Penuh Perjuangan, Mahasiswa Ekonomi Islam Sabet Juara 1 Cerdas Cermat di Gontor

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dari Kiri: Elok Aprilia Imroatus Soliha, Mar’atus Sholikah, dan Sholikudin Alawy saat menerima Juara I Nasional Cerdas Cermas Islamic Economics Competition (IESCO) di Universitas Darussalam Gontor Ponorogo pada 19 Februari 2020. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Tak henti-hentinya prestasi ditorehkan oleh Ksatria Airlangga yang terus membanggakan almamater tercinta. Kali ini prestasi datang dari mahasiswa Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) yang berhasil menyabet juara I Nasional Cerdas Cermas Islamic Economics Competition (IESCO). Kompetisi itu diadakan oleh Universitas Darussalam Gontor Ponorogo pada hari Senin (17/2/2020) sampai Rabu (19/2/2020).

Mahasiswa tersebut adalah Sholikudin Alawy, Mar’atus Sholikah, dan Elok Aprilia Imroatus Soliha, mahasiswa angkatan 2017. Mereka berhasil meraih Juara I Cerdas Cermat Ekonomi Islam tingkat Nasional.

Alawy selaku ketua tim mengungkapkan bahwa dirinya dan tim sudah sering mengikuti lomba-lomba cerdas cermat dan olimpiade.

“Kami bertiga sudah beberapa kali mengikuti lomba bersama, jadi udah tahu bagian dan porsi masing-masing. Jadi untuk persiapan lomba ini kami membaca materi-materi dan soal-soal olimpiade terdahulu,” ungkap Alawy.

Alawy menuturkan bahwa perjuangan timnya meraih juara I tidaklah mudah. Diawali dengan babak penyisihan yang harus melawan 18 tim dari perguruan tinggi lainnya, hingga kemudian lolos 10 tim untuk mengikuti babak semifinal. Pada babak semifinal, Alawy dan tim sempat pesimis karena tertinggal poinjauh oleh tim yang lain, namun berhasil bangkit dan lolos pada babak final.

“Tahap final diambil empat besar. Pada tahap satu dan dua masih kalah jauh sekitar 1000 poinsama tim lawan. Namun Alhamudillah di tahap soal rebutan kami berhasil come-back dan unggul. Di tahap terakhir kami tidak mau mengambil risiko untuk menjawab soal tebak gambar dan Alhamdulillah poinkami tidak berhasil dikejar oleh tim lawan dan memastikan posisi juara I,” jelasnya.

Alawy juga mengungkapkan bahwa pada kompetisi kali ini ia bersama tim sangat terharu mengingat dari pada babak semifinal sudah merasa pesimis, tetapi akhirnya bisa menyabet juara dengan penuh perjuangan.

Ada momen berkesan dalam kompetisi itu karena Kepala Departemen Ekonomi Syariah Prof. Dr. Raditya Sukmana. S.E, M.A turut hadir dan memberi ucapan selamat.

Sebelumnya Alawy sendiri sering menjuarai perlombaan sejenis, seperti Juara 1 Olimpiade Cerdas Cermat Ekonomi Islam (OCCEI) ISEF, Juara 1 Olimpiade Ekonomi Islam Nasional Seven Shelter UNSOED, dan Juara 1 Call for Sharia Economics Olympiad UINSA.

Di akhir wawancara, Alawy memberikan pesan untuk mahasiswa UNAIR lainnya untuk tidak takut mencoba dan jangan takut untuk gagal serta memulai menekuni suatu hal yang positif.

“Dari kegagalan itu, cobalah terus, kumpulkan kegagalan sebanyak-banyaknya, otomatis dapat banyak pelajaran yang bisa dipakai bekal untuk meraih kemenangan-kemenagan suatu saat nanti. Dan semoga tradisi juara seperti ini bisa terus dipertahankan,” tutupnya. (*)

Penulis: Febrian Tito Zakaria Muchtar

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu