Sidik Jari Metabolik dari Ekstrak Daun Sauropus Androgynus (L.) Merr

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh warsatek

Daun Sauropus androgynus (L.) Merr. telah digunakan secara tradisional di Malaysia, Thailand dan Indonesia sebagai makanan dan produk herbal untuk berbagai keperluan pengobatan. Perlu dicatat bahwa konsentrasi metabolit yang berbeda dalam jamu, yang dibudidayakan di beberapa lokasi geografis yang berbeda, dapat menghasilkan efek terapi yang berbeda. Hal inilah yang menjadi focus riset ini yaitu dengan cara mengidentifikasi profil metabolik ekstrak S. androgynus. 

Riset ini merupakan studi pertama tentang metabolik ekstrak daun S. androgynus dari enam lokasi geografis yang berbeda. Ekstrak daun S. androgynus dari dua belas sampel menjadi sasaran untuk mempelajari sidik jari metabolik menggunakan Gas Chromatography – Mass Spectroscopy (GC-MS) metode. Data S. androgynus dari berbagai lokasi dikelompokkan dan dikelompokkan masing-masing dengan Analisis Komponen Utama (PCA) dan Analisis Cluster. Sampel dari Purwosari sendiri digabung menjadi satu kelompok atau satu kelompok dan sampel lainnya digabungkan ke kelompok lain, sedangkan sampel dari Surabaya Timur dan Trenggalek menunjukkan hubungan yang erat dalam plot skor PCA dan dendrogram. 

Sidik jari metabolik S. androgynus oleh GC-MS menunjukkan dengan jelas bahwa ekstrak daun S. androgynus dari beberapa lokasi geografis yang berbeda mengandung banyak senyawa aktif biologis dalam berbagai konsentrasi. Yang menjadi pertanyaan pada hasil penelitian ini adalah mengapa berbeda geografi satu dengan lainnya? Oleh karena itu pendekatan penelitian ini adalah analisis senyawa aktif dengan focus studi metabolomik S. androgynous di Jawa Timur meliputi daerah Surabaya Timur, Puwosari, dan Trenggalek selajutnya dilakukan identifikasi target protein dalam system biologi untuk masa depan. Berdasarkan profil metabolic  sampel dari Surabaya Timur (ST) dan Trenggalek II (T II) menunjukkan hubungan yang erat dalam plot skor PCA dan dalam dendrogram. Hal ini diasumsikan  bahwa hubungan dekat mereka adalah karena kondisi lingkungan yang sama, sementara mereka dibudidayakan di daerah dataran rendah. Di sisi lain, sampel dari Trenggalek I (T I) dikelompokkan dalam cluster yang sama dengan sampel dari Purwodadi (PWD), karena kesamaan kondisi lingkungan di dua area budidaya sampel, sementara mereka dibudidayakan di daerah pegunungan.

Penulis: Fedik Abdul Rantam

Link riset artikel di atas:

Oeke Yunita1*,
Fedik Abdul Rantam2, Mochammad Yuwono3 2019. Metabolic ngerprinting of Sauropus androgynus (L.) Merr. leaf extracts. Pharmaceutical Sciences Asia Pharm Sci Asia 2019; 46 (2), 69-79. DOI:10.29090/psa.2019.01.017.0043 

https://www.pharmacy.mahidol.ac.th/journal/_files/2019-46-2_069-079.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu