Mufidah Ahmad Gagas Inovasi Biskuit MP-ASI Jadi kue Pie untuk Bayi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mufidah Ahmad, Wisudawan Berprestasi Fakultas Kesehatan Masyarakat. (Ilustrasi oleh Feri Fenoria Rifa'i)

UNAIR NEWS – Mufidah Ahmad, patut berbangga diri dengan dinobatkannya sebagai Wisudawan Berprestasi Periode Maret 2020. Kegigihan mahasiswa program studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) itu layak untuk diacungi jempol dengan menyelesaikan studi tepat waktu dengan segudang prestasi.

“Selama kuliah saya beberapa kali membuat karya ilmiah, salah satu penelitian saya tentang inovasi biskuit MP-ASI menjadi kue pie mendapatkan dana hibah dari Kemenkes,” tuturnya.

Inovasi pembuatan biskuit MP-ASI menjadi kue Pie sebagai upaya pencegahan Kurang Energi Protein (KEP) pada bayi usia 12-24 berhasil mendapatkan dana hibah dari Kementerian Kesehatan. Tak hanya itu penelitian lain mengenai kombinasi gula kelapa dan jangkrik sebagai alternatif solusi Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu hamil, berhasil menyabet juara 3 lomba karya ilmiah Scientific and Education for Nutrition Student (Scifi-Nutrition) tahun  2016.

“Perjuangan saya untuk memenangkan lomba mulai dari berulangkali melakukan percobaan hingga sering konsultasi pada dosen. Setiap lomba selalu meninggalkan kesan dan memberikan banyak ide baru bagi saya,” tambahnya.

Selain rutin mengikuti berbagai perlombaan, mahasiswa asal Surabaya itu juga mengikuti pertukaranpelajarGlobal Mobility Program (GMP) selama 3 bulan di Management and Science University (MSU) Malaysia pada tahun 2018.

“Di awal perkuliahan, keluarga ada sedikit masalah finansial. Saya anak terakhir dari 4 bersaudara, ayah saya sudah pensiun sedangkan ibu saya seorang guru. Saya tertantang untuk berusaha memenuhi semua kebutuhan saya secara mandiri karena saya ingin tidak membebani orangtua. Saya berusaha mandiri dalam memenuhi semua kebutuhan saya termasuk membayar UKT,” ujarnya.

Prestasi gemilang dalam bidang akademik diimbangi dengan kegigihannya untuk terus melanjutkan pendidikan meski dalam keadaan ekonomi yang sulit. Ia mengatakan banyak pekerjaan dilakoni seperti berjualan keripik, buku, pulsa kepada teman-teman di kampus, menjadi dropshiper atau reseller, dan guru les privat siswa SMA.

“Kondisi ini berlangsung sekitar satu tahun pertama kuliah. Selanjutnya saya mulai tinggal di pesantren. Ketika tinggal di pesantren, saya hanya melanjutkan bisnis online saja karena waktu saya lebih saya prioritaskan untuk belajar memperdalam ilmu agama,” pungkasnya.

Penulis: Rissa Ayu F

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu