Terinspirasi Jepang, HIMA D3 Perpajakan UNAIR Beri Edukasi Dasar Tentang Pajak pada Anak-Anak

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana acara Tax Devotion 2020 setelah edukasi perpajakan selesai di Lapangan Asto Ditoto pada Minggu pagi (15/3/2020). (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Suasana ramai penuh keseruan dapat dirasakan di Lapangan Asto Ditoto, saat HIMA D3 Perpajakan (Universitas Airlangga) UNAIR menggelar Pengabdian Perpajakan 2020 (PPN 2020) pada Minggu (15/3/2020). Program kerja (proker) tahunan yang biasa disebut sebagai Tax Devotion itu mengajak warga setempat untuk berpartisipasi dalam kegiatan edukatif yang dipersiapkan oleh HIMA.

Ketua Pelaksana PPN 2020, Edwardus Audre Budihardja menjelaskan bahwa tema yang diusung untuk PPN tahun ini adalah “Pajak Mengabdi dan Mengedukasi untuk Membangun Negeri” dimana HIMA D3 Perpajakan memberikan edukasi dasar tentang perpajakan kepada anak-anak yang berusia 7-12 tahun. Ia menambahkan bahwa proker ini juga menawarkan konsultasi pajak gratis terhadap warga setempat.

“Latar belakang dari ide proker ini adalah kami terinspirasi oleh Jepang. Di negara maju itu, anak-anak telah diberi wawasan dasar mengenai pajak itu sendiri. Walau itu kelihatannya adalah hal yang unik untuk diajarkan kepada anak-anak, namun edukasi dasar pajak sendiri itu memiliki jangka panjang yaitu mengoptimalkan kepatuhan warga negara membayar pajak,” ujar mahasiswa angkatan 2019 itu saat Tim Redaksi wawancarai di tengah-tengah acara.

Audre, sapaan akrabnya, menceritakan terkait metode pengajaran pajak terhadap anak-anak adalah dengan permainan menggunakan metode visual. Dengan seni mozaik, anak-anak yang telah dibagi menjadi kelompok sekitar 5 orang, dapat menyusun keping-keping kecil menjadi beragam gambar. Audre menceritakan bahwa gambar-gambar tersebut merupakan gambar maskot acara dan fasilitas-fasilitas umum, seperti Taman Bungkul dan rumah sakit.

“Tujuan kami menunjukkan gambar-gambar fasilitas umum adalah agar mereka dapat diberi wawasan bahwa fungsi pajak adalah untuk merawat fasilitas-fasilitas ini yang tentunya mereka dapat menikmati. Jadi kedepannya, mungkin mereka dapat memberitahu kepada orang tuanya untuk membayar pajak, atau jangka panjangnya, mereka akan patuh membayar pajak karena tahu bahwa uang yang mereka bayar adalah untuk kepentingan bersama,” jelas alumni SMAN 21 Surabaya itu.

Konsultasi pajak gratis juga ditawarkan oleh HIMA D3 Perpajakan. Audre menuturkan bahwa konsultasi pajak itu dibantu kerja sama dengan Tax Centre UNAIR. Ia menambahkan bahwa disini, warga setempat dapat bertanya dan berkonsultasi tentang apapun yang berhubungan dengan pajak dan akan diberi informasi serta solusinya.

Audre menyatakan bahwa target  dari proker pengabdian masyarakat itu agar generasi muda Indonesia dapat mengetahui tentang perpajakan beserta manfaatnya terhadap Indonesia, supaya tingkat kepatuhan warga negara untuk membayar pajak semakin meningkat. HIMA D3 Perpajakan berharap bahwa masyarakat bisa lebih paham terhadap dampak positif dari perpajakan terhadap Indonesia.

“Sayangnya, daya tarik masyarakat untuk membayar pajak menurun belakangan ini karena maraknya stigma bahwa pajak yang dibayar masyarakat hanya dinikmati para petinggi negara atau dikorupsi. Disini, kami juga berusaha untuk menghapus stigma tersebut dan menunjukkan manfaat-manfaat dari membayar pajak,” pungkas Audre.

Penulis: Pradnya Wicaksana

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu