Aplikasi Spirulina Platensis Tingkatan Performa Sperma Ikan Wader Pari

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ikan wader. (Sumber: Rumah Fauna)

Ikan wader pari (nama umum: silver rasbora; nama ilmiah: Rasbora argyrotaenia) merupakan komoditas yang baru dibudidayakan sebagai ikan hias dan ikan konsumsi di Indonesia dan negara sekitarnya. Sebagai komoditas baru, budidaya ikan ini masih sangat terbatas sehingga untuk memenuhi permintaan konsumen terhadap ikan ini masih sangat mengandalkan penangkapan di alam. Pengembangan pembenihan ikan merupakan fokus utama pengembangan budidaya komoditas baru sebagai upaya peningkatan produksi benih tanpa melalui penangkapan di alam.

Pemijahan ikan wader pari di media budidaya baik secara alami maupun induksi menggunakan rasio perbandingan seks rasio jantan banding betina 2:1. Jumlah jantan yang lebih banyak pada rasio pemijahan menunjukkan bahwa jumlah sperma ikan jantan tidak mencukupi untuk membuahi semua sel telur betina jika menggunakan seks rasio 1:1. Selain itu, jumlah semen ikan wader pari jantan juga sangat sedikit. Kualitas dan kuantitas sperma ikan wader pari  juga perlu ditingkatkan untuk menunjang pengembangan teknologi pembenihan seperti pemijahan buatan dan kriopreservasi.

Terdapat faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas gamet pada ikan. Kandungan nutrien pakan seperti asam lemak, asam amino, dan vitamin merupakan faktor eksternal yang berpengaruh pada reproduksi ikan. Spirulina platensis adalah mikroalga yang dapat digunakan sebagai suplemen pakan untuk meningkatkan performa reproduksi pada induk ikan karena mengandung nutrien yang tinggi seperti vitamin (B1 and E), asam amino esensial (isoleusin, leusin, fenilalanin, metionin, valin and arginin), mineral, and asam lemak esensial (asam lemak linoleat and linolenat).

Penggunaan S. platensis pada pakan sebagai bahan suplementasi menunjukkan peningkatan gonadosomatik indeks (GSI) pada ikan sepat (Trichopodustrischopterus) dan meningkatkan produksi dan penetasan telur pada ikan yellowtail cichlid (Pseudotropheusacei).

Studi mengenai pengaruh suplementasi S. platensis supplementasi pada ikan selama ini hanya dilakukan pada ikan betina, sementara itu pada ikan jantan belum pernah dilakukan. Meskipun begitu penggunaan spirulina pada mamalia seperti tikus terbukti dapat meningkatkan produktivitas sperma dan kerbau. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi S. platensis pada pakan terhadap performa sperma ikan wader pari.

Suplementasi S. platensis pada pakan menggunakan binder (perekat) calcium ligno sulfonate dengan dosis 5g/kg pakan. Kemudian dicampurkan dengan serbuk spirulina sesuai dengan dosis uji dan selanjutnya dilarutkan pada 250 ml air per kg pakan. Setelah tercampur rata, larutan tersebut disemprotkan pada pakan yang digunakan. Pakan tersebut kemudian di simpan pada oven dengan suhu 60 ºC selama 24 jam agar kering sempurna sehingga siap untuk digunakan sebagai pakan uji.

Treatmen pakan uji dilakukan selama 14 hari. Hasil uji pada ikan wader pari jantan menunjukkan peningkatan volume semen, motilitas, konsentrasi, dan viabilitas sperm. Dosis terbaik yang dapat digunakan adalah 3% pada pakan yang diberikan. Hasil tersebut dapat diaplikasikan untuk menunjang pembenihan ikan wader pari khususnya dan ikan-ikan budidaya lainnya juga.

Penulis: Darmawan Setia Budi

Informasi lebih lengkap dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/441/1/012041

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu