Tim IPSI UNAIR Pertahankan Gelar Juara Umum Pencak Silat di Bogor

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
TIM IPSI UNAIR berfoto bersama usai mnereima tropi juara umum di Bogor. (Foto: pribadi)
TIM IPSI UNAIR berfoto bersama usai mnereima tropi juara umum di Bogor. (Foto: pribadi)

“Semoga saja di kejuaraan IPSI mendatang tim IPSI UNAIR bisa membawa juara umum lagi pada kejuaraan yang akan diikuti,”

UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi di dunia pencak silat. Kali ini datang dari Gabungan lima Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) beladiri. Yakni, UKM Tapak Suci, PSHT, Merpati Putih, Perisai Diri, dan Pagar Nusa (PN).

Seluruh UKM pencak itu ternaungi dalam tim bernama IPSI Universitas AIrlangga. Akhir Februari tim itu berhasil menyabet juara umum III dalam Kejuaraan Paku Bumi Open Internasional 8 tahun 2020. Dengan mengirimkan 15 Atlet Anggota dari masing masing perwakilan UKM yang sudah lolos seleksi.

Tim IPSI UNAIR berhasil memperoleh total 15 medali. Yakni, sebanyak 11 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Mereka adalah Muhammad Vendrika Annahldi, Syahrul Wahyudi, Gusti Abdus Salam, Lintang Soctya Daru, Lang Lang Imam A, Eko Prasetyo, Fatna Resty Fannesa, Nailatul Muizah, Devy Nadya Ramadhani, Ilham Wahyudi, dan Ardhiyeni Hesti Oktavia berhasil meraih medali emas. Lalu, medali perakditorehkan Irham Rofiq Mustofa, Muhammad Arief Permana, dan Nigel cohen. Serta, Medali Perunggu adalah Itsnia Rosyidah.

Sementara itu, Muhammad Arief Permana yang bertugas sebagai manager team IPSI UNAIR mengatakan bahwa kejuaraan Paku Bumi Open International 8 di Bogor itu merupakan kegiatan yang berskala Internasional. Kejuaran tersebut diadakan oleh Perguruan Pencak Silat Paku Bumi yang dinaungi langsung oleh pimpinan Pusat (Ikatan Pencak Silat Indonesia) IPSI Indonesia.

“Kejuaraan ini sebenarnya ajang untuk jam terbang. Baik dari temen-temen sendiri maupun untuk membawa nama Universitas Airlangga sendiri agar lebih dikenal dari segi Unit Kegiatan Mahasiswanya,” katanya.

Arief –sapaan akrabnya– mengatakan bahwa team sebelum mengikuti kejuaraan melakukan seleksi di tingkat universitas Yang mana dari hasil seleksi yang ada Team IPSI Unair mendapatkan hasil dengan keterlibatannya anggota masing-masing UKM yang terdiri dari UKM PSHT, Tapak Suci dan Merpati Putih.

“Setelah diadakannya seleksi dan Terbentuknya Team IPSI Unair ini kita membuat kesepakatan Bersama para Atelt yang sudah lolos pada seleksi yang diadakan, karena waktu yang sangat mepet karena jarak antara seleksi internal IPSI unair sendiri dengan Penyelenggaraan acara berjarak 2 minggu ” tutur Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair Angkatan 2018 itu.

Arief menmyampaikan bahwa untuk mengikuti kejuaraan tersebut atlet harus mengikuti aturan yang disepakati tim di forum. Pertama, atlet harus mengikuti training center. Atlet harus memiliki kesehatan jasmani dan rohani. Termasuk Harus mendapatkan izin dari orang tua masing-masing. Aturan yang terakhir atlet hanya memiliki atau boleh izin tidak mengikuti TC  3 kali selama 10 kali Tc yang memang sudah diagendakan.

Sebab, kejuaraan diselenggarkan pada 28 februari sampai 1 maret 2020. Sedangkan team selesai melakukan seleksi pada tanggal 8 februari 2020. Itu menunjukkan atlet hanya memiliki waktu 2 minggu untuk memepersiapkan diri agar bisa tampil maksimal.

“IPSI Unair sendiri sudah mengikuti 3 kali berturut-turut kejuaraan Paku Bumi Open. Di mana tahun 2018, 2019, dan 2020 ini menjadi hal yang bukan pertama kalinya membawa pulang juara umum III melainkan sudah ke-3 kalinya pula membawa juara umum III,” ujarnya.

“Semoga saja di kejuaraan IPSI mendatang tim IPSI UNAIR bisa membawa juara umum lagi pada kejuaraan yang akan diikuti,” tambahnya. (*)

Penulis: Eko Prasetyo

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu