Cerita Sidang PKL Online Mahasiswa FPK UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dari Kiri: Rahmitha Mutiara Zahirah dan Nadia Gita Bestari seusai sidang online. (Dok: Pribadi)

UNAIR NEWS – Merebaknya Virus Corona (Covid-19) menyebabkan mahasiswa yang tengah sibuk penelitian maupun mempersiapkan siding skripsi menjadi terhalang. Untuk membantu mahasiswa tersebut, Universitas Airlangga memberikan solusi terkait sidang yaitu dengan melaksanakan sidang dalam jaringan (daring) atau secara online.

Salah satu fakultas yang sudah memulai sidang daring adalah Fakultas Perikanan dan Kelautan. Mahasiswa yang melaksanakan sidang daring pertama kali di FPK, Senin (06/03) adalah Nadia Gita Bestari, Rahmitha Mutiara Zahirah, dan Ernawati dari program studi S1 Teknologi Hasil Perikanan.

Sidang daring perdana tersebut dihadiri oleh dosen pembimbing mereka yaitu Prof. H. Moch. Amin Alamsjah, Ph.D., yang juga meupakan Wakil Rektor III. Koordinator Dekanat FPK Ir. Agustono M.Kes., serta Dekan FPK Prof. Dr. Mirni Lamid MP., drh. menjadi dosen penguji.

Dalam sidang daring itu, Prof. Mirni berpesan agar mahasiswa menyegerakan sidang di semester genap agar kelulusan tidak tertunda.

“Ujian online jangan disepelekan, penguji tetap menilai kesiapan kalian (mahasiswa, Red), mengecek laporan dan file presentasi yang kalian setorkan,” tutur Prof. Mirni ketika tengah mengumumkan kelulusan sidang PKL Rahmitha, Nana, dan Ernawati.

“Usahakan sidang menggunakan laptop, jangan menggunakan HP. Pastikan sinyal stabil dan tidak ada suara lain yang mengganggu,” tambahnya.

Mitha sapaan akrab Rahmitha menceritakan bahwa sebelumnya ia dijadwalkan sidang di bulan Februari, namun tertunda karena ia sakit tifus. Kemudian ia mengurus kembali jadwal di bulan Maret, dan lagi-lagi batal karena Covid-19. “Alhamdulillah sidang online ini yang ketiga dan lancar,” ungkap mahasiswa asal Mojokerto itu.

Persiapan sidang daring hampir sama dengan sidang offline. Mitha menjelaskan bahwa letak perbedaannya adalah semua serba daring termasuk administrasi. Mahasiswa diwajibkan memakai pakaian resmi hitam putih dan almamater. Ia berterima kasih kepada tim Sie Bagian Akademik san Kemahasiswaan (SBAK) FPK yang sangat berperan penting dan membantu semua kelancaran sidang daring.

“Sebenernya kalau dibandingkan pastinya lebih enak bertatap muka langsung. Kita sebagai makhluk sosial lebih suka berinteraksi langsung. Namun, sidang online FPK ini walaupun perdana, aku bener-bener apresiasi untuk persiapannya,” ungkapnya.

Sidang skripsi online dari tampilan Google Hangouts Meet bersama dengan dosen pembimbing dan dosen penguji. (Dok: Pribadi)

Mitha mengungkapkan enaknya sidang daring adalah berkurangnya ketegangan waktu siang karena dilakukan di rumah masing-masing. Ia jadi punya pengalaman tersendiri karena pernah merasakan sidang secara daring. Kelemahannya adalah koneksi internet yang akan memengaruhi kualitas video dan audio sehingga menghambat jalannya sidang.

Ia berpesan kepada mahasiswa yang tengah mempersiapkan skripsi maupun sidang untuk selalu semangat dan bersabar. Sebab menurutnya, setiap manusia memiliki proses masing-masing. Nikmati setiap prosesnya pasti ada hikmahnya. Dia memberikan saran kepada mahasiswa untuk selalu berdoa dan meminta restu orang tua.

“Ada yang mulus seperti jalan tol dan ada yang naik turun seperti tracking gunung. Selalu khusnudzon ke Allah, ya,” tutupnya. (*)

Penulis : R. Dimar Herfano Akbar

Editor   : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu