Perspektif Komitmen dan Perilaku Kesehatan Mulut pada Santri Pondok Pesantren Berdasarkan Theory Of Planned Behavior

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh idntimes
Ilustrasi oleh idntimes

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis islam dengan sistem sekolah asrama, dimana santri dan ustadz tinggal di lingkungan yang sama dan cenderung menjadi komunitas tertutup. Jumlah pesantren di Indonesia adalah sekitar 27.230 dengan mayoritas berada di pulau jawa (78,6%) dengan jumlah siswa sebesar 3,8 juta.

Berdasarkan study pendahuluan yang dilakukan di pondok pesantren Al-Yasini, Pasuruan, Jawa Timur, ditemukan bahwa 27 santri dari 30 santri memiliki gigi berlubang dengan skor DMF-T tinggi yaitu 4,6 yang berarti bahwa sekitar 90% santri memiliki status kesehatan gigi buruk. Status kesehatan gigi dan mulut ini tidak terlepas dari perilaku dan lingkungan di sekitar santri.

Salah satu perilaku seseorang dapat dinilai dengan menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB) atau dikenal dengan model socio-psychological. Berdasarkan teori tersebut terdapat variabel norma subyektif untuk memprediksi pengaruh orang-orang terdekat di lingkungan sekitar terhadap perilaku individu tertentu.

Faktanya pendidikan pesantren tidak hanya menggunakan studi akademik dan agama tetapi juga pendidikan karakter, seperti menjaga kebersihan diri merupakan sebagian dari perilaku kesehatan. Dan norma yang berlaku untuk lingkungan pesantren adalah kepatuhan dan tingkat kepercayaan yang tinggi dari santri untuk ustadz.

Hal inilah yang mendasari bagi tim Peneliti Universitas Airlangga untuk melakukan penelitian ini. Khususnya penelitian ini, bertujuan untuk menganalisis peran komitmen santri dalam memprediksi perilaku untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut berdasarkan Theory of Planned Behavior.

Pada dasarnya lingkungan pesantren merupakan lingkungan yang memiliki aturan dan fasilitas tertentu, sehingga santri dapat melakukan perilaku kebersihan mulut dengan fasilitas maksimal, sedangkan kendala untuk melakukan perilaku kebersihan mulut sangat minim. Kemudian berdasarkan penelitian, ternyata norma subyektif, sifat dan pengetahuan santri signifikan dengan komitmen untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Dengan adanya penelitian ini diharapkan dalam lingkungan pesantren, peran guru sangat besar sebagai panutan santri dalam menjaga kesehatan terutama kesehatan gigi dan mulut. Hal ini untuk menekan angka kejadian masalah kesehatan gigi dan mulut pada santri.

Penulis: Dr. Taufan Bramantoro

Referensi: Bramantoro, T. Basiroh, E. Berniyanti, T. Setijanto, R.D. Irmalia, W.R. Intention and Oral Health Behavior Perspective of Islamic Traditional Boarding School Students Based on Theory of Planned Behavior. Pesquisa Brasileira em Odontopediatria e Clínica Integrada 2020; 20:e497

http://revista.uepb.edu.br/index.php/pboci/article/download/4977/pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu