Agung Satria Pulang Pergi Banjarmasin Surabaya Jadi Rutinitas Tiap Minggu

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Agung Satria Wardhana, Wisudawan Terbaik S2 Fakultas Kedokteran Gigi. (Ilustrasi oleh Feri Fenoria R)

UNAIR NEWS – Agung Satria Wardhana, tidak hanya menjalankan peran sebagai mahasiswa S2 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) selama masa studinya. Namun mahasiswa yang akrab disapa Agung tersebut juga berperan sebagai dosen di FKG Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dan dokter praktek sebagai dokter gigi.

Berbagai peran yang dilakoni akhirnya membuat Agung harus melakukan rutinitas pulang pergi dengan rute Banjarmasin Surabaya pada setiap minggunya. Perjuangan melelahkan selama menjalani studi tersebut akhirnya terbayarkan dengan nilai IPK yang cukup tinggi yaitu 3,9 yang akhirnya menjadikan Agung sebagai wisudawan terbaik S2 Fakulta Kedokteran Gigi.

“Selain pulang pergi Banjarmasin – Surabaya, kesibukan saya yang membuat saya sering meninggalkan keluarga teruama anak yang masih usia tujuh tahun juga merupakan perjuangan tersendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, perjuangan terberat yang pernah dirasakan selama menyelesaikan S2 adalah pada semester satu dan dua karena jadwal kuliah yang cukup banyak sedangkan Agung masih harus mengajar beberapa mata kuliah di Banjarmasin. Beruntung, sebagian dosen dan teman-temannya memahami kondisi tersebut dan bersedia untuk memadatkan jadwal dari pagi hingga sore hari untuk membantu Agung menyelesaikan kuliah.

Agung berhasil menyelesaikan studi dengan tesis yang berjudul “Peran aplikasi kombinasi Hidroksi Apatit dan Ellagic Acid pada Defek Tulang Terhadap Peningkatan Osteogenesis”. Yaitu membahas mengenai terobosan baru bahan yang digunakan dalam pengobatan kerusakan tulang.

Dalam menyelesaikan penelitiannya, Agung tidak hanya harus berpindah tempat dari Banjarmasin dan Surabaya. Namun juga harus bolak balik Banjarmasin-Surabaya-Malang-Jogja. Tantangan lain yang harus dia hadapi adalah lamanya proses penelitian yang membuatnya hampir tidak bisa memenuhi tenggat waktu penyusunan tesis.

“Jangan menyerah. Selalu ada jalan bagi yang mau berusaha bahkan disaat terasa berat dan tidak ada jalan. Selama kita terus berusaha dan berdoa, akan dayang pertolongan dari arah yang tidak pernah kita duga,” pesannya kepada mahasiswa yag sedang menempuh kuliah jenjang S2. Ke depannya Agung berencana untuk melanjutkan pendidikan program Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia atau Jenjang S3.

Penulis: Galuh Mega Kurnia
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu