Autologous Growth Factor sebagai Aditif Bahan Biomaterial untuk Percepat Proses Penyembuhan Luka

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi biomaterial. (Sumber: https://dental.geistlich-na.com/)

Berbagai bahan aditif bedah periodontal telah dikembangkan untuk meningkatkan kecepatan proses penyembuhan. Salah satu inovasi terbaru dalam kedokteran gigi bedah periodontal adalah penggunaan konsentrat trombosit autologous untuk aplikasi rekayasa jaringan. Dua jenis konsentrat trombosit tersebut adalah plasma kaya-platelet (PRP) dan fibrin-kaya platelet (PRF). PRP dan PRF merupakan suspensi yang mengandung  faktor pertumbuhan autologous yang ditemukan dalam trombosit.  PRF bertindak sebagai aditif bedah bioaktif ketika diaplikasikan secara lokal untuk meningkatkan  penyembuhan luka.

Trombosit mempunyai peran yang sangat penting dalam hemostasis jaringan dan penyembuhan luka. Trombosit melepaskan berbagai faktor pertumbuhan yang merangsang pertumbuhan sel, proliferasi, penyembuhan, dan diferensiasi sel.  Penggunaan PRF dalam pengobatan cacat tulang intrabony telah menunjukkan manfaat klinis yang signifikan.

Setiawatie dkk, 2019 telah menunjukkan   bahwa penggunaan PRF sebagai bahan aditif pada cangkok tulang dapat meningkatkan pembentukan osteoblast 5 kali lipat dibanding tanpa PRF. PRF tampaknya menjadi bahan aditif  yang efektif untuk pengobatan regeneratif untuk cacat intrabony periodontal maupun perawatan cangkok tulang paska pencabutan gigi. PRF dapat berfungsi sebagai membran resorbable untuk regenerasi tulang, mencegah migrasi sel yang tidak diinginkan dan menyediakan ruang yang memungkinkan migrasi sel osteogenik dan angiogenik, dan memungkinkan bekuan darah yang mendasari untuk melakukan mineralisasi.

PRF terdiri dari matriks fibrin kaya leukosit-platelet autologus, terdiri dari struktur molekul tetra, dengan sitokin, trombosit, sitokin, dan sel induk di dalamnya, yang mendukung pengembangan mikrovaskularisasi dan mampu memandu migrasi sel ke permukaan.  PRF dapat berfungsi meningkatkan migrasi sel yang terlibat dalam regenerasi jaringan dan melepaskan faktor pertumbuhan  dalam periode antara 1 dan 4 minggu, merangsang lingkungan untuk penyembuhan luka dalam jumlah yang signifikan.

PRF memiliki arsitektur kompleks matriks fibrin yang kuat dengan sifat mekanik yang menguntungkan mirip dengan bekuan darah. PRF merupakan biomaterial yang mempunyai potensi besar untuk regenerasi tulang dan jaringan lunak, tanpa menimbulkan reaksi inflamasi dan dapat digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan bahan graft.

Dalam prosedur bedah, PRF dapat berfungsi sebagai membran resorbable untuk mencegah migrasi sel yang tidak diinginkan ke dalam kerusakan tulang dan menyediakan ruang yang memungkinkan migrasi sel osteogenik dan angiogenik. Namun, membran PRF normal memiliki degradabilitas yang cepat yaitu 1-2 minggu.

PRF menghasilkan uji  klinis yang memuaskan terkait dengan pembentukan kembali tulang alveolar dan pemulihan volume gingiva dan tulang peri-implan, mencapai sifat mekanik dan estetika yang memadai. Membran PRF telah menunjukkan hasil klinis yang menguntungkan dalam pengobatan cacat infraboni periodontal, melindungi luka terbuka dari lingkungan mulut dan mempercepat penyembuhan jaringan keras dan lunak.

Cara pembuatan PRF

Protokol pembuatan PRF hanya membutuhkan darah yang disentrifugasi tanpa penambahan antikoagulan. Sampel darah diambil 10 mL  dalam tabung kaca , kemudian segera disentrifugasi pada 3.000 rpm selama 10 menit.

Produk yang dihasilkan terdiri dari tiga lapisan berikut :

● Lapisan paling atas yang terdiri dari plasma seluler.

● gumpalan PRF di tengah.

● Basis sel darah merah di bagian bawah.

Setelah itu bekuan PRF didiamkan selama sekitar 10 menit untuk memungkinkan pelepasan faktor pertumbuhan yang terkandung dalam serum . Pada awalnya, fibrinogen terkonsentrasi di bagian atas tabung sebelum trombin yang tepat mengubahnya menjadi fibrin. Karena kurangnya antikoagulan, darah mulai membeku segera setelah terjadi kontak dengan permukaan kaca. Kontak dengan permukaan silika diperlukan untuk mengaktifkan proses polimerisasi bekuan . 

Aplikasi klinis PRF

Penggunaan PRF secara klinis dapat digunakan sebagai bahan aditif biomaterial untuk perawatan sbb :

● Defek tulang periodontal

● Socket preservation untuk mempertahankan tinggi tulang alveolar

● Untuk penyembuhan luka palatal setelah  cangkok gingiva

●  Prosedur revaskularisasi pulpa dari gigi permanen immature nekrotik

● Regenerasi tulang di sekitar implan

● Rekonstruksi cacat tulang besar setelah operasi kanker .

● Dalam operasi plastik, bekuan PRF sering langsung digunakan untuk mengisi rongga

● Dalam bentuk membrane untuk terapi resesi gingiva

Penelitian in vitro dan in vivo telah menunjukkan hasil yang aman dan menjanjikan, terkait dengan penggunaan PRF saja atau dalam kombinasi dengan biomaterial lain. PRF memiliki beberapa kelebihan untuk digunakan baik dalam bidang kedokteran maupun kedokteran gigi. Saat ini, fibrin yang kaya platelet / PRF tampaknya menjadi teknik minimal invasif dengan risiko rendah dan hasil klinis yang memuaskan. (*)

Penulis: Ernie Maduratna Setiawatie

Artikel lengkapnya dapat diakses melalui link berikut ini:

https://www.researchgate.net/publication/336956387_A_combination_treatment_of_antioxidants_bone_graft_and_platelet-rich_fibrin_increases_the_number_of_osteoblasts_in_the_post-tooth_extraction_socket_of_Wistar_rats

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu