Viral TikTok Hasilkan Uang, Irfan Wahyudi Pakar Komunikasi UNAIR Paparkan Potensi TikTok Kedepan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Airlangga dan Pengamat Media, Irfan Wahyudi, S.Sos, M.Comms, PhD. (Foto: Andi Pramono)

UNAIR NEWS – Bermain TikTok kini tidak hanya menjadi hiburan semata melainkan telah menjelma sebagai life style seiring dengan banyaknya pengguna aplikasi TikTok. Masyarakat mulai mengabadikan setiap momen dalam keseharian melalui video TikTok dengan durasi 15 detik dan efek musik beraneka ragam. Kini aplikasi TikTok mulai dilirik berbagai kalangan selebriti, dokter, psikolog, dan beberapa startup ternama yang bersaing menyajikan konten sekreatif mungkin.

Pakar pengamat media Universitas Airlangga Irfan Wahyudi, S.Sos, M.Comms, PhD., angkat bicara mengenai fenomena merebaknya TikTok diberbagai kalangan tersebut. Ia menyebut bahwa sosial media TikTok memang telah menjelma menjadi tren di tahun ini.

“Penggunan sosial media itu sangat dinamis mereka mencari platform sosial media yang sesuai dengan karakteristiknya, TikTok ini memberikan para user kesempatan untuk mebuat short clip (video pendek) dan dituntut untuk sekreatif mungkin,” paparnya.

Irfan mengatakan sebenarnya fenomena TikTok bukanlah hal baru, karena beberapa sosial media lainnya seperti Instagram, Snapchat, dan Facebook juga menghadirkan fitur yang sama.

Tidak hanya di Indonesai TikTok pun menjadi aplikasi yang begitu digemari diberbagai belahan dunia, dilansir dari The Guardian hampir setengah dari generasi milenial dan generasi Z –dengan usia 13-38 tahun­ di Amerika Serikat bekeinginan menjadi influencer salah satunya di sosial media TikTok.

“Pada awal peluncuran aplikasi TikTok ini sempat dituduh sebagai tindakan spionase Tiongkok di kalangan masyarakat Amerika Serikat, artinya dengan menggunakan aplikasi TikTok kita membagikan data pribadi pada Pemerintah Tiongkok. Lain halnya ketika dulu pasang Instagram atau Facebook  kita tidak membahas tentang hal itu, faktanya itu hanya propaganda TikTok dan kini tetap jadi aplikasi yang digemari,” tambah dosen Ilmu Komunikasi tersebut.

Banyak kalangan mulai melirik TikTok sebagai ladang bisnis baru utamanya para influencer yang kini dikenal dengan sebutan seleb TikTok, seperti pada platform sosial media lain para selebriti berkolaborasi untuk mempromosikan berbagai brand dalam video TikTok-nya. Begitu pula startup yang berbebondong-bondong mencuri perhatian dengan memasarkan produknya lewat TikTok.

Irfan berpendapat bahwa TikTok juga dapat digunkan untuk membentuk personal branding. Para influencer membangun persona  agar mendapatkan followers TikTok sebanyak mungkin, hal tersebut dimaksudkan untuk membuka peluang endorse yang lebih besar.

“Melihat fenomena TikTok ini kedepan mungkin tidak akan bertahan lama jika hanya fitur itu saja yang ditawarkan. Namun melihat perkembangan pesat aplikasi TikTok dengan pertumbuhan jumlah penggunanya, bukan tidak mungkin aplikasi ini akan tumbuh menjadi sangat besar seperti Instagram dan Facebook,” pungkas Ifan. (*)

Penulis: Rissa Ayu F

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu