Mahasiswa PSDKU Banyuwangi Maksimalkan Potensi Hingga Raih IPK Cumlaude

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Winda Kusuma Dewi, Wisudawan Terbaik S1 Fakultas Kedokteran Hewan. (Ilustrasi oleh Feri Fenoria Rifa'i)

UNAIR NEWS – Menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan di PSDKU UNAIR Banyuwangi awalnya sempat memunculkan setitik kekhawatiran di hati Winda Kusuma Dewi. Meskipun begitu, mahasiswa asal Tulungagung itu berhasil menyelesaikan studinya dengan baik. Winda berhasil menjadi salah satu Wisudawan Terbaik Periode Maret 2020 dengan IPK 3,81.

“Awalnya, saya khawatir tidak bisa mengembangkan diri dengan baik. Tapi, justru itulah yang membuat saya bertekad untuk semakin melebarkan langkah dan memaksimalkan potensi,” kisah Winda.

Untuk itu, Winda pun aktif mencari pengalaman dengan mencoba melamar di beberapa klinik dokter hewan. Meskipun sempat ditolak, semangat winda tak surut. Ia terus mencoba belajar lebih banyak dengan menjadi volunteer di kegiatan sosial dan menjadi asisten dosen. Ia pun sempat mengikuti organisasi mahasiswa kedokteran hewan tingkat nasional (IMAKAHI).

Dalam skripsinya, Winda mengambil judul “Perbandingan Aktivitas Enzim Superoxide dismutase (SOD) Pasca Terapi Antioksidan pada Ayam Layer Strain Isa Brown”. Ia memilih judul tersebut karena efek pemanasan global yang semakin terasa saat ini. Kondisi panas dapat menimbulkan heat stress pada ayam.

Heat stress ini dapat terjadi juga pada ayam petelur. Kondisi ini dapat menurunkan jumlah produksi, kualitas telur, dan kekebalan tubuh ayam secara signifikan,” jelas Winda.

Pada penelitiannya, enzim superoxide dismutase berperan sebagai indikator tingkat stress pada ayam. Sementara, antioksidan digunakan sebagai solusi pengendalian heat stress. Penggunaan antioksidan dipilih karena lebih murah dan mudah untuk diaplikasikan, khususnya oleh peternak skala kecil dan sedang.

“Penggunaan antioksidan ini lebih mudah dan murah dibandingkan dengan menurunkan suhu kandang seperti membangun kandang tipe close house,” sebut mahasiswi angkatan 2016 ini.

Usai menyelesaikan studi S1, kini Winda fokus menjalani koasistensi. Selain itu, Winda mengungkapkan bahwa fokusnya ke depan adalah terus mempersiapkan diri dengan lebih matang. Ia ingin mengasah keterampilan praktiknya agar bisa menjadi dokter hewan yang handal.

Winda pun tak lupa menyampaikan pesannya untuk teman-teman mahasiswa yang masih berjuang. Ia mengajak para mahasiswa untuk terus menghayati dan menjalankan peran dengan sebaik mungkin.

“Belajar yang banyak dari kampus dan lingkungan agar dapat menjadi seorang profesional dengan tetap memiliki sikap yang baik terhadap sekitar,” pesannya.

Penulis: Sukma Cindra Pratiwi

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu