Konsentrat Dedak Padi untuk Tingkatkan Kualitas Produksi Anakan Moina macropora

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi dedak padi. (Sumber: Plastik UV)

Moina macrocopa adalah salah satu jenis dari kelompok zooplankton yang memiliki potensi untuk digunakan sebagai pakan hidup (pakan alami) untuk benih ikan dan udang. Moina ditemukan di seluruh perairan air tawar seperti danau, rawa, waduk dan kolam. Moina macropora memiliki kandungan protein yang tinggi dan memiliki ukuran yang sesuai untuk bukaan mulut benih ikan atau udang dan mudah dicerna dalam saluran pencernaan benih ikan dan udang.

Penelitian yang dilakukan oleh Instalasi Penelitian dan PengkajianTeknologi Pertanian Jakarta menyatakan bahwa kadar kandungan gizi pada Moina sp. berupa protein 37,38%, lemak 13,28%, abu 11% dan kadar air sebesar 90,6%. Oleh karena itu teknologi dan pengembangan budidaya perlu dilakukan karena ketersediaan moina sangat terbatas karena ada beberapa kendala dalam mengkultur Moina sebagai pakan alami.

Moina sp. pun berpeluang menciptakan lapangan usaha baru, yaitu budidaya pakan ikan alami. Untuk usaha budidaya, pemenuhan wadah, bahan, dan alat budidaya Moina spmudah didapat. Hitungan BBAT Jambi, dengan nilai investasi sebesar Rp42 juta dan biaya operasional sebesar Rp1,427 juta, akan diperoleh keuntungan bersih sebesar Rp1,364 juta per bulan. Usaha ini akan balik modal pada dua setengah tahun masa budidaya.

Keberhasilan kultur M. macrocopa sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas inokulan, media kultur, dan pakan yang digunakan. Pengembangan metode kultur telah dilakukan untuk mendapatkan kualitas anakan Moina sp. agar diperoleh kualitas dan kuantitas yang baik, dengan menambahkan dedak padi kedalam media kultur.

Dedak padi merupakan salah satu produk pertanian yang melimpah dan berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan M. macrocopa yang mengandung protein (12-13%) dan lipid (16-20%), serta vitamin B dan mineral yang tinggi (6-9%). Dedak padi digunakan secara efektif sebagai pakan Moina sp. setelah diproses menjadi suspensi berdasarkan kemampuan makan M. macrocopa sebagai organisme pengumpan filter non-selektif untuk mendapatkan pakan secara tidak selektif.

Kultur moina menggunakan pakan dedak diharapkan menghasilkan populasi yang tinggi karena memiliki konsentrasi protein, lipid, asam amino, vitamin B (thiamine), dan pyridoxine yang tinggi yang dapat meningkatkan produksi anakan Moina sp. Konsentrat suspensi dedak padi sebagai nutrisi untuk kultur M. macrocopa mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup, fekunditas, produksi total keturunan, dan produksi keturunan per induk.

Meningkatnya suspensi bekatul menginduksi ketersediaan nutrisi untuk kultur M. macrocopa. Kualitas dan kuantitas pakan adalah faktor penting dalam budaya M. macrocopa yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan populasi. Konsentrasi protein, asam amino, dan lipid dalam pakan mempengaruhi fekunditas atau produksi keturunan per induk dan perkembangan embrio yang diinduksi dalam cladocera.

Pemberian suspensi dedak padi berhasil meningkatkan fekunditas M. macrocopa. Konsentrasi suspensi nutrisi pada media kultur akan mencukupi ketersediaan protein, asam amino, dan lipid dalam media kultur untuk menghasilkan produksi fekunditas atau jumlah anakan yang tinggi per induk serta mampu menginduksi perkembangan embrional dalam cladocera.

Tingkat kesuburan M. macrocopa telah mengalami peningkatan saat produksi anakan yang pertama. Tingkat kesuburan sebelum kelahiran kedua dan ketiga meningkat. Tingkat kesuburan setiap induk betina tergantung pada usia, ukuran tubuh, dan kualitas pakan.

Ukuran tubuh sangat penting dalam studi organisme zooplanktonik karena hubungan tertutup diamati dengan tingkat fisiologis, seperti tumbuh, bernapas, makan, dan buang air besar. Konsentrasi protein, asam amino, dan lipid dalam pakan mempengaruhi tingkat kesuburan M. macrocopa.

Pakan menjadi faktor penting dalam transisi partenogenesis reproduksi menjadi reproduksi seksual pada M. macrocopa karena hasil metabolisme energi terbesar (68%) digunakan untuk reproduksi. Tingkat kesuburan sebelum kelahiran kedua dan ketiga meningkat. Tingkat kesuburan setiap induk betina tergantung pada usia, ukuran tubuh, dan kualitas pakan. Ukuran tubuh sangat penting dalam studi organisme zooplanktonik karena hubungan tertutup diamati dengan tingkat fisiologis, seperti tumbuh, bernapas, makan, dan buang air besar.

Konsentrasi protein, asam amino, dan lipid dalam pakan mempengaruhi tingkat kesuburan M. macrocopa. Pakan menjadi faktor penting dalam transisi partenogenesis reproduksi menjadi reproduksi seksual pada M. macrocopa karena hasil metabolisme energi terbesar (68%) digunakan untuk reproduksi. (*)

Penulis : Daruti Dinda Nindarwi

Artikel lengkapnya dapat dilihat melalui link jurnal berikut ini,

https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/441/1/012096

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).