitu frekuensi pemberian pakan. Frekuensi pakan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, jenis dan nafsu makan ikan itu sendiri. Pada dasarnya ketiga faktor tersebut saling berhubungan. Semakin kecil umur ikan maka semakin sering frekuensi pakan yang diberikan. Hal ini berhubungan dengan waktu pengsongan lambung.

Pakan untuk benih kerapu yaitu harus selalu ada di wadah pememeliharaan (adlibitum). Pakan komersial diberikan dengan rentang waktu antara 1-2 jam agar tidak terjadi kanibalisme. Fase kritis ke 4 yaitu sering terjadi kematian dikarenakan benih bermetamorfosis yaitu pembentukan pigmen warna pada benih kerapu. Metamorfosis tersebut menyebabkan benih kerapu memerlukan kualitas nutrisi pakan yang lebih baik. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan laju pertumbuhan benih kerapu terhambat

Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian mengenai frekuensi pemberian pakan (3,4,5,6 kali/hari) terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan dan FCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pakan sebanyak 5 kali/hari dapat meningkatkan pertumbuhan sebesar 4,2%; efisiensi pakan sebesar 67% dan FCR paling minimum yaitu 1,55%. Pada perlakuan yang lain menunjukkan hasil pertumbuhan berkisar antara 3,3-3,8%; efisiensi berkisar antara 46-51% dan nilai FCR berkisar antara 1,99-2,26%. Hal ini berhubungan dengan lamanya saluran pencernaan dan waktu pengosongan isi benih lambung kerapu hybrid.

Ukuran saluran pencernaan ikan dalam tahap benih masih pendek, menyebabkan tingkat pencernaan lebih cepat. Laju pertumbuhan berhubungan dengan jumlah pakan yang diberikan dan kapasitas isi lambung. Jumlah pakan yang sesuai dengan kapasitas lambung dan laju pengosongan lambung atau sesuai dengan waktu ikan membutuhkan pakan, hal ini perlu dipertimbangkan karena pada saat itu ikan sudah lapar.

Nilai FCR yang lebih rendah menunjukkan bahwa pakan dapat dimanfaatkan dalam tubuh ikan untuk pertumbuhan lebih baik, sedangkan nilai konversi pakan yang lebih tinggi menunjukkan bahwa pakan yang diberikan untuk pertumbuhan ikan tidak efektif.  Semakin rendah nilai konversi pakan semakin baik karena jumlah pakan yang dihabiskan untuk menghasilkan berat tertentu lebih sedikit. Nilai FCR yang tinggi menunjukkan bahwa pakan yang digunakan kurang efisien dan menyebabkan biaya produksi yang tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembudidaya ikan kerapu hybrid sebaiknya menggunakan frekuensi pemberian pakan 5 kali/hari guna mendapatkan hasil pertumbuhan yang baik dalam budidaya.

Penulis : Lailatul Lutfiyah

Catatan Informasi detail riset ini dapat dilihat pada tulisan di :

https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/441/1/012078

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu