Keseriusan FK UNAIR untuk Berkiprah dalam Pengembangan Dunia Kedokteran Ortopedi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SULIS Bayusentono, dr., M.Kes., Sp.OT(K) dosen departemen ortopedi FK UNAIR sekaligus founder Boneslink (tengah). (Foto: Istimewa)
SULIS Bayusentono, dr., M.Kes., Sp.OT(K) dosen departemen ortopedi FK UNAIR sekaligus founder Boneslink (tengah). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) semakin menunjukkan kiprahnya dalam perkembangan dunia kedokteran ortopedi. Selain memiliki Musculoskeletal Science Community for Medical Student (Meniscus) yang merupakan terobosan dari mahasiswanya, FK UNAIR memiliki Boneslink dengan Sulis Bayusentono, dr., M.Kes., Sp.OT(K) yang merupakan dosen departemen ortopedi FK UNAIR sebagai penggagasnya. Boneslink merupakan sebuah wadah yang dapat menjadi tempat pengembangan diri dokter yang ingin mengetahui dunia kedokteran ortopedi.


Sulis memaparkan bahwa awal mula berdirinya Boneslink berasal dari pengalamannya sendiri sebagai dokter spesialis ortopedi selama bertahun-tahun. Ia mengatakan bahwa dunia ortopedi membutuhkan tempat bagi dokter yang tertarik untuk mengetahui dunia ortopedi lebih dalam.

“Sebenarnya tidak pernah terpikir buat saya untuk mendirikan sebuah wadah seperti ini (Boneslink, Red). Tetapi, karena pengalaman saya sebagai staff yang sudah bertahun-tahun. Ternyata, kami (Dokter ortopedi, Red) membutuhkan sebuah tempat bagi adik-adik. Baik itu dokter muda maupun pasca dokter muda yang tertarik ingin melihat seperti apa ortopedi itu sebenarnya,” jelasnya.

Tidak hanya sebagai wadah untuk mengetahui tentang kedokteran ortopedi, akan tetapi wadah itu juga dapat dijadikan tempat untuk berkiprah dan mengembangkan diri. Sulis juga sempat menceritakan pengalamannya saat menjadi pembimbing peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ortopedi di UNAIR, ia sering menjumpai ketika tengah melakukan bimbingan penelitian banyak PPDS yang kesulitan dalam menulis.

“Ketika saya mendapat PPDS dari UNAIR sering saya terkaget-kaget saat menerima bimbingan untuk penelitian dan sebagainya. Sepertinya mereka (PPDS, Red) harus tertatih-tatih di dalam proses menulis,” ungkapnya.

Hal tersebutlah yang menjadikan Sulis tidak ingin berdiam diri dan ingin memberikan wadah kepada mereka agar tidak merasa kesulitan. Nama Boneslink memiliki filisofi tersendiri. Boneslink diambil dari kata Bones yang artinya tulang dan Link yang artinya penghubung.

Jadi, Boneslink merupakan penghubung antar tulang yang diharapkan bahwa wadah ini dapat menghubungkan semua elemen yang tertarik dan terkait dengan masalah kesehatan tulang. Ada empat hal yang menjadi fokus Boneslink.

Pertama, research dan jurnal. Pada research dan jurnal ini, dokter yang memiliki minat di kedokteran ortopedi dituntut untuk melakukan research agar bisa menghasilkan sebuah jurnal yang dapat dipublikasi.

Dalam hal ini, Boneslink juga meggandeng Meniscus dengan tujuan mengikutsertakan mahasiswa di dalamnya. Sulis berharap berkat kerja sama dengan Meniscus akan menciptakan mahasiswa yang juga memiliki keterampilan dalam menulis sehingga ketika melanjutkan ke jenjang PPDS tidak mengalami kesulitan.

Kedua, edukasi. Kuliah secara online menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan. Tujuannya adalah agar ilmu yang diberikan dapat dijangkau oleh seluruh dokter dimanapun dan kapanpun.

Ketiga, workshop dan human developing. Workshop menjadi agenda rutin yang akan selalu diadakan sebagai salah satu cara untuk memberikan ilmu.

Bersama empat dokter lain, Sulis menyelenggarakan workshop pertama yang bertajuk Basic Orthopaedic Immobilization Seminar and Workshop (BONES) pada 26 Oktober 2019 bertempat di Airlangga Medical Education Center. Workshop tersebut mendapat antusiasme yang tinggi terbukti dengan banyaknya peserta yang hadir. Magang pre-PPDS menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk pengembangan diri. Dengan program magang ini diharapkan dokter yang memiliki minat untuk terjun di dalam dunia kedokteran ortopedi dapat menggali ilmu lebih dalam lagi.

Saat ini Boneslink tengah menyusun modul yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pendidikan kedokteran ortopedi. Modul itu juga akan disesuaikan dengan disiplin ilmu yang lain seperti pediatri, radiologi, dan lainnya.

Uniknya, hal tersebut akan menjadi yang pertama di Indonesia. Selain itu, berkat kerja keras Boneslink akhirnya FK UNAIR memiliki Arteria, yaitu kelompok research yang merupakan gabungan dari berbagai departemen yang saat ini tengah melakukan penelitian antar negara yaitu Korea Selatan mengenai cerebral palsy.

“Semangat teman-teman Boneslink inilah yang membuat berdirinya kelompok studi Arteria. Kelompok studi ini terdiri dari gabungan berbagai departemen lain,” tandas Sulis. (*)

Penulis: Icha Nur Imami Puspita

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu