Agastya Menggeluti Jurnal, Menulis Buku, Meneliti, dan Menjadi Asisten Dosen

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Agastya Wardhana, Wisudawan Terbaik S2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. (Ilustrasi oleh Feri Fenoria R)

UNAIR NEWS – Pada periode wisuda Maret 2020 ini, Agastya Wardhana patut berbahagia. Sebab, dia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik jenjang S2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Wisudawan Magister Ilmu Hubungan Internasional itu menamatkan studinya 1,5 tahun dengan raihan IPK nyaris sempurna, yakni 3,95. “Buat saya itu intensif karena tujuan saya kuliah ya untuk belajar sebetulnya,” ungkap dia.

Menyelesaikan kuliah yang tergolong singkat, Agastya mengaku tidak banyak hambatan yang berarti. Apalagi dia aktif menjadi asisten dosen mengajar bidang ilmu yang sama. Namun dia mengungkapkan perjuangan kuliah pada Ilmu Hubungan Internasional cukup berat.

Dalam menamatkan studinya, mahasiswa yang dulu mendapat predikat wisudawan terbaik S1 di FISIP itu mengambil judul tesis ‘Isolasionisme Agresif Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat di Era Presiden Trump’. Pada tulisan ilmiah itu, dia membahas kebijakan luar negeri Presiden Donal Trump. “Jadi saya berargumen dalam tesis saya, bahwa faktor yang paling memengaruhi kebijakan luar negeri Amerika adalah kepribadian Presiden Donal Trump,” ujarya.

Sebagai syarat lulus, Agastya berhasil melakukan publikasi pada salah satu jurnal internasional, yaitu Scopus. Menurut dia, hal itu adalah capaian yang sangat luar biasa.

Meskipun tidak banyak mengikuti kegiatan di luar perkuliahan, selama menempuh studi S2 Agastyacukup disibukkan menjadi asisten dosen mengajar S1 Ilmu Hubungan Internasional di FISIP UNAIR. Di samping itu, dia juga aktif menulis buku; melakukan penelitian; hingga menjadi editor pada salah satu jurnal internasional.

“Kuliahnya kan sore, jadi pagi sampai siangnya saya mengajar. Memang fokusnya hanya untuk kuliah dan belajar, tidak terbagi-bagi,” ucap penggemar game itu.

Saat ini dia diamanahi menjadi editor pada Jurnal Global Gtrategis FISIP. Meskipun begitu, Agastya mengaku ingin melanjutkan Studi ke jenjang S3. Menurut Agastya, belajar adalah proses yang berbeda-bedasetiap orang. Sehingga penting untuk menemukan ritme belajar masing-masing. “Temukan pola belajar kita, karena yang tahu kita sendiri, kita tidak bisa melihat orang lain,” pesannya.

Penulis: Erika Eight N
Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu