Substitusi Pakan Komersial dengan Dedak Padi dan Suplementasi Tepung Kunyit

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Daging broiler. (Sumber: Intisari Online)

Senyawa asam fitat (myo-inositol hexakisphos phate) sulit terdegradasi dalam saluran pencernaan unggas dan ikan karena kompleks chelat ing yang kuat. Jika masalah senyawa fitat tidak dapat didegradasi, maka mineral dan protein yang penting akan dibuang dalam feses. Mengingat pentingnya mineral dan protein yang diikat oleh senyawa fitat untuk pertumbuhan ayam broiler, diperlukan alternatif untuk mengoptimalkan efisiensi pakan dengan memecah senyawa fitat.

Ayam broiler dan hewan monogastrik lainnya tidak dapat mencerna fitat. Salah satu alternatif untuk mengurangi kandungan fitat dalam pakan adalah dengan menggunakan bakteri penghasil fitase. Fitase dapat dibagi menjadi dua jenis karena aktivitas pada substrat, yaitu 3-phytase (EC 3.1.3.8) dan 6-phytase (3.1.3.26). Metabolisme yang berbeda dari enzim ini adalah 3-phytase mendegradasi asam fitat mulai dari ke-3 situs karbon, sedangkan 6-phytase menurunkan asam fitat mulai dari situs carbon ke-6.

Fitase diproduksi oleh mikroba atau jamur menghidrolisis fosfat di situs karbon ke-3, sedangkan fitase dari tanaman menghidrolisis fosfat dari situs karbon ke-6. Enzim yang dapat mendegradasi senyawa fitat yang disebut fitase. Banyak penelitian yang melaporkan bahwa enzim dapat diproduksi oleh bakteri yang dihubungkan dengan saluran usus hewan yang dikultur.

Oleh karena itu, bakteri penghasil fitase diperlukan untuk memecahkan masalah dalam menggunakan dedak padi untuk pakan ayam broiler. Penggunaan dedak padi, yang relatif murah, dalam pakan ayam broiler, akan dapat mengurangi biaya produksi. Penambahan bakteri enzim penghasil fitase ke dalam pakan tidak diragukan lagi akan membantu proses pencernaan ayam broiler. Fitase adalah salah satu enzim milik kelompok phosphatase yang dapat menghidrolisis senyawa fitat dalam bentuk myo-inositol (1,2,3,4,5 dan 6) hexakisphosphate menjadi myo-inositol dan fosfat organik.

Selain itu, suplemen kunyit (Curcuma domestica), salah satu jenis tanaman herbal, telah dilaporkan meningkatkan kinerja pertumbuhan dan kualitas daging ayam broiler. Mekanisme ini akan menyebabkan dinding kandung empedu untuk melepaskan garam empedu, yang merangsang pelepasan enzim amilase, lipase, dan protease oleh pankreas yang berguna untuk meningkatkan pencernaan bahan pakan. Kunyit mengandung pigmen curcuminoid dan minyak atsiri. Disisi lain kandungan curcumin dalam kunyit dapat berperan sebagai antioksidan dan penambah kekebalan tubuh.

Hasil penelitian melaporkan suplementasi kunyit dapat meningkatkan pertambahan bobot dan efisiensi pakan pada ayam broiler. Curcumin dapat berperan sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi. Curcumin mempunyai korelasi positif dengan sekresi enzim trypsin, chymotrypsin, amylase, dan lipase dalam saluran usus ayam broiler.

Substitusi pakan komersial dengan dedak yang difermentasi fitase dan tepung kunyit meningkatkan kualitas pakan broiler. Semakin tinggi dosis dedak yang difermentasi fitase dan tepung kunyit, semakin tinggi kandungan protein kasar, EPA dan DHA. Selain itu, semakin tinggi dosis substitusi, semakin rendah kandungan lemak dalam pakan. Juga, kandungan kalsium dan fosfor pakan meningkat dengan meningkatnya dedak padi yang difermentasi. Peningkatan protein kasar, kalsium, dan konten fosfor dalam pakan bisa disebabkan oleh aktivitas fitase yang mendegradasi zat pengkelat yang mengikat protein dan mineral dalam pakan.

Peningkatan jumlah protein, kalsium dan kandungan fosfor dalam pakan meningkatkan pertumbuhan ayam broiler karena protein, kalsium, dan fosfor diperlukan untuk membangun proses ini, dan kalsifikasi tulang.  Ayam broiler dapat tumbuh secara optimal ketika nutrisi yang dibutuhkan cukup tersedia dalam pakan untuk proses metabolisme.

Kunyit segar mengandung 76,02% air dan serat kasar 1,95%. Perlakuan pada kunyit yang dikeringkan dan digiling menjadi tepung dengan kelembaban 12%, kandungan serat kasar menjadi 12,35 %. Tingkat serat kasar yang lebih tinggi dalam pakan ayam broiler dapat memiliki dampak positif, serta mengurangi jumlah lemak dalam daging ayam broiler, yang diolah kembali menjadi lebih sehat untuk dikonsumsi manusia.

Penambahan dedak yang difermentasi fitase dan tepung kunyit sekaligus dalam pakan komersial dapat meningkatkan kualitas daging ayam broiler. Semakin tinggi dosis dedak yang difermentasi fitase dan tepung kunyit, semakin tinggi jumlah EPA, DHA, dan protein kasar dalam daging broiler, dan mengurangi lemak dan serat kasar pada daging broiler. Semakin tinggi EPA dan DHA disebabkan karena dedak mengandung minyak esensial. Sebagian besar minyak ini terdiri dari asam lemak tak jenuh, yang oleat, linoleat dan α-linolenat.

Semakin tinggi dosis substitusi dedak padi, semakin tinggi asam lemak yang dikonsumsi oleh ayam broiler. Asam lemak dalam dedak padi terdiri dari Mono Unsaturated Fatty Acid (MUFA) (59.75%), Poly Unsaturated Fatty Acid (PUFA) (38.35%) and Saturated Fatty Acid (SFA) (1.89%). Penelitian ini menunjukkan bahwa pakan komersial dapat disubstitusi dengan dedak padi fermentasi fitase sebesar 20% dan suplementasi tepung kunyit 2%. Secara ekonomi, substitusi ini dapat menguntungkan peternak dalam pengeluaran biaya pakan.

Penulis: Muhammad A. Al-Arif, S.H. Warsito, Muhamad Amin, Mirni Lamid

Artikel lengkapnya dapat diakses melalui link berikut ini:

https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1878818119315920

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu