Potensi Menjanjikan dari Terapi Stem Sel

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi terapi stem cell. (Sumber: Tirto.ID)

Robekan tendon atau ligamen merupakan hal yang umum terjadi. Robekan ini dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup pasien. Proses penyembuhan yang terjadi mungkin tidak sempurna dan menyebabkan pembentukan jaringan parut. Sebenarnya banyak pilihan terapi mulai dari fisioterapi, obat-obatan, injeksi steroid, dan operasi namun beberapa tidak memberikan hasil yang memuaskan. Misalnya terapi nonoperatif hanya dapat mengendalikan rasa nyeri dan operasi rekonstruksi mungkin membuat penurunan kekuatan otot dan tendon. Oleh sebab itu diperlukan terapi yang dapat memberikan hasil yang lebih memuaskan misalnya penggunaan stem sel yang telah dibuktiakn kegunaannya pada berbagai cedera jaringan.

Penggunaan stem sel untuk terapi menunjukkan hasil yang memuaskan sebagai terapi adjuvan karena kemampuan untuk memperbaharui diri, potensi diferensiasi, dan aktivitas imunomodulator. Terapi stem sel ini juga dapat diterapkan dalam menangani robekan tendon dan ligamen pada hewan dan manusia. Ada berbagai macam stem sel namun yang berguna khusus untuk menyembuhkan robekan tendon dan ligamen yaitu mesenchymal stem cells (MSCs). Mekanisme efek terapi stem sel ini diperkirakan dimediasi oleh mekanisme parakrin yang biasa dikenal dengan stem cells conditioned medium (CM) atau sekretom.

Sekretom atau CM adalah medium dimana stem sel dikembangbiakkan dan mengandung protein, lemak, asam nukleat, vesikel ekstraseluler (EV) atau mikrovesikel (MVs). Vesikel ini akan dikategorikan menjadi eksosom dan shedding vesicle. EV dan eksosom ini memniliki potensi efek regeneratif seperti anti-inflamasi dan penyembuhan tendon. Jika melihat aspek transplantasi stem sel seperti tumorgenisitas, penularan infeksi, dan ketidakcocokan imun maka sekretom atau CM cenderung lebih aman untuk digunakan. Sekretom juga bisa diproduksi dalam jumlah yang besar dan disimpan dalam waktu yang lama tanpa menghilangkan potensinya, tanpa menggunakan agen cyropreservatif yang beracun, dan dapat dimodifikasi untuk efek tertentu.

Penelitian in vitro mengguankan sekretom yang dilakukan pada tikus menunjukkan hasil peningkatan viabilitas sel, proliferasi sel, migrasi sel yang signifikan serta terjadi penurunan penanda inflamasi pada penggunaan sekretom. Selain itu sekretom juga meningkatkan tissue inhibitor of metalloproteinase (TIMP), suatu protein anti-inflamasi yang dapat memberi perbaikan biomekanis.  Sekretom juga dapat menurunkan proliferasi sel mononuklear pada darah tepi.

Sebuah tinjauan sistematis mengenai efek sekretom atau CM untuk terapi robekan tendon dan ligamen pada penelitian in vitro telah dilakukan. Tinjauan ini melibatkan lima jurnal yang memenuhi kriteria dari 852 artikel yang teridentifikasi. Tipe MSC yang banyak digunakan yaitu berasal dari sumsum tulang (dua jurnal), tendon (satu jurnal), jaringan adiposa (satu jurnal), dan amnion (satu jurnal). Kelima jurnal ini menggunakan hewan coba berupa tikus (tiga jurnal), mencit (satu jurnal), dan kuda (satu jurnal). Hanya satu dari kelima jurnal ini yang menjelaskan tentang keluaran fungsional sedangkan untuk keluaran biomekanis dilaporkan oleh ketiga jurnal yang lain. Keluaran fungsional dijelaskan oleh jurnal yang menggunakan kuda.

Pada penelitian ini dua kuda yang tidak mendapat sekretom atau CM mengalami cedera yang berulang sementara sebelas kuda mengalami perbaikan. Keluaran biomekanis ini mendukung efek positif sekretom pada terapi robekan tendon dan ligamen seperti menurunkan kekakuan tendon, meningkatkan beban maksimum. Hasil evaluasi ini didapatkan melalui pemeriksaan radiologis, histologis, immunofluorescence, dan polymerase chain reaction (PCR).

Jenis MSC yang digunakan akan mempengaruhi potensi regeneratif dan fenotip yang muncul. Efek terapi sekretom atau CM ini juga dibantu oleh subkomponen-subkomponen dari sekretom yaitu EV, eksosom, dan mikroRNA. Terbukti bahwa terjadi peningkatan proliferasi sel, viabilitas sel, dan migrasi sel pada kelompok yang diberikan sekretom atau CM. selain itu juga terjadi peningkatan diferensiasi tenosit dan menurunkan inflamasi. Keuntungan regeneratif ini didapatkan melalui efek parakrin pada MSC. Penggunaan sekretom atau CM yang menimbulkan efek samping hanya dilaporkan pada dua jurnal tetapi sayangnaya tidak dijelaskan efek samping yang muncul.

Sekretom atau CM memang dapat mempercepat proses penyembuhan tendon dan ligamen serta hampir selalu dihubungkan dengan perbaikan fungsional dan biomekanis pada penelitian preklinik (in vitro). Namun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaat sekretom pada penelitian klinis.

Penulis: Cita Rosita SP

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/32304180

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu