Kekayaan Alam Indonesia untuk Menyembuhkan Infeksi Staphylococcus Aureus

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh ayoksinaucom

Pliek U merupakan hasil fermentasi daging kelapa yang dikeringkan dan diproduksi oleh masyarakat Aceh. Berbagai macam kegunaan Pliek U mulai dari bahan masakan tradisional hingga sebagai obat di Aceh. Kelapa sebagai bahan dasar Pliek U merupakan sumber asam lemak seperti asam laurat, asam laurat ini memiliki efek antibakterial. Efek ini dapat melawan bakteri Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian oleh Nurliana telah membuktikan bahwa ekstrak etanol Pliek U dan ekstrak residu etanol Pliek U dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Bakteri ini merupakan bakteri utama yang menyebabkan komplikasi atopik dermatitis. 

Penelitian ini ingin menganalisis aktivitas ekstrak etanol Pliek U 4% (EPUE 4%) dan ekstrak residu etanol heksana Pliek U 4% (ERHPUE 4%) dan aktivitas keduanya jika dibuat dalam bentuk krim melawan bakteri Staphylococcus aureus. Pliek U yang didapatkan dari Gampong Paya Bieng, Bireuen, Provinsi Aceh kemudian diproses untuk menghasilkan EPUE dan ERHPUE.

Selain itu dari kedua ekstrak ini juga dibentuk krim dengan bahan dasar seperti asam stearat, cera alba, vaselin alba, trietanolamin, popilen glikol, dan akuades. Aktivitas antibakteri akan dinilai menggunakan metode disc diffusion dengan kontrol positif menggunakan antibiotik clindamycin dan kontrol negatif menggunakan etanol 96% serta bahan dasar krim. Bakteri Staphylococcus aureus akan ditanam dalam media menggunakan cotton bud steril.

Krim yang telah terbentuk akan dievaluasi. Krim tidak mengalami perubahan warna, bau, bentuk, atau homogenisitasnya setelah melalui enam kali cycling test, yaitu suatu metode dimana krim akan diletakkan di wadah plastik dan ditutupi dengan aluminum foil kemudian diletakkan di oven 45 ± 2˚C selama 24 jam kemudian dipindah di lemari es 5 ± 2˚C selama 24 jam. Aspek lain yang dievaluasi yaitu pH krim. Normalnya pH kulit manusia berkisar antara 4,5-6,5 sehingga jika terlalu asam maka akan mengiritasi kulit sedangkan jika terlalu basa akan menyebabkan kulit bersisik.

Namun krim yang dihasilkan pada penelitian ini melebihi batas maksimum pH kulit manusia. pH ini akan semakin mengecil selama penyimpanan sebab terjadi hidrolisis asam selama perubahan suhu yang terjadi. Selain itu juga akan dievaluasi kemampuan krim untuk menyebar pada kulit. Krim dengan nilai 5-7 cm akan lebih mudah diaplikasikan dan menyebar pada kulit. Namun pada penelitian ini kemampuan penyebaran krim EPUE 4% dan krim ERHPUE 4% hanya berkisar 3,1-4,9 dan 3,1-4,3. Hal ini disebabkan ekstrak yang ditambahkan membuat airnya menjadi berkurang dan lebih kental sehingga kemampuannya untuk menyebar menjadi berkurang.

Hasilnya zona hambat pertumbuhan bakteri yang dihasilkan oleh EPUE 4% yaitu 8,66 ± 0,57 mm yang tergolong aktivitas sedang. Sedangkan pada cawan ERHPUE 4% tidak nampak aktivitas penghambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Hal ini terjadi karena asam lemak yang memiliki aktivitas antibakteri telah diekstrak menjadi heksana. Asam lemak seperti asam laurat, asam kaprat, asam miristat, asam palmitat, asam oleat, dan asam linoleat mempunyai ikatan nonpolar dan heksana juga mempunyai ikatan nonpolar yang akan mengikat ikatan nonpolar lain.

Hal ini sedikit berbeda dengan penelitian lain yang menyatakan bahwa ERHPUE mempunyai aktivitas antibakteri kuat. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan konsentrasi yang digunakan. Aktivitas antibakteri juga tidak nampak pada cawan yang diberi krim EPUE 4% dan krim ERHPUE 4% yang disebabkan karena krim tidak dapat berdifusi dengan baik pada cawan. Sedangkan untuk kontrol positif yaitu clindamycin mempunyai zona hambat sebesar 14,66 ± 0,57 mm yang tergolong aktivitas kuat dan pada kontrol negatif tidak memiliki zona hambat yang berarti bahan dasar krim serta etanol tidak memiliki aktivitas antibakteri. 

Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol Pliek U 4% (EPUE 4%) memiliki aktivitas antibakteri melawan Staphylococcus aureus dengan aktivas penghambatan sedang dan ekstrak residu etanol heksana Pliek U 4% (ERHPUE 4%) tidak dapat melawan pertumbuhan Staphylococcus aureus.

Penulis: Prof. Dr. dr. Cita Rosita SP, Sp.KK, FINS-DV, FAADV
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1757-899X/523/1/012011/pdf

Antibacterial cream formulation of ethanolic Pliek U extracts and ethanolic residue hexane Pliek U extracts against Staphylococcus aureus

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu