Sulap Tulang Ikan Jadi Abon, Mahasiswa UNAIR Bawa Pulang 2 Penghargaan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Rolista Dwi Oktavia (tengah) bersama kedua temannya ketika foto bersama seusai pemberian penghargaan. (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga kembali bangga dengan prestasi mahasiswanya. Kali ini tiga mahasiwa dari Prodi Ekonomi Islam Fakultas Ekononomi dan Bisnis (FEB) UNAIR berhasil membawa pulang dua penghargaan tingkat Jawa Timur pada Temu Ilmiah Regional (TEMILREG) di Universitas Yudharta, Pasuruan. Dua penghargaan tersebut yakni Juara II Pitching Competitiondan Best Poster.

Kegiatan temu ilmiah yang diadakan oleh Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) itu dilaksanakan setiap tahun dan berpindah tempat, serta diperuntukkan untuk Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI). Kompetisi itu berlangsung selama lima hari sejak Jumat (28/2/20) hingga Selasa (3/3/20).

Tiga mahasiswa itu adalah Rolista Dwi Oktavia (Ekonomi Islam 2017), Herlin Rahmayanti (Ekonomi Islam 2017), Shinta Sunja Prastika (Ekonomi Islam 2017). Dalam kompetisi itu mereka mengusung ‘ABON BONE’ sebagai produk inovasi mereka.

‘ABON BONE’ yaitu abon dari duri ikan bandeng. Harapannya, inovasi itu dapat membantu rencana dalam mendirikan perekonomian di Indonesia. Sebab menurut mereka, bisnis-bisnis inilah yang akan menyerap tenaga kerja sehingga akan mengurangi tingkat pengangguran.

Rolista menyebutkan bahwa produk tersebut juga dapat mengatasi permasalahan zero waste dan meningkatkan UMKM di daerah Gresik. Kesuksesan dalam kompetisi itu tidak secara instan dia dapatkan. Setelah melalui proses dan perjuangan, ia mengaku bangga telah menyumbangkan satu piala untuk KSEI HIMA EKIS UNAIR.

“Tidak kalah menarik yaitu mendukung adanya gerakan zero waste dimana dapat mengurangi limbah tulang ikan bandeng serta membantu meningkatkan produksi UMKM yang ada di daerah Gresik,” ungkapnya.

Karakteristik tim yang deadlineded menjadikan salah satu persoalan yang harus dia dan tim hadapi bersama. Selain itu, keterbatasan Rolista dalam hal editing poster menjadikan sebuah pembelajaran yang luar biasa ketika kejuaraan dengan kategori Best Poster berhasil diraih.

“Untuk mencapai titik ini, kami perlu perjuangan walaupun tetap santuy. Setelah berkali kali mengikuti perlombaan dan akhirnya Allah mengijabah doa kami untuk mendapatkan juara ini,” ujarnya.

“Dan paling menarik dan gak disangka, mendapatkan juara Best Poster sedangkan saya masih awam banget dalam mengedit, apalagi dengan photoshop saya masih pemula dan pembelajaran yang otodidak,” tambahnya.

Di akhir dia menyampaikan terima kasih kepada timnya yang telah bersedia berjuang bersama hingga ke titik itu. Kemudian, tidak lupa doa dan dukungan dari kelurga maupun teman-teman Ekonomi Islam UNAIR telah menjadi pemasok semangatnya.

Lalu secarik pesan juga dia sampaikan untuk melibatkan Allah dalam setiap kegiatan. “InsyaAllah lancar dan berkah,” ujarnya.

“Untuk para mahasiswa yang ingin mengikuti segala macam lomba, maka niatkan serius dan jangan suka deadline serta terlalu santai demi mendapatkan hasil yang lebih maksimal,” tambahnya. (*)

Penulis : Ulfah Mu’amarotul Hikmah

Editor : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu