Kombinasi Bahan Pengencer Air Kelapa Muda, Fruktosa, dan Kuning Telur Tingkatkan Kualitas Sperma Ayam Kampung

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi ayam kampung. (Wartakini.co)

Produk ayam Kampung seperti telur dan dagingnya mempunyai keistimewaan dan sukar digantikan oleh komoditi lain. Namun, pertumbuhan, produktivitas dan reproduksinya  yang lambat menyebabkan tingginya nilai jual karena permintaan yang tinggi tidak diimbangi oleh peningkatan produksi. Mengatasi kondisi yang menghambat produktivitas ayam kampung, maka perlu alternatif dengan berbagai bioteknologi sederhana, dan hasilnya dapat diketahui dalam waktu yang relatif singkat. Salah satu teknologi reproduksi untuk meningkatkan produktivitas ayam kampung adalah dengan Inseminsi Buatan (IB).

Salah satu faktor yang dapat menentukan keberhasilan IB pada ayam adalah kualitas semen yang diinseminasikan, strain ayam, dosis inseminasi, dan waktu inseminasi. Kualitas semen tersebut bergantung pada kualitas semen saat penyimpanaan (preservasi), diantaranya suhu penyimpanan, bahan pengencer yang digunakan, dan termasuk sumber energi untuk spermatozoa. Rendahnya daya tahan hidup dan motilitas spermatozoa ayam di luar tubuh induk merupakan hambatan dari keberhasilan IB pada ayam sehingga perlu penambahan bahan pengencer semen yang dapat  mempertahankan dayaa hidup spermatozoa selama penyimpanan.

Dalam pengenceran semen ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu tingkat pengenceran dan komposisi pengencer. Tinggi rendahnya pengenceran semen tergantung pada volume semen, konsentrasi spermatozoa, persentase spermatozoa hidup yang motil dan keperluan dosis spermatozoa untuk IB. Syarat bahan pengencer yang baik adalah mampu mempertahankan pH semen, melindungi spermatozoa dari kejutan dingin (cold shock), dan mengandung nutrisi bagi spermatozoa.

Air kelapa muda adalah cairan isotonis alami yang banyak digunakan sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang, mencegah keracunan khususnya keracunan mineral. Air  kelapa  muda mengandung glukosa, mineral, vitamin dan protein. Air kelapa muda dapat mencukupi zat gizi yang dibutuhkan spermatozoa serta larutan penyangga yang masih stabil dan tekanan osmotik yang masih isotonis, dan terlindung dari efek cold schock.  Kuning telur sebagai bahan krioprotektan esktraseluler berfungsi sebagai media penyedia makanan, sumber energi, dan pelindung esktraseluler spermatozoa dari cold shock karena mengandung lipoprotein dan lesitin.

Sedangkan Penambahan 2% fruktosa ke dalam pengencer memberikan hasil yang lebih baik dalam mempertahankan motilitas spermatozoa. Pemberian fruktosa juga dapat mengurangi kecepatan rusaknya permeabilitas membrane spermatozoa sehingga sel spermatozoa dapat bertahan lama.

Pada kombinasi air kelapa, kuning telur dan fruktosa dalam bahan pengencer spermatozoa ayam kampung dapat memberikan sumber energi yang cukup untuk metabolisme permatozoa. Metabolisme tersebut bertujuan untuk menghasilkan ATP yang digunakan untuk motilitas spermatozoa. Bila persediaan fosfat organik dalam ATP dan ADP habis, maka kontraksi fibril spermatozoa akan terhenti sehingga motilitas juga berhenti. Agar motilitas dapat berlangsung, maka ATP dan ADP harus dibangun kembali. Untuk membangun kembali ATP dan ADP diperlukan sember energi dari luar. Sumber energi tersebut berasal dari karbohidrat dan lemak yang terdapat pada kuning telur dan fruktosa.

Lesitin dari kuning telur dapat melindungi dari sengatan dingin dan memberi cryoprotection ekstraseluler. Fosfolipid, kolesterol, dan lipoprotein densitas rendah dalam kuning telur juga merupakan faktor yang memberikan perlindungan terhadap kejutan dingin. Air kelapa adalah isotonik alami cairan yang mengurangi kerusakan membran morfologi, dan fruktosa berfungsi sebagai senyawa organik spesifik untuk spermatozoa. Kombinasi bahan pengencer air kelapa, kuning telur, dan fruktosa adalah salah satu alternatif yang dapat meningkatkan kualitas spermatozoa ayam kampung. (*)

Penulis: Siti Eliana Rochmi

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan:

http://www.veterinaryworld.org/Vol.12/July-2019/28.html

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu