Studi Logam Berat Kadmium (Cd) pada Kerang Darah di Bancaran

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh merdeka com

Pulau Madura memiliki empat kabupaten, salah satu diantaranya adalah Kabupaten Bangkalan yang mempunyai luas wilayah 1.260,14 km2 dan berada di antara 112o–113o BT dan 6o–7o LS yang dibatasi oleh Laut Jawa di sebelah utara, Kabupaten Sampang di sebelah timur dan Selat Madura disebelah selatan dan barat, keadaan topografinya terdiri dari daerah landai seluas 68.454 Ha (54,25%), daerah berombak seluas 45.236 Ha (35,85%), daerah bergelombang seluas 11.773 Ha (9,33%) dan daerah berbukit seluas 719 Ha (0,57%). Perikanan laut secara keseluruhan di Kabupaten Bangkalan mencapai 13.857.639 ton per tahun dengan produksi terbesar untuk perikanan laut adalah Kecamatan K lampis (5.810.509 ton). Industri yang terdapat di Kabupaten Bangkalan yaitu industri barang dari logam mesin dan peralatannya sebanyak 3 unit dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 122 orang dan jenis industri pengolahan lainnya sebanyak 68 unit dengan jumlah tenaga kerja 878 orang.

Bancaran merupakan salah satu kawasan pesisir yang berada di Kabupaten Bangkalan. Masalah lingkungan perairan yang dikhawatirkan terjadi pada Bancaran adalah pencemaran akibat logam berat terutama kadmium (Cd). Pencemaran laut pada umumnya terjadi karena adanya pemusatan penduduk, pariwisata dan industrialisasi di daerah pesisir sehingga menimbulkan pencemaran ekosistem air oleh logam berat. Kerang darah  merupakan salah satu komoditas yang banyak terdapat di Bancaran yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan sumber protein. Sifat kerang darah yang hidup di dasar perairan dengan mobilitas rendah bahkan menetap di dasar perairan, menyebabkan kerang darah dianggap sebagai mediator bahaya keracunan dari pencemaran air karena kemampuannya sebagai bioakumulator .Ukuran kerang dapat mempengaruhi konsentrasi logam berat dalam tubuhnya, ukuran cangkang yang besar berkorelasi positif dengan meningkatnya umur dan meningkatnya umur juga berkorelasi positif dengan meningkatnya konsentrasi logam berat pada tubuh. Dengan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kandungan logam berat kadmium (Cd) pada kerang darah dan korelasi ukuran kerang darah  dengan kandungan logam berat kadmium (Cd) di Bancaran Kabupaten Bangkalan, Madura, sehingga dapat digunakan dalam monitoring pencemaran lingkungan perairan dan keamanan pangan.

Metode uji yaitu dengan mengambil sampel air di tiap stasiun dengan menggunakan botol plastik pada 30 cm di bawah permukaan air sebanyak ± 500 ml kemudian dimasukkan ke dalam cool box dengan pemberian es agar tidak terjadi perubahan secara biologis dan kimiawi, selanjutnya cool box ditutup rapat dan dilakukan transportasi ke laboratorium untuk dilakukan pengamatan kandungan kadmium. Sampel sedimen diambil di tiap stasiun menggunakan pipa paralon yaitu sebanyak tiga stasiun, pada lapisan permukaan sedimen dengan kedalaman 1-5 cm. Contoh sedimen diambil sebanyak satu kali kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik yang telah diberi tanda untuk masing- masing stasiun dan disimpan dalam cool box sebelum diamati di laboratorium. Sampel kerang darah diambil dengan menggunakan tangan. Kerang darah diambil langsung secara acak sebanyak 100 ekor pada setiap stasiun, kemudian kerang darah yang telah diperoleh dikelompokkan terlebih dahulu ke dalam 3 ukuran panjang yaitu ukuran kecil (< 2,5 cm), sedang (2,5 cm–3 cm) dan besar (3 cm–5 cm). Sampel kerang darah yang sudah dikelompokkan dimasukkan ke dalam kantong plastik yang telah diberi tanda untuk masing- masing stasiun dan selanjutnya disimpan di dalam cool box untuk kemudian dilakukan pengamatan kandungan logam berat di laboratorium.

Hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Kandungan cadmium (Cd) pada kerang darah  di Bancaran, Bangkalan, Madura yaitu antara 0,01-0,07 mg/kg. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan kadmium pada kerang darah rendah dibanding standard nilai baku mutu kadmium yang diperbolehkan untuk kerang sebesar 1,0 mg/kg (SNI 7387:2009). Terdapat hubungan antara ukuran kerang darah dengan kandungan kadmium pada kerang dengan koefisien korelasi sebesar 0,78. Kerang darah yang berukuran besar mempunyai kandungan kadmium yang lebih tinggi daripada kerang yang berukuran sedang maupun kecil. Kerang darah yang dikonsumsi lebih baik memilih kerang yang berukuran lebih kecil karena kandungan kadmium di dalam tubuh kerang juga lebih rendah dibandingkan dengan kerang yang berukuran besar. Perebusan kerang juga sangat penting dilakukan sebelum di olah menjadi makanan karena dapat mengurangi kadar kadmium pada daging kerang. Konsumsi kerang juga perlu diminimalisasi meskipun kandungan kadmium dalam batas aman, karena logam berat yang masuk dalam tubuh manusia  juga akan terakumulasi di dalam tubuh.

Penulis: Boedi Setya Rahardja

Department of Fish Health Management and Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Airlangga, Mulyorejo Street, Surabaya 60115, Indonesia

Informasi detail daririsetinidapatdilihatpadatulisan kami di:

https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/441/1/012023

Study of heavy metal content cadmium (Cd) in various sizes of blood shells (Anadargranosa) in coastal Bancaran Bangkalan, Madura

E S Ulfah, B S Rahardja and K T Pursetyo

IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 441

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu