Hubungan kadar IL 1 Alpha (IL- 1α)dan TNF Alpha (TNF-α) dengan Rusaknya Tulang Pada Kasus Radang Telinga Tengah yang disertai dengan Kolesteatoma

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi radang telinga tengah. (Sumber: Dokter Sehat)

Radang telinga tengah atau yang dikenal sebagai Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan salah satu masalah utama kesehatan yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas di dunia khususnya di negara berkembang. Terdapat beberapa jenis radang telinga tengah (OMSK) salah satunya adalah OMSK yang disertai dengan Kolesteatoma.  Komplikasi OMSK dengan kolesteatoma terutama diakibatkan oleh karena rusaknya tulang temporal yang disebabkan oleh karena adanya Kolesteatoma tersebut. Kerusakan pada  tulang temporal menyebabkan gangguan pendengaran, gangguan keseimbangan, paresis fasialis, abses periosteal, dan komplikasi intracranial yang bila tidak ditangani akan mengakibatkan kematian.

Jumlah kasus OMSK di dunia berkisar antara 65-330 juta orang, 60% (39-200 juta) diantara pasien didapatkan gangguan pendengaran berat. Lebih dari 90% penderita berasal dari Asia Tenggara, Pasifik Barat, dan Afrika. Angka kejadian OMSK di Indonesia diperkirakan sekitar 8.36 juta penderita dan prevalensi OMSK secara umum sekitar 3.8%. Angka kejadian OMSK dengan kolesteatoma di negara maju termasuk rendah (0.6% sampai 1.1%), sedangkan di negara berkembang termasuk tinggi (2.1%). Penelitian yang dilakukan  di RSUD Dr.Soetomo Surabaya tahun 2007-2008 didapatkan 61 kasus OMSK dengan kolesteatoma dan semuanya dilakukan operasi telinga mastoidektomi dinding runtuh.

Kolesteatoma adalah lesi kistik yang dilapisi dengan jaringan kulit (epitel skuamosa bertingkat) dan mengandung lapisan keratin. Keratinosit dalam matriks dan makrofag kolesteatoma mengekspresikan adanya Interleukin-1α (IL- 1α). IL-1α berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan kolesteatoma.  Ketidakseimbangan antara proses penyerapan dan pembentukan tulang terjadi pada pasien OMSK dengan kolesteatoma.

IL-1α bukanlah satu-satunya sitokin yang berperan pada penyerapan tulang pada OMSK dengan kolesteatoma. Sitokin Tumor Necrosis Factor α (TNF-α) juga mempunyai peran cukup penting pada proses tersebut, Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sitokin TNF-a berperan  terhadap terjadinya destruksi tulang Temporal. Sitokin TNF-a merangsang receptor activator of nuclear factor κβ  ligand (RANKL), matrix metaloproteinase (MMP), oksida nitrat, dan prostaglandin E2 (PG E2) sebagai faktor penyebab destruksi tulang. Studi di Jepang memberikan fakta bahwa terdapat peningkatan TNF-α dan IL-1 yang terdeteksi di kolesteatoma akuisita maupun kolesteatoma kongenital dibandingkan di kulit normal liang telinga.

Pemahaman proses destruksi tulang yang terjadi pada OMSK dengan kolesteatoma pada tingkat molekuler diharapkan menjadi dasar molekuler untuk pengembangan strategi terapi di masa depan. IL1α merupakan sitokin yang berperan dalam inflamasi dan meningkatkan destruksi tulang secara langsung maupun melalui peningkatan osteoklastogenesis pada OMSK dengan kolesteatoma.

Berbagai penelitian tentang penghambatan IL-1α telah dilakukan pada berbagai penyakit yang berhubungan dengan penyerapan tulang, diantaranya artritis rheumatoid, gout, ankylosing spondylitis, dan erosive osteoarthritis.  Seperti yang diesutkan diatas , proses terjadinya destruksi tulang oleh karena TNF-α menginduksi RANKL, MMP, NO, dan PG E2. Mediator inflamasi tersebut dianggap sebagai faktor destruksi tulang.

Protein RANKL dan MMP akan menginduksi terjadinya osteoklastogenesis sehingga jumlah osteoklas akan meningkat dan resopsi tulang akan terjadi dan berakhir dengan destruksi tulang. Sitokin TNF-αdapat menjadi target baru dalam terapi OMSK. Penelitian terus dilakukan untuk mendapatkan cara menghentikan proses inflamasi dengan menekan TNF-α sehingga destruksi tulang dapat dihambat.

Pada penelitian ini terbukti didapatkan hubungan positif kuat antara kadar IL-1α dengan derajat destruksi tulang pada OMSK dengan kolesteatoma. Artinya semakin tinggi kadar IL-1α maka akan semakin besar kerusakan yang terjadi pada tulang telinga pada penderita OMSK. Pada penelitian ini juga terbukti bahwa terdapat hubungan positif kuat antara kadar TNF-α dengan derajat destruksi tulang pada OMSK dengan kolesteatoma, yang berarti pula semakin tinggi kadar pelepasan TNF-α maka semakin besar destruksi tulang yang terjadi. Sehingga pemeriksaan kadar IL-1α dan TNF-α dapat dipergunakan sebagai salah satu parameter untuk mengetahui kerusakan tulang telinga akibat kolesteatoma pada penderita OMSK dengan kolesteatoma. (*)

Penulis :  Artono

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat dari tulisan kami di:

https://link.springer.com/article/10.1007/s12070-019-01704-z

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu