Knowledge Sharing Behavior Efektif Meraih Kesuksesan dalam Organisasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh romadecade.org

Kondisi lingkungan yang semakin hari semakin kompetitif, dinamis dan bersifat global menjadikan stakeholders harus memiliki tuntutan yang tinggi pada organisasi, dalam hal ini perusahaan. Di lingkungan bisnis yang dinamis seperti ini, maka perusahaan harus senantiasa berubah agar mampu sustainability dan berkembang. Beberapa hal yang membuat perusahaan harus berubah dan mengelolanya sumber daya bisa secara efektif yaitu adanya kompetisi, teknologi, sosial, ekonomi, budaya, customer serta tuntutan dari dalam perusahaan sendiri. Perusahaan yang menggunakan sistem terbuka (open system) berorientasi pda keinginan dan kebutuhan para pemangku kepentingan dan kebalikan dari sistem terbuka yaitu sistem tertutup (closed system) yang mana tidak mengindahkan kepentingan para shareholders, sebagai contoh suatu perusahaan memproduksi suatu keluaran dengan tidak mengindahkan apa yang diinginkan atau di perlukan oleh para customer.

Organisasi yang menganut sistem terbuka maka akan cenderung menekankan pada inovasi dan pembelajaran berkelanjutan yang lebih terdisentralisasi, sedangkan organisasi yang menganut sistem tertutup lebih bersifat konservatif dan kurang berorientasi pada inovasi dan pasar yang ada. Perusahaan BUMN yang ada di Jawa Timur lebih menekan pada knowledge management untuk bisa bertahan dalam menghadapi lingkungan yang serba tidak menentu. Knowledge management sendiri dalam prosesnya terdapat tiga aktivitas yang meliputi knowledge creation, knowledge sharing dan knowledge reuse. Dari ketiga proses knowledge management tersebut yang memiliki peran penting untuk kesusksesan sebuah perusahaan yaitu knowledge sharing.

Knowledge sharing: Kunci Kesuksesan Organisasi untuk Sustainability

Knowledge bisa dikatakan sebagai informasi yang terkoodinasi, tersintesiskan dan merupakan suatu ringkasan dari pemahaman yang mimiliki kemaknaan. Hal ini berkaitan dengan data, informasi, metadata yang saling memiliki hubungan.  Knowledge didalam suatu perusahaan harus mampu menawarkan suatu hal berbeda yang memiliki value lebih, ini perlu adanya knowledge sharing yang akan menjadi hal sangat efektif dan efisien bagi perusahaan. Kowledge sharing merupakan suatu proses yang saling berdisksi, tukar menukar pikiran, ide sebagai contoh know-what dan know-how sehingga perusahaan akan tetap memiliki daya saing yang tinggi. Beberapa hal yang menjadi tolak ukur baik atau tidaknya pelaksanaan knowledge sharing tergantung dari nilai – nilai, keinginan serta motivasi yang ada di dalam perusahaan.  Agar knowledge sharing bisa berjalan dengan baik perlu di dukung oleh iklim kerja yang saling menghargai, saling percaya  dan adanya fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan.

Organisasi yang menerapkan knowledge sharing bisa dikatakan organisasi tersebut mempunyai value dan sistematika yang cukup baik, baik value di dalam perusahaan dan di luar perusahaan. Kemampuan dari sumber daya menyampaikan tacit dan eksplisit knowledge akan memiliki point tersendiri bagi perusahaan, ini yang menjadikan perusahaan unik dan efektif dalam berinovasi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang biasa di sebut juga metode positivistik karena berdasarkan pada filsafat positivism. Metode ini juga dikatakan sebagai metode ilmiah/scientific dimana telah memenuhi asas-asas yang sudah pasti yaitu konkrit/empiris, objektif, terukur, rasional, sistematis, dan replicable/dapat di ulang, dan metode ini merupakan penelitian berupa angka-angka dan analisis yang menggunakan statistika. Instrument penelitian ini berupa kuesioner yang berisi pernyataan yang kemudian di bagikan kepada supervisor semua divisi pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa kepelabuhan PT. Pelindo III (Persero). Respondent dalam penelitian ini berjumlah 300 supervisor.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan untuk mencapai kesuksesan dalam  knowledge sharing perlu adanya perilaku dari sumber daya yang ada di dalamnya. Dalam hal ini adanya attitude toward knowledge, subjective norms, perceived behavioral control dan intention behavioural. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi para pemilik perusahaan karena knowledge yang dimiliki oleh sumber daya manusia menjadi modal utama bagi perusahaan atau bisa dikatakan merupakan aset yang tidak mudah tergantikan.

Urgensi dari penelitian ini bisa menemukan hal baru dalam mengembangkan knowledge. Penelitian ini diharapkan sebagai suatu sarana yang dapat menjembatani bagaimana suatu perusahaan bisa sustainability dalam menghadapi berbagai situasi yang tidak pasti, yang pada intinya kembali kepada sumber daya manusia yang ada dalam mengelola dan membagikan knowdge yang dimiliki. Kontribusi yang diharapkan dari penelitian ini yaitu untuk pengembangan ilmu manajemen terutama manajemen sumber daya manusia yang sangat menentukan kesuksesan suatu organisasi.

Penulis: Prof. Dr. Anis Eliyana, S.E., M.Si.

Informasi detail dari riset ini bisa di lihat pada

https://www.ijicc.net/images/vol8iss2/8204_Mustika_2019_E_R.pdf

Hindah Mustika, Anis Eliyana, Tri Siwi Agustina. 2019. Antecedents of Knowledge Sharing Behaviour. International Journal of Innovation, Creativity and Change.  www.ijicc.net  Volume 8, Issue 2.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu